
"Hei.. calon suami.... disini kamu rupanya. Aku sudah berhari-hari mencari kamu".
Tiba-tiba Sandra mendatangi Aldi yang akan menaiki mobil. entah datang dari mana dia langsung saja memeluk pinggang Aldi yang akan masuk mobil.
"Apaan sih, lepas!". tepis Aldi melapaskan tangan sandra dengan kesal.
Sopir dan temannya tadi langsung mendekat dan menarik Sandra menjauhi Aldi, bos mereka.
"Hey... kalian jangan mengangguku, aku memegang calon suamiku. Sana kalian!". usir sandra menepis tangan yang memegangnya.
Aldi masuk saja kedalam mobilnya di jok belakang. Disana sudah ada Dini memangku salah satu anak kembarnya. Dan juga putri di jok paling belakang, juga memangku salah satu keponakan kembarnya.
"Calon suamiku!!. jangan tinggalkan aku!!". teriaknya.
Tapi tidak ada seorangpun yang mempedulikannya. Ayah yang sudah menutup pintu pagar juga sudah naik mobil yang di depan menyusul ibu dan ilham.
Supir Aldipun juga sudah menaiki mobil, dan disusul oleh temannya yang duduk di depan. Dan mengemudikan mobil, mengiringi mobil yang di depan.
Sedangkan Sandra teriak-teriak di depan rumah orang tua Dini, menjadi tontonan gratis dan cibiran dari tetangga Dini.
Tapi juga tetangga orang tua sandra. karena rumah sandra masih di kampung ini juga. jadi masih saling kenal.
Tetangga itupun tahu perangai sandra dan orang tuanya. bahkan mereka tahu kalau sandra dan orang tuanya pernah mencelak5ai Dini dan ayahnya.
Makanya mereka tidak bersimpati kepada Sandra. malah mereka beramai-ramai mencibir sandra.
Huuuuuuuu
Halu
ganjen
Terdengar teriakan para tetangga saat Sandra memangil suami Dini dengan panggilan calon suami.
Tapi iring-iringan mobil tidak mempedulikan teriakan Sandra. Malah semakin menjauh. menuju rumah nenek dini, orang tua ibu.
Ayah tadi pagi juga mengabarkan, kalau siang ini mereka akan kerumah orang tua istrinya. tapi ayah tidak bisa membawa Dini dan Aldi mampir kerumah orang tuanya.
Alasannya karena tidak ingin sandra dan orang tuanya membuat masalah di rumah itu. sebab rumah mereka dekat.
Kakek dan nenek pun tidak masalah, karena mereka paham apa yang akan terjadi. malah mereka ingin menyusul kerumah besannya itu.
Iring-iringan mobil yang membawa dini dan keluarganya sampai di rumah kakek.
Dan ternyata kakek dan nenek orang tua dari ayah juga sudah datang, bahkan sudah ramai kerabat ibu yang datang. Menyambut Anak, menantu, cucu dan cicit mereka.
__ADS_1
Semua sangat senang dengan kedatangan cucu dan cicit kembar mereka. Dini dan aldi berada di rumah nenek sampai sore
Mereka berada di halaman nenek, mengantar Aldi dan dini naik kemobil. Sedangkan ayah, ibu, putri dan ilham akan diantar mobil yang di kendarai jek.
Sikembar masih digendong oleh ibu dan Ante pat, istri om nya dini. mereka akan memberikan kepada Dini saat dini sudah masuk kedalam mobil.
Mobil kembali beriringan menuju jalan utama. karena mereka akan langsung pulang. dan mobil jek belok ke arah rumah orang tua dini.
Menjelang persimpangan mobil yang ditumpangi dini dan aldi, dihadang oleh sebuah sepeda motor. yang melintang di depan mobil.
Astaghfirullah..
Ucap aldi dan dini. mereka kaget karena mobil merem mendadak.
"Ada apa bang Yan?!". tanya aldi.
"Itu Al, orang yang fotonya kamu kirim". ucap supir itu menunjuk kedepan mobil mereka. Ternyata motor yang dikendarai oleh ayah sandra tepat berdiri menghadang di depan mobil Aldi.
Ya, supir itu memang memangil nama saja sama Aldi, karena dia lebih besar umurnya dari aldi.
"Abang nino saja yang mengurus mereka, aku malas". ucap aldi menyuruh teman supir yang sedang duduk di depan.
Yang dipangil nino keluar dari mobil, menemui sandra dan ayahnya. Nampak perdebatan antara ayah sandra dan bang nino.
Sopir memundurkan mobil sedikit, supaya bisa membelok untuk pergi dari sana. tapi apa daya, mobil yang di belakang terlalu rapat dengan mobil mereka.
"Ayo turun!!. kamu calon suamiku!!". teriak sandra.
Bang nino mau mengeser motor ayah sandra kepinggir jalan, malah mendapat ancaman dari ayah sandra. Dan terjadi perdebatan.
Sementara itu, ramai orang-orang menonton perdebatan bang nino dan ayah sandra. bahkan hampir baku hantam. karena tarik menarik motor.
Aldi bukan tidak mau keluar, dia sedang memeluk salah satu anak kembarnya. kalau dia keluar mobil, siapa yang akan mengendong anaknya ini.
Persitegangan semakin panas antara bang nino dan ayah sandra.
Sementara Sandra malah semakin mengila, berteriak memanggil calon suami. dan mengedir pintu mobil.
Entah kebetulan atau keberuntungan. sandra mencoba membuka pintu depan mobil tempat bang nino duduk tadi. ternyata tidak terkunci.
Dan sandra langsung naik di kursi depan mobil dan meringsek ke jok belakang melalui antara jok depan itu. mengapai aldi.
"Kamu harus ikut aku, bukan dengan dia!!". teriak Sandra.
Aldi dan dini kaget, si kembarpun menangis katena terkejut dengan teriakan sandra tadi.
__ADS_1
Bang Yan berusaha mendorong sandra, tapi karena mobil masih hidup, bang yan takut salah injak pedal.
Maka dia mematikan mobil terlebih dahulu. padahal sandra sudah berada di tengah jok depan. Aldi yang tidak siap, juga mendorong sandra.
Saat sandra terdorong Aldi keluar dari mobil sambil mengendong anaknya yang menangis.
Sandra yang tidak terima, melihat dini duduk di jok belakang, menenangkan anaknya yang juga menangis. Sandra malah memukuli dini yang sedang duduk di jok samping. Dini berinisiatif membelakang sandra, agar anaknya tidak kena pukulan sandra.
Bang Yan memegangi sandra sebelah tangan. karena sandra masih berada di antara jok supir dan jok kiri supir. berusaha menjauhkan sandra dari dini.
Aldi yang melihat sandra memukuli Dini, dia meletakan anaknya yang menangis pada jok tengah dan menutup pintu mobil. Lalu menuju pintu depan tempat sandra naik tadi.
Karena Aldi yang emosi, menarik lengan Sandra. sekali tarik saja sandra terseret keluar mobil.
"Tidak akan aku biarkan kamu menganggu istriku". ucap aldi mendorong sandra. Dan sandrapun terduduk ditanah karena kuatnya dorongan Aldi.
Dini mau mengambil anaknya, tapi tidak bisa, karena anaknya yang satu masih menangis di pangkuannya. Lalu bang yan membantu mengambil dan menenangkan Salah satu sikembar yang degendong Aldi tadi.
Ayah sandra yang melihat sandra didorong Aldi. tidak terima, dia melepaskan motor yang sana-sama sedang dipegang ayah sandra dan bang Nino. Mendekati Aldi yang sedang membelakangi mereka.
Dan....
Beberapa jam sebelumnya. sandra menemui ayahnya
Tadi setelah bertemu dini di depan rumah ibunya dini, Sandra pulang kerumahnya, dia mencari ayahnya dirumah.
"Ayah.... ayah....". teriaknya saat masuk kedalam rumah.
"Sandra.. kamu itu. baru datang sudah teriak-teriak. Anakmu sedang tidur, nanti dia bangun!". ucap mak sam, ibu sandra memarahi sandra.
"Aku ada perlu sama ayah bu!!". ucapnya tanpa memperdulikan kemarahan ibunya.
"Ayah di belakang, sedang memperbaiki mesin air". jawab mak sam.
Sandra berlalu kebelakang rumah, mencari ayahnya. Dia langsung mendekat kecayahnya yang sedang berada di dekat sumur, sedang memperbaiki mesin air. seperti yang dikatakan ibunya.
"Ayah, ternyata si Dini dan calon suamiku ada dirumah ibunya, aku ingin ayah menjemputnya malam ini". teriak Sandra pada ayahnya.
"Dari mana kamu tahu kalau mereka di rumah si husein. tiap hari ayah lewat sepi terus. malah pintunya tertutup terus". ucap ayah sandra.
"Tadi, tadi aku kebetulan lewat, mereka naik mobil, beramai- ramai". ucap sandra.
"Kita cari tau....".
.
__ADS_1
.
.