
Ibu sandra yang terkejut, mendengar kalau suaminya tidak ada di tempat kerambanya.
Mak Sam pov
'Kenapa telfon abang tidak aktif ya?!. hari itu katanya mau mencek keramba. Kenapa abang tidak ada di sana??'.
Aku mencoba menelfon suamiku, yang sudah berapa hari ini tidak dirumah. Setelah orang yang mencari suamiku pergi.
Aku sudah mencoba beberapa kali menelfon suamiku. tapi tetap tidak tersambung.
"Assalamualaikum.. kak ris. apa ayah sandra ada disana?!"
Aku bertanya pada adik suamiku. Dimana akhirnya aku menelfon saudara suamiku yang ada di kampung tempat keramba suamiku berada.
".."
"Tidak ada?!. beberapa hari yang lalu katanya mau kesana. mencek keramba!". ucapku panik.
"..."
"belum ada datang?!.
"Kemana ya abang itu?.
"tidak bisa di telfon kak. hpnya tidak aktif".
"Kurang tau kak. sore itu datang buru- buru pulang, dan langsung pergi seperti biasa.
Aku heran melihat, kan abang baru datang malam sebelumnya. terus sore nya langsung pergi. biasa abang dirumah bisa sampai semingguan. tapi kok langsung berangkat sorenya?!".
"Iya kak.. aku coba tanya pada yang sering bawa mobil abang. jika kakak dapat kabar tentang abang kabari aku ya kak...
"Iya... assalamualaikum kak".
Aku bingung. kemana suamiku?? kenapa suamiku dan sandra....
"Sandra!!". Aku teringat sandra yang juga pergi setelah menanyakan ayahnya yang tidak ada dirumah.
Aku mengambil ponselnya kembali. Mencoba menelfon Sandra anakku.
__ADS_1
"Kenapa tidak diangkat sih... padahal telfonnya masuk". gerutuku kesal.
Beberapa kali mencoba, tapi telfon tidak juga diangkat oleh anakku sandra.
"Sandra... jangan bikin ibu bingung". ucapku yang kesal, karens sudah berapa kali mencoba tidak diangkat sandra juga.
"Sandra.... kamu kemana saja... dari tadi ibu telfon....". ucap mak sam kesal.
Entah yang keberapa puluh kalinya, barulah sandra mengangkat telfon ibunya.
"Ibu.... kecilin suaranya". jawab sandra dari seberang sana.
"Kamu dimana?!. ayah kamu juga tidak ada di rumah. juga di kerambanya tidak ada. Apa yang terjadi?!. kalian sama-sama menghilang semenjak sote itu!.. membuat ibu bingung!!". ucapku tanpa jeda alias bertanya panjang pada sandra.
Sandra diam tidak menjawab perkataan ibunya. dia juga binggung mau menjelaskannya.
"Sandra... jawab ibu.. kenapa kalian. bisa bersamaan pergi dari rumah. Jawab sandra!!". teriakku.
"Ibu... semua ini ulah ayah. kalau saja ayah tidak memukul suami dini hingga pingsan , tentu aku tidak akan kabur!". jawab sandra.
"Apa!!!". aku kaget.
"Kenapa ibu marah padaku?".
"Kalian bikin ibu pusing. katanya kamu kapok menganggu dini. kenapa masih mendekati suami dini?. apalagi sampai mencelakai. bagaimana kalau dia kenapa- kenapa. apa kamu maudi penjara lagi?!".
"Makanya aku kabur bu. Apa ibu sudah dapat kabar tentang suaminya dini itu?! apa dia tidak apa-apa?". tanya sandra.
"Ibu tidak tahu masalah itu sandra. ibu juga belum mendengarnya. mana ibu tau kalian mencelakai suaminya dini!". ucapku kesal."
"Terus dari mana ibu tahu kalau ayah kabur?! kan ibu yang bilang ayah pergi melihat kerambanya?!".
"Ibu tahu ayah tidak disana karena ada yang mau menjual hasil kerambanya pada ayah. tapi ayahmu tidak ada di sana.
ibu juga menelfon adik ayahmu, katanya semenjak pulang hari itu, belum balik kesana". jelasku.
"Apa ibu tahu keadaan suaminya dini. apa dia tidak apa-apa?".
"Ibu tidak tahu tentang itu. Ibu saja tidak tahu kalau suami sandra cedera. apalagi kalau ayahmu yang mencelakai". jawabku kesal.
__ADS_1
"Apa kakek tidak mencari ayah?! atau kerumah berbicara dengan ibu tentang suaminya dini?!". tanya sandra.
"Apa kamu lupa!. kakekmu kan mengancam kita malam itu saat kamu menginginkan suaminya dini. dan melarang kita untuk bertemu dengan mereka". ucap ku kesal.
"Pokoknya kamu jangan lagi menganggu dini, ibu sudah capek. Kamu bilang akan mencari suami yang juga kaya. bahkan ayahmu akan mencarikan suami untuk kamu. kenapa kamu tidak mau dengan orang yang ayah kamu katakan?!". tambahku.
"Aku akan mencari suami sendiri bu".
"Sekarang kamu dimana?!".
"Di kota P. aku akan disini dulu untuk beberapa waktu. ibu jangan khawatir. ibu cari tahu saja ayah dimana".
"Kamu baik-baik disana, cari suami disana. Agar tidak menganggu suami dini lagi!". ucapku.
Karena aku sudah capek, digunjing para tetangga. sudah punya cucu. tapi belum punya menantu.
Mak sam pov end.
.
.
Sementata bang jek yang sudah dapat info diwarung tadi. melaporkan semua yang dia tahu kepada papi Aldi.
Mereka bertemu di warung istrinya bang yan. yang berada dekat gudang pakaian konveksi papi.
Bang yan sudah menikah, dan istrinya membuka warung dekat gudang konveksi tempat bang yan bekerja. Selain jadi supir mami, bang yan juga supir untuk antar jemput pakaian dari konveksi ke pasar, atau membawa kain dari pasar ke gudang.
"Sudah afa informasinya jek?!". tanya papu.
"Sudah Pi, menurut cerita tadi. kemungkinan pak samsul itu berada di kampung....". bang jek menceritakan semua yang dia ketahui.
"Kamu suruh orang suruhan kamu memastikan benar dia ada di sana. dan kita akan kesana untuk membetikan efek jera padanya.
Aku sangat kesal mendengar cerita kakek menantuku. Sedari kecil dia selalu disuruh mengalah. bahkan sampai besarpun di buat celaka. mencelakai menantu dan besanku. aku akan perhitungan dengannya". ucap papi kesal.
.
.
__ADS_1
.