Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 106


__ADS_3

"Tadi, tadi aku kebetulan lewat, mereka naik mobil". ucap sandra.


"Kita akan cari tahu, akan kita bawa malam ini kesini". ucap ayah sandra menyelesaikan pekerjaannya.


Padahal mesin air itu belumlah bisa digunakan. kerena belum selesai diperbaiki.


"Coba suruh ibumu menelfon nenek. tanya apa ada tamu akan datang kerumah nenek. kakau iya, kita kangsung kesana". hawab ayah sandra.


Sandra langsung menemui ibunya, menyuruh seperti yang di bilang ayahnya. dan ibunya menelfon kerumah nenek.


Dan ibu dapat kabar, dari pekerja yang nengangkat telpon di rumah orangtuanya. kalau kakek dan nenek ada acara kerumah besan nya, mertua pak husein.


Dan tahulah sandra dan ayahnya, berarti dini mengunjungi rumah orang tua ibunya.


tanpa pikir panjang sandra dan ayahnya menuju kesana. dengan mengendarai motor Sandra. Jaraknya sekitar lima belas menit dari rumah mereka.


Dari jauh mereka mereka melihat dua mobil, yang mereka yakin itu mobil aldi.


Mereka menunggu tidak jauh dari rumah nenek Dini. Ayah sandra berencana.


"Kenapa tidak langsung menemui dia ayah, biar langsung dibawa". tanya sandra tidak sabaran.


"Tunggu mereka keluar dari sana, disana ada kakekmu. Kamu tahu kan, malam hari itu apa yang kakek ucapkan. mengancam kita.


Jadi kita beraksi saat tidak ada kakekmu itu.


Kita akan menghadang mobil mereka nanti di jalan. Dan membawa calon suami untuk kamu". ucap ayah sandra tersenyum merencanakan penculikan.


Sandra juga tersenyum mendengar rencana ayahnya. Dia tidak sabar untuk mendapatkan suaminya dini.


Yang tidak sandra sadari dari kemaren-kemaren adalah, dia tidak tahu nama yang dia akui calon suaminya itu. selalu memangil calon suami pada suami Dini, sepupunya.


Tidak lama ramai orang yang keluar dari rumah nenek dini. mereka sepertinya akan melepas Dini dan keluarga kecilnya pergi. sebab Dini seperti akan naik ke mobil.


Diiringi oleh keluarga ibunya, kedua anak kembar dini digendong oleh ibunya dan tantenya. Dini dan aldi naik kemobil yang satu. Akan langsung pulang kerumah mami.

__ADS_1


Sementara orang tua dan saudara dini naik mobil yang satunya, karana akan diantar langsung kerumah oleh bang jek.


Terlihat semua melepas keberangkatan kedua mobil itu. Mobil bang jek sudah berbelok kerumah orang tua Dini. dan mobil yang nembawa dini lanjut.


Ayah sandra mengiringi mobil yang dinaiki Dini dan suaminya. Sampai di persimpangan menjelang jalan utama, Ayah sandra menghadang mobil yang di tumpangi Dini dan Aldi.


Terjadilah perdebatan dan penarikan paksa sandra dari atas mobil yang dia naiki secara paksa juga.


Yang membuat Aldi emosi, sandra yang lancang masuk kemobil dengan bar-barnya memukuli Dini yang sedang menenangka anaknya yang menangis.


Aldi tidak terima, setelah manarik sandra dari mobil. Aldi mendorong sandra hingga sandra terduduk di tanah.


Ayah sandra yang tidak terima anaknya didorong melepaskan motor yang sedang di pegang dengan bang nino.


Berlari mendekati Aldi dengan mengambil sebuah batu besar yang berada didekatnya. Akan memukul kepala aldi dari belakang.


Bang nino yang melihat ayah sandra melepaskan motor yang mereka pegang tadi. secara tidak sengaja melepas motor itu juga. dan berteriak.


"Aldi .... Awas!!..". teriak bang nino. sambil berlari kearah ayah sandra yang mendekati Aldi.


Tak....


Pukulan batu besar yang dipegang ayah sandra tepat mengenai kepala aldi sebelah kiri.


Darah segar mengalir dari kepala Aldi. Aldi yang awalya masih bisa bertahan berdiri. sempoyongan hampir jatuh.


Untung bang nino bisa menahan tubuh Aldi. Dan mendudukannya di tanah di tepi jalan.


Dini yang mendengar teriakan bang nino melihat keluar mobil. Dini berteriak histeris saat ayah sandra memukul kepala Aldi dengan batu.


Membuat kedua anak kembarnya ikut menangis karena terkejut.


Bang yan memberikan anak dini yang dia pegang tadi.


"Din, kamu pegang dan tenangkan mereka, aku akan bantu aldi naik kemobil, biar kita bawa kerumah sakit". ucap bang yan.

__ADS_1


"Iya bang... cepat bantu bang Aldi...". ucap sandra menangis.


Bang yan turun, untuk membantu Aldi. Sementara Bang nino yang ikut emosi, memukuli ayah sandra membabi buta.


Orang sekitar juga marah melihat ayah sandra yang membuat kekacauan.


Bang yan dan bang nino akan mengangkat Aldi yang setengah sadar, yang diam saja dengan kepala banyak mengeluarkan darah, sampai baju aldi memerah karena aliran darah. mungkin pingsan.


"Dini, kamu pindah kedepan dulu. biar aldi direbahkan di jok tengah". ucap bang yan.


Bang yan membantu dini turun dari mobil. Dini yang sedang mengendong kedua anak kembarnya untuk pindah ke jok depan.


Dini menangis melihat suaminya yang pingsan, kedua anaknya pun menangis.


Bang nino di bantu warga sekitar mengangkat aldi yang pingsan kedalam mobil. meletakan Aldi di jok belakang, kepalanya di letakan di pangkuan bang nino.


Lalu mereka pergi segera kerumah sakit membawa Aldi.


Sementara Sandra yang melihat kepala Aldi berdarah karena dipukul ayahnya terdiam. Dia syok melihat banyak darah yang mengalur dari kepala Aldi.


Sedangkan ayah sandra, juga syok habis dipukuli oleh bang nino membabi buta. membuat semua badannya sakit dan remuk. mukanya juga bonyok di pulukuli.


"Ayah.... kenapa ayah memukul calon suamiku hingga pingsan". ucap sandra tak bertenaga.


tidak ada jawaban dari ayahnya.


.


"Nino, kamu telfon jek, bawa orang tua dini kerumah sakit. Dini akan kesusahan menjaga si kembar nanti disana. juga telgon mami". perintah Bang Yan pada bang nino.


"Ok". jawab bang nino melaksanakan perintah bang yan.


"Abang... bertahan ya". ucap dini menangis, memeluk kedua anaknya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2