
Selesai sholat isya mereka berkumpul bersama di ruang tengah di tempat makan tadi. Semua duduk lesehan di karpet tebal. Sikembar sudah tidur dari tadi.
Para kerabat yang membantu memasak ada yang sudah beristirahat di kamar. Ada juga yang pulang kerumah mereka dan akan kembali besok pagi, membantu persiapan acara akan dimulai.
Orang tua dan adik Dini pun pulang kerumah mereka tadi setelah makan malam bersama, dan besok pagi akan datang bersama kerabat Dini.
"Mi, besok acara selamatannya jam berapa?". tanya Aldi.
"Pagi jam delapan mami undang kerabat dan saudara. biar kita kumpul semua. teman serta tetangga dan kenalan mami bilang seharian. Bisa jadi sampai sore atau malam, yang dari pasar juga bilang sore datangnya". jelas mami.
"Kenapa tidak karering saja mi, kan mami jadi sibuk mengurusnya". ucap Aldi.
"Tidak sibuk, Beberapa lauk di masak di tempat nenek dibantu anak dan menantu. dan beberapa jenis di tempat kak zainar adik papimu, kata mereka lebih baik di masak keluarga. terasa kekeluargaannya, dan sesuai dengan selera kita bersama". jelas ibu.
Aldi dan dini hanya mengangguk tanda mengerti.
"Terus disini tadi masak apa bu, tadi juga sibuk masak di dapur". tanya dini.
"Sayuran, mengoreng kerupuk dan beberapa pelengkap saja. semua yang disini membatu mengeluarkan piring dan peralatan untuk makan, membersihkan dan menata rumah untuk acara besok. Besok juga akan bantu-bantu menjamu dan melayani yang datang ". ucap mami.
Ya, semua ruangan sudah terbentang tikar karpet di seluruh ruangan, dari ruangan tamu, ruangan tengah sampai ruangan keluarga yang tadi sore masih ada sofanya sekarang sudah terbentang karpet menutupi lantai.
Setelah berbincang sebentar mereka lalu pergi beristirahat kekamar.
Aldi dan dinipun kembali kekamar untuk istirahat, karena seharian ini mereka diatas mobil. tentu badan butuh di rilekskan agar besok pagi segar.
Meskipun jam baru menunjukan pukul setengah sepuluh. mereka harus istirahat.
Setelah bersih-bersih mereka langsung menuju tempat tidur. tapi sebelum sampai ketempat tidur Dini menyempatkan untuk melihat si kembar yang tidur di tempat tidur bayi yang berada di dalam kamar mereka.
__ADS_1
Yaitu box kayu beroda dan berkelambu yang bisa dipindah- pindah. dan di tarok di sisi tempat tidur arah Dini tidur.
Setelah Dini mencek bayi kembarnya, dini lalu tidur di samping aldi yang masih sibuk dengan laptopnya. Aldi masih menyempatkan untuk mencek pekerjaanya, karena dia dan teman-temannya juga sedang mempersiapkan sebuah proyek lagi di ibukota provinsi ini.
Dini merebahkan dan menyelimuti tubuhnya, dan tidur menghadap Aldi yang sedang bekerja. Dini tidak ingin menganggu Aldi yang sedang bekerja.
Setelah pekerjaanya selesai, aldi meletakan laptopnta di meja samping tempat tidurnya. Dan menyusul Dini yang sudah tidur, dan masuk kedalam selimut sambil memeluk dini untuk tidur.
Entah berapa lama mereka tertidur, tidur aldi dan dini sangat lelap. begitupun dengan si kembar. Mungkin karena mereka kecapek an seharian di mobil, maka tidur mereka sangat lena sekali.
Pukul setengah tiga salah satu anak kembar mereka terjaga, terdengar merengek di dalam box nya.
Dini yang mendengar rengekan anaknya segera bangun, melihat diapers anaknya, apa perlu di ganti. kemudian menyusui agar tidur lagi. Ternyata sikembar sangat perhatian, setelah yang satu selesai menyusu, gantian yang satunya lagi bangun dan menyusu juga.
Aldi terbangun saat Dini menyusui yang kedua. Dia duduk di samping dini yang sedang menyusui anaknya. Lalu dia mengosok-gosok punggung Dini.
"Sayang.. kok kamu tidak bangunkan abang?!". ucap Aldi pada dini.
Aldi mengeleng. Aldi memang sering ikut terjaga dari tidurnya menemani Dini menyusui si kembar tengah malam.
Aldi terus mengusap pungung dini, dan sesekali mencium tengkuk dan bahu dini yang terbuka. Karena dini memakai baju yang berleher lebar tiap tidur, agar mudah menyusui. Bahkan sering tidak pakai b** saat tidur, biar mudah menyusui si kembar jika bangun tiba-tiba.
"Abang ... geli ..". ucap Dini yang merinding, karena terus di ciumi aldi. Bahkan menyesapnya, membuat dini geli.
"Abang juga pengen dikelon sayang". ucap Aldi memainkan lidahnya di telinga Dini.
"sshhh.. abang..". desah Dini.
Tapi aldi makin gesit menganggu Dini yang masih menyusui sikembar. Tangannya pun tidak tinggal diam menjelajahi pungung sampai ke badan depan Dini. Dan meremasnya pelan.
__ADS_1
"Ssshhh.. abangh...". desah lely lagi.
"Sayang, apa Sudah kamu susui mereka keduanya?". tanya Aldi sambil terus meremas sarang asi anak kembarnya." Sudah kosong terasa, tidak sekeras tadi saat baru tidur". ucap Aldi.
Dini hanya menganggukan kepala, karena dia tahu tabiat suaminya ini. Yaitu, setelah sikembar disusui dan tertidur, suaminya lagi yang minta dikelonin oleh istrinya.
Karena hanya saat si kembar selesai menyusu tengah malam dan tidur lagi, ini saatnya bagian Aldi dimanjakan.
Ya, semenjak punya anak aldi sering minta jatah menjelang subuh. karena menjelang tidur malam Dini terlihat lelah, dan si kembar juga belum tidur.
"Abang pindahkan si adek ke boxnya ya". ucap Aldi.
Dini mengangguk, setelah aldi mengambil anaknya dan memindahkan anaknya, dini masuk kamar mandi untuk buang air kecil bersih-bersih.
Dan. Mereka pun melaksanakan ritual saling menghangatkan tubuh dan berbagi peluh satu jam lebih menjelang masuknya waktu subuh.
Aahhh... ucap Aldi melepaskan sesuatu yang telah menumpuk dua hari ini mengalir di bawah sana dengan lancar.
"Terima kasih sayang". ucap Aldi mengecup kening Dini yang masih berada di bawah tubuh aldi dan di dalan kungkungan tangan aldi.
Aldi merebahkan tubuhnya di samping tubuh polos istrinya itu, dan memeluknya.
"Istirahatlah sebentar sayang, nanti abang bantu memandikan kamu". ucap Aldi mengecup pelipis Dini.
Dini mengangguk dan membalas pelukan suaminya. Dan mereka istirahat sejenak, sampai peluh mereka mengering di kulit mereka. Barulah mereka mandi besar.
Seperti janji Aldi tadi, dia mengendong tubuh dini kekamar mandi dan memandikan dini. Berdua saling menyabuni dan saling mengosok di dalan bathtub.
Saat mendrngar azan Aldi pergi sholat subuh di musholla rumah mami, sementara dini sholat subuh dikamar saja.
__ADS_1
.
.