Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 42.


__ADS_3

Sandra pov


ke 2


Aku senang sekali ayah berhasil menikahkan ku dengan bang rizal, walau penuh drama dan sedikit ancaman. Bukan sedikit sebenarnya, Tapi membuat takut, siapa yang tidak takut... ditodong golok dan parang dan pelototan mata tukang angkat yang bekerja di tambak ayah. aku yang melihat saja juga deg-deg an.


Melihat bang rizal yang mengigil saat mengucapkan ijab qabul aku senenarnya kasihan, tapi tujuanku harus terlaksana.


Ya..... anakku harus punya akte kelahiran. dengan dinikahi bang rizal, meskipun baru dibawah tangan, aku akan mengusahakan menjelang kelahiran akan mendaftarkan pernikahan ini secara resmi,biar ada buku nikah, dan anakku akan punya akte kelahiran dengan nama orang tua lengkap, bukan akte kelahiran yang hanya nama ibunya saja tertulis.


Tapi belum ada rencana apapun terlaksana, dan belum dua jam aku selesai dinikahi bang Rizal, ayah ku di tangkap polisi karena kasus tabrak lari, langsung dibawa ke kantor polisi.


Aku dan ibu tentu syok, rencana hanya membuat dini jera malah jadi cedera, bahkan sampai kepalanya bocor, dan dibawa kerumah sakit ibukota provinsi.


Rencana awal ayah hanya ingin dini jatuh dan luka- luka, biar pernikahannya di tunda karena lecet atau patah tulang. Tapi malah bocor kepalanya,hingga ayah yang ditahan polisi.


Memang beberapa hari ini aku dan ayah sering mengikutinya pulang dan pergi bekerja, tapi sering gagal eksekusi, karena naik ojok sering mobil ayah tertinggal. Dan keberuntungan sore itu dia malah naik angkot, maka pas sedang turun angkoy ayah menyenggol angkot tersebut dan....


brakk... dini tersungkur ke aspal karena pas kakinya sedang menantung belum sampai menginjak tanah saat turun dari angkot.


Ayah langsung kabur dan menjemput ibu kerumah nenek. Awalnya ayah akan ke kampung ibu tiri ayah ditepian danau*******, untuk menjemput ikan di keramba saudara tiri ayah, karena ada pesanan partai besar.


Tapi saat mendengar kakek menelfon ibu kalau Dini cedera parah dan harus dibawa ke rumah sakit kota provinsi . ayah tidak jadi pergi menjemput ikan, beliau pergi ke rumah sakit tempat dini dibawa untuk pertolongan pertama bersama ibu.Semua keluarga juga berada di sana


Disanalah beliau mendengar kalau bang rizal sedang berada di perjalanan pulang dari rumah orang tuanya. paman ku ayahnya dini berusaha menelfon bang rizal, tapi tidak diangkat.

__ADS_1


Muncul ide jahat ayah untuk menjebak bang rizal. beliau tidak pulang kerumah setelah ambulan yang membawa dini berangkat. Ayah menyuruh ibu dan seorang temannya pulang untuk menjemputku dan membawaku kerumah salah satu anak buah ayah yang berada di luar kota, sekitar satu jam perjalanan.


Disana aku di pakaikan stelan kebaya dan hijab sewarna dengan baju, pink muda. aku juga dirias seadanya oleh istrinya teman ayah yang membawaku tadi. Aku sebenarnya bingung, kok seperti mau nikah saja.


Tidak lama setelah aku dirias ayah datang bersama kudua temannya yang lain bersama bang rizal, disini aku mulai paham kalau aku akan dinikahkan segera. mungkin tadi saat ibu tiba di rumah bang rizal sampai juga di rumah sakit maka tidak lama aku di dandani ayah juga sampai di rumah temannya ayah.


Ayah dan kedua temannya memaksa bang rizal masuk, memberikan pakaian kemeja yang sewarna dengan bajuku dan sebuah kertas yang ada tulisan dan harus dihafal oleh bang rizal. yang akhirnya aku tahu itu di tulis namaku dan nama ayah, untuk ijab qabul nanti.


Dan saat sampak di rumah ayah langsung diciduk polisi, dan ditahan. Aku dan ibu jadi pusing, apalagi bang rizal sejak malam iti dia tidak pernah menampak kan diri, menghilang. Nomor hpnya pun tidak aktif.


Aku pernah pergi ke tempatnya bekerja tapi dia tidak ada disana, bahkan aku sering mengikuti dini, baik pergi maupun pulang bekerja, tapi tidak ada yang aneh, dia bekerja seperti biasa, tapi tidak ada bang rizal. Aku dan juga pernah menemui dini di rumahnha, taoi tidak ada titik terang, mereka juga tidak tahu kemana bang rizal. Dua bulan sudah aku menikah dengannya.


Aku binggung, pusing, kacau, dan sekaligus panik. karena perutku susah mulai nampak, semua orang dan tetangga belum ada yang tahu aku telah menikah. kehamilan ku ini kalau aku tidak salah hitung sudah lebih empat bulan.


Aku melakukan saat sibuk waktu mempersiapkan acara reunian, acaranya sering ke kota sebelah di tapi pantai dan bahan menginap di pulau tempat wisata. Tapi ada beberapa orang teman menjadikan kumpul- kumpul ini jadi ajang jalan- jalan dan liburan, karena mereka juga berada di luar kota dan provinsi.


Tapi entah aku yang tidak pernah minum miras, hanya satu gelas kepala ku sudah pusing, mereka malah minum banyak dan joget- joget sampai.... melakukan s** bebas , saling bergatian pasangan.


Aku yang masih pusing, hanya bisa tiduran, tapi tiba- tiba aku merasa di gerayangi oleh seseorang, badanku tidak bisa bergerak, karena terasa berat, dan.....


Saat aku bangun aku mendapati tubuhku polos, hanya diselimuti selimut. Di kasur sebalah kiriku tidur seorang teman laki- lakiku, di latai kamar ketiga temanku pun tidur bergelimpangan, mereka saling peluk, satu laki- laki dan dua orang perempuan.


Aku yang baru pertamakali melakukan s** merasakan sakit pada tubuhku, seluruh badan juga sakit saat digerakkan. Aku berusaha untuk bangun, kulihat kejendela, keadaan diluar belum terlalu terang, masih pagi....


Dan...... semenjak malam itu selama tiga hari kami menginap di pulau itu Semua temanku melakukannya tanpa malu, bertukar pasangan. Awalnya aku jijik, dijamah bergantian oleh kedua temanku. Akhirnya akupun melakukan seperti kedua temanku itu.

__ADS_1


selama dua bulan aku sering pergi kumpul dengan temanku, dan melakukannya. Tidak hanya kepulau, ada juga di hotel, kontrakan teman, bahkan sampai ke kosan teman, yang tidak di jaga ibu atau bapak kos. Setiap berkumpul ada juga yang membawa teman baru, baik laki- laki maupun perempuan dan..... tahulah kelanjutannya.


Tidak tahu entah sudah berapa laki- laki menjamah tubuhku... hingga aku telat haid, di situ aku panik, laki- laki mana yang meninggalkan benih di rahimku. Siapa yang akan mau bertanggung jawab. pusing aku....


Saat sedang kacau itu aku ingat bang rizal, yang sudah dua bulan ini aku abaikan, saat akan menemuinya aku dapat kabar dari ibu kalau Bang rizal sudah tunangan denhan dini, dan berencana menikah dua bulan lagi.


Aku minta pada ayah agar menikahkan aku dan bang rizal, apapun caranya. Karena aku tidak mau keduluan dari dini, Alasanku pada ayah. Dan ayah mendapat waktu yang tepat, dengan dini kecelakaan dan memaksa bang rizal menikahiku.


Bahkan sampai dua bulan semenjak menikah, bang rizal hilang, bak di telan bumi. Sampai datanglah orang yang katanya keluarga bang rizal. Mereka menghubungi paman umar san paman umar menghubungi ibu. tapi mereka tidak mau datang kerumahku, mereka maunya di rumah pamanku, ayahnya dini.


Disana aku benar- benar di kupas hingga aku dan ibu tidak bisa beekutik lagi, padahal aku bersikeras tidak mau pisah dengan bang rizal, karena sedang hamil anak bang rizal alasanku. dengan berdebat dan berkilah aku memastikan itu.


Mereka sudah memberi solusi agar aku mundur saja, untuk mencari dan mengatasnamakan bang rizal. dan aman tidak akan di ganggu. tapi aku menolak.


Sampai Mereka mengancamku, ingin membawa kejalur hukum dan menjebloskan ku ke penjara. aku jadi takut, ayah saja masih beberapa bulan lagi baru keluar. makanya aku akhirnya mengalah. Untuk hari ini..... aku mengalah, Aku masih akan berusaha untuk mencari bang rizal. ataupun membuat dini untuk tidak kembali dengan bang rizal.... tekadku.


.


.


.


like Dan coment ya temans


🙏🙏dukung ottor , jangan lupa follow ig ottor @rd_devii

__ADS_1


dan terima kasih sudah mampir di tulisan ottor ini... 🙏🙏


__ADS_2