
Pov Samsul.. Ayah sandra
Aku sebenarnya kesal dengan Husein, dari dulu saat masih sekolah selalu beruntung. Sekolah termasuk pintar, disukai guru, pandai bergaul baik disekolah maupun di kampung. Umurku besar tiga tahin darinya, tapi aku sekolah sama dengannya, karena beberapa kali tinggal kelas.
Saat lulus sekolah pun dia beruntung dariku, dia lulusan pesantren dan di ajak ustad mesjid untuk mengajar mengaji di mda di kampungku.... kampungku, bukan kampungnya dia, rumahnya berada di kampung sebelah.
Bahkan dia juga mempersunting wanita idamanku, aku sedari nur sma sudah mengicarnya untuk kujadikan istri, nur anak ustad pasti tidak mau pacaran, tapi aku malah bersaing dengan temanku untuk mendapatkannya , kami taruhan siapa yang bisa mendapatkan nur akan di belikan motor. tapi.......
Belum sempat mulai dan masih berencana kapan taruhan itu, nur malah bilang telah di jodohkan dengan husein, dan segera menikah.. meskipun aku meninju husein agar membatalkan niatnya untuk mempersunting nur, tetap mereka menikah. apes aku... wanita idaman tak didapat .
Yang tambah apesnya lagi , kakak tertua husein Samsinar malah jadi istriku. Aku dijodohkan orang tuaku dengan Samsinar karena samsinar pernah menolong ibuku saat di pasar, ibuku jatuh pingsan saat belanja, ibuku memaksa belanja kepasar waktu itu, padahal ibu baru sembuh dari sakit darah tinggi dan dirawat seminggu di rumah sakit.
kebetulan dia juga sedang belanja dengan ibunya. dan Dia yang mengantar ibuku ke puskesmas pembantu di samping pasar, menunggui sampai ibuku sadar dari pingsannya. Bahkan dia juga yang mengantar ibuku pulang dengan mencarter angkot. Jadilah ibuku ingin menjodohkanku dengannya.
Tentang Husein yang jadi adik iparku malah senyum saja. tidak ada tanggapan apa-apa.
Dan anak kami pun sama- sama wanita beda beberapa tahun, anakku sering iri dengan anaknya, dia cantik sama seperti Nur, wanita idamanku. Anakku sering mengeluh, kalau anaknya punya mainan baru atau barang baru anak ku sering minta juga, tapi aku kadang tidak bisa memberikan karena keluarga nur banyak merantau diluar provinsi, maka mereka sering dapat oleh- oleh dari jauh.
Aku hanya bisa bilang pada anaknya agar mau berbagi, tapi anakku ingin memintanya saja tentu mereka tidak mau. Aku bahkan mengajarkan anakku jahat, kalau mereka tidak mau rusakkan saja barangnya, itu aku lakukan karena masih iri dengan husein, punya istri cantik dan anak juga cantik dan ganteng. sedangkan anakku cuma satu, dan tidak secantik anaknya. Bertambah iriku....
Sampai saat anakku lulus kuliah, anakku juga mengambil pekerjaan anaknya husein, anaknya yang baru lulus smk ditawarkan untuk mengajar paud, sedangkan anakku yang lulusan sarjana seni belum bekerja, maka aku suruh saja anakku menemui kepala paud itu dan minta anaknya husein di berhentikan karena tidak cocok jadi guru karena hanya lulusan smk. Dan... anakku pun jadi guru paud, sedangkan anaknya husein hanya jadi karyawan toko.
__ADS_1
Tapi.... keberuntungan didapat lagi oleh anaknya husein, dia punya pacar, awalnya anakku bilang pacar anak husein itu polisi.semakin sakit hatiku, ini tidak bisa di biarkan. maka aku semangat menyuruh anakku untuk mengaet pacar anaknya husein.
Tapi pacarnya anaknya husein teguh pendiriannya sudah berbagai fitnah yang di berikan anakku dan istriku padanya dia tetep tidak terpengaruh, bahkan akan melaksanakan pernikahan. Dengan segala usaha aku lakukan, aku mengikuti anak husein untuk mecederainya, hampir setiap hari.
Tepat sore itu, dia pulang dengan angkot rencanaku akan kutabrak saja dia tapi, aku ragu, karena dia pasti turun dan tidak menyebrang jalan. Maka aku lihat dia yang sudah hampir sampai di pintu angkot, saat akan turun aku tabrak belakang angkot itu, dan... dia terjatuh kebawah mobil, senanglah hatiku aku spontan berucap ' mati saja sekalian'.
Aku pun langsung kabur dari tempat kejadian, melihat belakang angkot tidak begitu parah,dan dia sudah terkapar. Orang- orang berdatangan. Aku yang memang akan menjemput istriku karena mau menjemput ikan kekeramba di danau ******* langsung kerumah mertuaku.
Tapi saat akan berangkat, istriku menerima telfon kalau anaknya husein kecelakaan dan tidak sadarkan diri, karena kepalanya terbentur trotoar. Aku senang, pernikahan anaknya batal dan calon menantunya bisa ku tikung.
Sesampainya di ugd aku mendengar kalau calon menantunya belum sampai dan tidak mengangkat telfon, tapi dia tahu kalau calon istrinya di ugd ini, sementara anaknya akan dibawa ke rumah sakit provinsi. maka terbersit untuk menjebaknya lagi.
Kebahagiaanku tidak bisa kunikmati, baru saja sampai di rumah aku langsung diciduk karena tuduhan tabrak lari. sial.... siapa yang mengetahui kalau aku yang menabrak. dan aku di penjara enam bulan.
Di penjara aku mendapat kabar kalau anakku sedang hamil , tapi suaminya tidak mau pulang karena kecewa dipaksa menikah. aku dendam lagi sama husein, mungkin dia yang mempeharuhi menantuku.
Ketika keluar dari penjara aku mendapat kabar kalau anak yang ada dalam kandungan anakku bukan anak suaminya. aku kecewa, tapi aku ingin dia yang bertanggung jawab karena dia suaminya, aku mengancam husein dan si madi, orang suruhan suami anakku untuk memberikan alamat mertua anakku, tapi meteka tidak mau.
Bahhkan sampai cucuku lahir mereka masih bungkam. maka aku suruh anak buahku mengeroyok mereka sampai dapat alamat orang tua menantuku. dan mereka masuk rumah sakit keduanya, siang itu orang tua menantu ku datang dia ingin bertemu, tapi bertemu di rumah husein katanya, aku awalnya tidak mau minta dirumah sakit saja sekalian melihat menantunya anakku. meteka tidak mau,vakupun mengalah. Dan datang.
Disana ada ayah mertuaku,adik iparku,dan juga ayah mertua anakku. mereka menjelaskan yang sebenarnya terjadi. serta aku di ajari, di cerca, disalahkan bahkan di ancam. aku tidak tahu akan jawab apa. Ternyata aku dan anakku selama ini salah, salah tanggap, salah sasaran dan salah menilai semua. ternyata memang anakku yang bersalah dari awal. bahkan dari kecil. tapi aku mengikutinya, membenarkan kesalahan anakku.
__ADS_1
Dan....... saat anaknya husein yang calon suaminya di tikung anakku datang, dan mengetahui kalau ayahnya cedera oleh anak buahku. Ternyata anaknya lebih ganas dari petinju thai boxing.
Melemparku dengan kursi sofa kecil tanpa sandaran, meninjuku, memukulku dan menendangku membabi buta tanpa ampun dan tanpa jeda. Aku merasa badanku remuk semua, tenaganya cukup kuat untuk seorang wanita yang biasa kulihat lemah dan lembut dalam bersikap. Ternyata baru aku tahu dari ayah mertuaku, kalau dia itu sudah ikut tae kwon doo dari sd, karena dulu saat kecil tomboy. Iya aku ingat itu, temannya dulu waktu kecil banyak anak laki- laki dari pada perempuan, bahkan sepeda yang di rusak anakku dulu adalah sepeda bmx, banyak anak cowok yang memakainya.
Srkatang aku dihadapkan drngan hukum lagi,si madi yang di keroyok anak buahku kritis, dia belum sadar dari lagi sampai malam ini.
Dan si husein juga cedera parah tapi tidak separah si madi..
Apes.... ini karena mengikuti kemauan anakku yang kumanja dari kecil, kudidik dengan menanankan rasa iri pada sesama sahdara dan dendam dengan keluarga sehingga aku yang menuai hasilnya.
.
.
.
.
🙏🙏
Terima kasih sudah mampir di tulisan ottor ya temans.... dukung ottor terus dengan like Dan coment... ottor tunggu.... 🙏🙏
__ADS_1