
Tok... tok..... tok....
" Assalamualikum......
Husein..... Nur.......
Assalamualaikum...."
kami sling pandang , ku lihat masih kurang jam sembilan, siapa yang bertamu malam- malam.
Ayah bangkit dari duduknya, beliau menuju pintu dan membukanya, ibu juga mengiringi ayah. kami hanya duduk, tapi memantau keadaan di depan.
" Samsul itu sangat keterlaluan....".
Ternyata kakek yang datang bersama om umar. Mereka langsung di suruh ayah masuk, dan mereka duduk , kakek duduk sambil mengomel panjang. mengucapkan nama samsul, ayah kak sandra, ada apa gerangan....
" Ada apa yah... umar... datang- datang sudah marah- marah..". tanya ayah pada kakek dan om umar.
" Si samsul, dia akan memisahkan sandra dan anaknya... ".
"Astaghfirullah....". ucap ayah dan ibu. kamipun terkejut mendengar.
" Sandra tidak boleh merawat anaknya oleh bang samsul bang, dia ingin anaknya sandra di rawat oleh adik tirinya di kampung...". ucap om umar.
" Dia ingin sandra menikah ulang dengan rizal, katanya sandra hamil anak orang lain membuat sandra sial, padahal kan memang sandra yang menciptakan kesialan untuk dirinya sendiri... ".kesal kakek.
"Tadi kami ke klinik untuk melihat sandra dan anaknya, tapi dilarang samsul, dia tidak ingin kita melihat anaknya sandra, katanya gara- gara kita yang mempengaruhi rizal makanya rizal pergi dari sandra.
Dan katanya lagi rizal belum mengucapkan talak pada sandra, maka sandra masih sah jadi istrinya rizal ". jelas om umar lagi.
" Aku tidak habis fikir, kenapa Samsinar juga ikut- ikutan samsul yang keras kepala itu". keluh kakek " Dari dulu samsul itu selalu nencari masalah, dia yang keras kepala selalu mengkambing hitamkan orang lain dalam masalahnya ".ucap kakek
" Kacau si Samsul itu, minta di ruqiyah dia itu..., waktu dia baru keluar dari penjara dia juga mendatangi ku ke sawah, dia marah- marah, manuduhku yang menyuruh rizal menceraikan sandra, padahal semenjak Dini kecelakaan dan tahu dia telah menikah aku tidak pernah bertemu dengan rizal, ataupun menelfonnya.
Bahkan samsul kembali mengancam akan mencelakai anak- anak dan istriku kalau masih ikut campur dengan urusan keluarga mereka, kan aku tidak pernah mengurus mereka, menanyaipun tidak pernah lagi semenjak dia manampar Dini waktu itu...". kesal ayah menjelaskan pada kakek dan om umar.
" Makanya aku tidak mau melihat sandra dan anaknya. berapa hari yang lalu dia mampir, tapi di atas motor saja, dia bilang akan putus tali persaudaraan denganku dan tidak boleh saling mengunjungi lagi". jelas ayah lagi.
__ADS_1
Ooo pantas ayah mengatakan kalau tidak akan melihat kak sandra dan anaknya tadi.
Kakek dan om umar terdiam mendengar cerita ayah. mereka semua larut dalam fikiran masing- masing. sepi...
Ibu yang membawa minumanpun tidak berani berkata- kata, hanya meletakkan di atas meja dan berlalu kembali ke belakang.
" Sebenarnya kami kesini minta solusi sama kamu Sein, aku tidak tahu kalau kamu di ancam, kalau begitu kamu lebih baik menghindar saja dengan samsul, seperti yang dia katakan, samsul itu orangya nekat dan pendendam , siapa yang dirasa menganggu akan di celakai bahkan sampai ada yang meninggal.
Dulu dia juga pernah konflik dengan anak tiri ayahnya bahkan sampai cedera parah dan meninggal. tapi dia lolos dari hukum, entah siapa yng ada di belakangnya ". jelas kakek pelan.
Mungkin tidak mendapat solusi untuk melarang ayah kak sandra agar tidak memisahkan kak sandra dengan anaknya.
kakek dan om umar pun pulang dengan lesu. Kami pun tidak tahu untuk memberi masukan apa yang terbaik. Karena kamipun dalam ancaman.
...
Hari- hari kami lalui seperti biasa, tidak ada yang berubah, hanya sekarang kami lebih waspada dalam bergerak dan berbicara, masih takut akan datangnya ayah kak sandra yang masih dendam pada keluarga kami.
Kakek dan om umarpun jarang berdiskusi dengan ayah, was -was dengan ayah kak sandra. takut, nanti kalau bertemu dibilang sedang merencanakan sesuatu. hingga ayah lebih sering kekebun dari pada bertemu kakek.
Pagi itu aku berangkat kerja mengunakan angkot, aku berjalan bersama putribke pertigaan depan, kami membicarakan jualan onlineku, putri nanti siang menjemput ketoko, karena nanti siang dia cepat pulang katanya.
Sampai di pertigaan aku melihat ada keramaian di seberang jalan, ada apa gerangan, kami pun bertanya pada orang yang lebih dahulu sampai di sana.
" Ada apa ramai- ramai bang?". tanyaku pada seorang laki- laki yang sedang berdiri di dekat ku biasa menunggu angkot.
" Itu.... bapak yang jaga warung dekat kosan itu di keroyok tadi pagi oleh beberapa orang, sekarang sedang di bawa kerumah sakit ". jelasnya.
Orang itu menunjuk kosan tempat yang pernah bang rizal tinggal disana. itukan kata ayah kosan punya ayahnya bang rizal?. siapa yang di keroyok ?. dan siapa yang mengkeroyok ?! apa ya motifnya?!.
Aku saling pandang dengan putri . tapi kami tidak tahu, entah orang mau merampok atau minta hutang. kan banyak terjadi sekarang kalau yang punya hutang lebih ganas dari yang mengadih utang.
Entahlah, yang penting kita tidak pernah memancing kesalahan agar tidak disalahkan.
Akupun pergi naik angkot drngan putri, bersamaan dengan orang- orang yang juga sedang menunggu angkot.
Bekerja... dan bekerja...semangat dan semangat, aku lalui hari ini dengan penuh semangat. sampai toko tutup dan aku pulang dengan angkot lagi.
__ADS_1
Sampai di rumah aku dikejutkan dengan adanya tante irma di rumah, ada apalagi ini?!. pikirku .
" Masuk Din... ". Ajak tante irma, padahal kan rumahku.
Aku memandang semua yang ada, teryata ada ayahnya rizal, kakek , om umar dan.... ayahnya kak sandra. tidak kulihat ada ayah dan ibu. kemana mereka, putri pun tidak ada hanya ad ilham,
" Begini nak Dini.... ayah minta maaf, karena masih memberikan masalah yang berat buat keluarga kamu, kami tidak menyangka, hubungan mu dan rizal sudah kita angab selesai, tapi masih ada yang tidak percaya, masih menganggab kalian main belakang, sehingga mereka belum menerimanya.
Dan membuat mereka gelap mata. Ayah ingin kamu sabar, jangan jangan main hakim sendiri seperti mereka, mereka....".
" Ada apa sebenarnya yah....!!?". tanyaku tidak sabar, merasa ucapan ayah bang rizal terlalu lama basa basinya.
" Itu.. ayahmu di serang orang suruhan samsul... "
" Apa...." teriak ku berdiri.
" Duduk dulu Dini..". ucap kakek lembut.
"Dimana ayah sekarang !??". tanyaku emosi masih berdiri.
"Di rumah sakit....".
Kuambil anak kursi tamu langsung ku lempar ke ayah kak sandra yang sedang duduk menundukkan kepala. Pas tiba di kepalanya, dia tidak sempat menghindar karena tidak melihatku.
Semua menahanku, tapi emosi ku sudah di ubun- ubun, jiwa bar- bar ku yang terpendan terpancing kembali.
.
.
.
.
Like & coment ya temans ottor 🙏🙏
terima kasih sudah mampir di sini 🙏💪
__ADS_1