
keesokan harinya, Aldi mengajak Dini dan sikembar untuk belanja makanan untuk oleh-oleh. karena besok pagi mereka akan berangkat pulang ke provinsi mereka.
Dan juga akan mengunjugi kantor Aldi dan temannya, untuk mengambil berkas proyek yang aldi tangani.
Sekalian pamit kepada temannya dan juga mengembalikan mobil teman aldi, yang dia sewa pakai selama di bandung.
"Terus kalian mau pakai apa ke bandara besok?!". tanya teman Aldi, yang punya mobil.
"Pak bagus, supir kantor. Aku mengantar mobil ini kesini, biar besok pak agus yang jemput aku ke aparteman". ucap aldi pada temannya itu.
"Memangnya kalian tidak akan kemana-mana sore dan malam nanti?".
"Tidak, dua hari kemaren dan hari ini juga keluar. nanti sore sampai besok istirahat saja. takut si kembar kecapek an, besok juga seharian di perjalanan". jawab Aldi.
"Ok baiklah. selamat beristirahat ya". ucapnya "Pukul berapa kalian akan di jemput pak bagus?!".
"Pukul sembilan. pesawat kami pukul sebelas".
"ok.. besok aku saja yang jemput kalian. dan mengantar ke bandara". ucap teman Aldi.
"Terima kasih, apa tidak merepotkan kamu nanti?!". basa basi aldi.
"Ngak!". jawabnya.
Mereka berbincang sambil duduk di ruang kerja teman aldi sambil memeluk sikembar. teman Aldi juga memeluk abang Ahsan dan aldi memeluk adek ihsan.
Sementara dini hanya melihat dan mendengar saja.
Selesai berbincang Teman aldi mengantar Aldi dan keluarganya ke apartemen yang tidak jauh dari kantor. karena sudah hampir ashar.
Seperti yang dikatakan teman aldi kemaren. belum jam sembilan, dia sudah sampai di aparteman aldi.
Bawaan aldi tidak begitu banyak. hanya satu koper dan dua tas ransel sedang. tas ransel berisi keperluan sikembar di perjalanan.
Sebelum berangkat, aldi memberikan kunci aparteman pada temannya. karena apartemen ini teman aldi yang mengurusnya waktu aldi dan keluarga kecilnya akan datang.
Dan rupanya teman- teman Aldi yang lain datang kebandara untuk melepas keberangkatan aldi ke kotanya.
Mereka juga memberi sikembar oleh-oleh, sebuah kardus sedang yang sudah di peking rapi. juga ada beberapa papper bag yang mereka berikan.
"Nanti kita akan datang waktu peletakan batu pertama proyek kamu". ucap salah satu teman Aldi.
__ADS_1
"Iya, kami akan kesana bersama nanti. untuk mensurfey". jaeab yang lain.
"Baik, aku tunggu kedatangan kalian". jawab aldi
Mereka berbincang sebentar sebelum aldi masuk ke ruang bandara untuk cek in.
.
.
Kurang lebih dua jam penerbangan, dengan sekali transit di jakarta. Aldi dan keluarganya sampai di bandara provinsi mereka.
Mereka di jemput kebandara oleh bang yan, supir mami. Aldi dan dini sholat zuhur terlebih dahulu di bandara. karena pesawat mereka baru mendarat dan keluar ruang ambil barang pukul dua kurang.
Selesai sholat mereka keluar dari bandara, dan pergi ke restoran LO. yang terkenal di ibukota kota provinsi mereka. di jalan persimpangan bandara kota p ini.
Selesai majan siang yang terlambat karena perjalanan tadi. mereka menuju kot B, yang akan di tempuh lebih kurang dua jam lebih dari kota p ini.
Aldi, Dini dan si kembar sampai di rumah mami menjelang magrib. Dan di sambut oleh mami dan ibu Dini.
"Kangen abang Ahsan dan adek Ihsan..". ucap mami menyambut cucunya dari atas mobil.
Mami mengambil adek Ihsan yang di gendong Aldi, dan ibu mengambil abang Ahsan yang di pangku mami.
Selesai sholat magrib mereka makan malam bersama. sikembar terlihat sudah mandi. dan pasti para nenek yang memandikan mereka.
Dari mereka sampai tadi Aldi dan dini belum bertemu dengan anak kembarnya. Baru saat akan makan malam ini mereka bertemu.
Sikembar yang ikut makan bersama di meja makan duduk di kursi tinggi untuk bayi. ternyata sudah dibelikan untuk mereka. dan sikembar senang ikut makan bersama di meja makan.
Ibu dini pamit pulang setelah selesai makan malam.
"Kenapa tidak menginap disini saja bu". ucap aldi dan dini.
"Lain kali saja. ibu besok diajak mak sam untuk belanja karena akan mengadakan selamatan kalau sandra sudah menikah". jawab ibu dini.
"Oh ya.. Alhamdulillah sandra sudah menikah. tidak akan menganggu dini lagi kedepannya". jawab mami.
"Iya, semua bersyukur, kalau sandra sudah menikah. dia tentu tidak akan berambisi lagi untuk bersaing dengan dini. padahal dini tidak pernah merasa menyaingi dia". ucap ibu.
"Kapan acara selamatannya bu?!". tanya dini.
__ADS_1
"Hari minggu. rencananya minggu kemaren acara selamatannya. tapi suami sandra baru bisa cuti minggu ini. makanya hari minggu acaranya.
dan besok jum'at mak sam mengajak belanja keperluan dapur. dan langsung memasak rendang.
Lusa hari sabtunya memasak yang lainnya. jadi ibu tidak bisa menginap". ucap ibu.
"Tidak apa-apa besan, lain kali menginapnya. semoga acaranya lancar". ucap mami.
"Terima kasih besan, besok datang ya bareng dini kerumah kak sam. dia nitip pesan mengundang besan. karena kak sam tidak pakai undangan acara selamatannya". ucab ibu.
"Insha allah, kami akan datang". jawab mami.
Akhirnya ibu pulang diantar bang yan. Awalnya Aldi menawarkan untuk mengantar ibu mertuanya. dan mertuanya menolak, tahu kalau aldi mungkin masih capek, karena baru sampai.
Menjelang tidur si kembar bermain dengan kakek dan neneknya. bakan mereka mengacuhkan ayah dan ibunya. Dan ikut kekamar nenek dan kakek mereka.
Malam itu sikembar di culik kakek dan nenek mereka, untuk tidur dengan mereka. maka tinggalah Aldi dan dini tidur berdua saja.
Padahal baru pukul sembilan, dan selesai sholat isya mereka tiduran untuk istirahat. walau belum mengantuk.
"Apa kita hadir saat selamatan kak sandra bang?!". tanya Dini pada suaminya Aldi.
Aldi menarik dini yang tidur di sampingnya, ke dalam pelukannya dan mencium kening Dini. dan mengusap ubun-ubun istrinya itu.
"Kenapa. apa kamu takut bertemu dia?!". ucapnya memainkan rambut dini.
"Tidak. cuma apa kak sandra akan marah-marah padaku saat kita datang. kan dia masih marah sama ku bang". ucap Dini memainkan kacing piayama suaminya.
"Pasti tidak lah sayang, kan dia ada suaminya. apalagi dia sedang bersanding di pelaminan. tidak mungkinlah mengacaukan pesta nya sendiri.
Kita harus datang, walau sebentar. nanti jika sandra itu bersikap aneh, kita lekas saja menghilang. pergi dari pesta itu. aman kan?!". ucap aldi menenangkan istrinya itu.
Sandra hanya mengangguk kan kepalanya setuju. Jarinya masih memainkan kancing piyama aldi.
"Mau buka kancing bajunya. buka saja, tidak ada yang melarang kok. malah abang senang ". ucap Aldi.
Dini terkejut dan melihat aldi yang sedang nyengir, juga sedang melihat kearahnya.
Aldi gemes melihat Dini yang sedang menganga mulutnya. Tanpa Aba-aba Aldi ******* bibir Istrinya itu.
.
__ADS_1
.