Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 57


__ADS_3

" Samsul bilang Sandra itu sedang pacaran dengan suami orang, dan istrinya mengamuk di rumah kak sam , sampai kak sam nenangis mengadu ke ayah". jelas ayah.


" Astaghfirullah... " ucap ibu sambil geleng- geleng kepala.


Kak sandra, ternyata bukan hanya kepadaku saja dia suka merebut. Aku tidak habis fikir, padahal malu yang kemaren saja masih melekat, sekarang mau bikin masalah lagi.


" Yang lebih parahnya, laki- laki yang dia pacari anak pak mul, kamu kan tahu, pak mul itu selalu bermusuhan dengan samsul, makanya samsul ngamuk- ngamuk, mengatakan kalau anak pak mul yang mengoda sandra


Kita kan tidak tahu, apa sandra yang mulai atau si candra anak pak mul itu". jelas ayah.


" Istri si candra itu kan yang bekerja di hotel, sama dengan tomy ". ucap ibu.


" Iya... aku tidak habis fikir, sandra bikin malu saja, membuat semua pusing, apalagi ayah, melihat kak sam menagis- nangis jadi tidak tega ". jawab ayah.


" Kok bang candra mau saja selingkuh dengan kak sandra yah, nama kak sandra sedang buruk, mau- maunya dia ". ucapku


" Entahlah, ayah juga tidak tahu. padahal istrinya lebih cantik dari sandra ". ucap ayah.


" Ah , kalau bukan ayah yang menyuruh kesana tadi ayah tidak akan mau, malas bertemu si samsul, disana hanya marah- marah sama kak sam, padahal dia yang memanjakan sandra, menuruti semua keinginan sandra,.


Sekarang pas sandra tidak mau mendengar kan ucapannya malah marah- marah. Tadi saja dia masih menyalahkan aku dan dini, katanya gara- gara dini melarang Rizal untuk pulang maka sandra jadi janda. parah kan?! tidak mau instrofeksi diri sendiri dia ". ucap ayah kesal.


" Kok masih menyalahkan Dini yah ?!. kan sudah tidak ada hubungan lagi sama bang Rizal ". ucapku kesal.


" Iya bang, kan memang Sandra yang salah ". jawab ibu. " Besok- besok abang tidak usah bantu mereka , biarkan saja mereka, kan kemaren- kemaren mereka yang memutus tali persaudaraan. Sampai bikin ayah cedera ". jawab ibu kesal.


" Iya yah... Aku takut nanti kita di salahkan lagi ". jawabku membenarkan ucapan ibu.


" Iya... ayah rencananya tidak akan ikut campur lagi, ayah akan datang kalau kakek minta datang kerumahnya, ayah akan datang untuk menghibur kakek dan nenek saja, kasihan .. mereka jadi kepikiran sandra dan kak sam ". tekad ayah.


Aku dan ibu mendukung rencana ayah, kami tidak akan ikut campur, dan akan berusaha untuk tidak bertemu, takut kena efek lagi.


...

__ADS_1


Pagi- pagi sedang sarapan pagi telfon ayah berdering, kata ayah dari om umar. Ayah tidak mengangkatnya, kata ayah palingan mssih tentang kak sandra. Ayah bukan tidak peduli, tapi tidak mau ikut campur saja. Dan hari ini ayah juga sibuk, kata ayah kalau ada apa- apa nanti paling om umar mengirim pesan, atau mencari ayah.


kami hanya diam saja sambil tetap makan. Selesai makan kami melaksanakan pekerjaan masing - masing, aku pergi bekerja, ilhan dan putri kesekolah, ayah kekebun katanya sedang panen ubi, ada pelanggan yang menjemputnya sore nanti.


pukul setengah sembilan hpku berbunyi, kulihat dari kak sandra, aku biarkan saja. Berulang- ulang hpku berbunyi, pangilan kak sandra. kukecilkan saja volume hpku.


" Kenapa tidak di angkat !?" tanya kak nova sambil memberikan nota belanja pelanggan.


" Dari kak sandra, males !". jawabku sambil menerima nota tersebut dan memeriksanya.


" Ooo... mesih belum akur ?".


" Sudah, tapi tidak mau ikut campur saja, masih pagi, nanti bikin mood ku hilang mendengar ocehannya ". jawabku. " Mana pelanggannya kak ?!". tanyaku setelah memeriksa nota, menunggu pelunasan saja lagi.


" Kak ... ". Panggil kak nova memanggil pelanggan yang sedang memperhatikan temanku karyawan laki- laki sedang mempak barang belanjaanya. Dia melihat ke arah kami, dan menuju ke meja kasir.


" Ini kak jumlahnya Rp ******** ". ucapku memberikan notanya.


Di menerimanya, dan memeriksanya kembali, setelah dirasa cocok dia memberikan uangnya.


" Kenapa lagi dengan Sandra ?!". tanya kak nova padaku duduk di depan meja kasir.


" Tidak ada hubungannya dengan ku sih kak, cuma kemaren ayah dipanggil kakek kerumah kakek, disana ayah tahu kalau kak sandra sedang jalan dengan suami orang, padahal anaknya baru berumur tiga bulan lebih. Jadi aku lagi malas saja, nanti di hubung- hubungkan lagi ". jawab ku.


" Ooo begitu. tapi Din... aku ada beberapa kali melihat sandra jalan dengan laki- laki, dua kali sih, tapi laki- lalinya beda ". jelas kak nova.


" Biar saja kak, bukan aku tidak peduli, tapi aku mau menghindari masalah saja dengan kak sandra ".ucapku.


Kak nova pun tidak bertanya lagi, aku tahu, pasti kak nova penasaran, tapi aku tidak mau bahas tentang kak sandra.


Sepulang dari bekerja aku pulang dengan ojol, dan banyak membawa jualan onlineku. Sesampai di halaman rumah aku melihat ada beberapa orang di dalam rumah.


Aku berlari masuk , kulihat sekeliling tidak ada ayah dan ibu, hanya om umar dan tiga orang baoak- bapak, aku makin panik,

__ADS_1


" Om ada apa ini !? mana ayah dan ibu ?!". tanyaku drngan nafas memburu.


" Tidak ada apa- apa Dini, ayah sama ibu ada di ruang samping ". jelas om umar.


Aku menarik nafas lega, ternyata tidak apa- apa. Akupun pergi ke belakang menuju ruang samping, tanpa basa basi pada om umar dan tamu itu.


Kulihat ayah dan ibu sedang berbincang dengan di ruang itu sambil minum kopi. selonjoran di balai-balai , akupun ikut duduk di samping ibu, sambil menghembuskan nafas keras.


" Kamu kenapa?!". tanya ayah.


" Tidak apa- apa, siapa di depan yah ?!" tanyaku.


" Orangnya pak mul, tadi mereka mau bicara di tempat kakek atau tempat kak sam ,tapi dilarang om umar, makanya di ajak kemari. tapi ayah tidak mau ikut campur, makanya ayah di belakang saja ". ucap ayah.


" iya, tadi umar juga bilang, tidak akan mengajak ayah diskusi, takut bang samsul marah lagi ". jelas ibu.


" Semalam samsul itu meninju candra karena selalu membawa sandra keluar, tapi candra bilang sandralah yang mengajaknya bertemu, katanya sandra yang selalu menemuinya, tapi samsul tidak percaya, bahkan candra kata umar babak belur dipukul samsul.


Makanya orang suruhan pak mul menyuruh mencari samsul, sebenarnya mereka tidak berdua saja datang. Itu, mobil yang di depan rumah tomy kawanannya menunggu, untuk menciduk samsul.


Maka umar tidak mau membawa mereka ke rumah kakek untuk bercerita, takut kakek dan nenek kepikiran masalah sandra dan si samsul itu ". jelas ayah.


" sebenarnya ayah juga keberatan mereka berembug disini, nanti kita akan jadi bulan- bulanan samsul, malas ayah, tapi umar akaan......


" Kurang ajar kamu umar, apa kamu tidak mau keponakan mu bahagia....".


.


.


.


.

__ADS_1


like & coment ya temans ottor


Terima kasih sudah mampir 🙏🙏


__ADS_2