Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 33


__ADS_3

" Tidak bisa.... Aku tidak terima..!!". teriak kak sandra, sambil berdiri.


" Kamu jangan bikin malu saja sandra ". Ucap om umar pada keponakannya. " Kamu harus menerima semua keputusan rizal, karena memang dini yang akan dinikahi rizal ".


" Akan aku ...".


" Sandra..... kamu punya malu tidak !?. berapa kali sudah kamu dengar, kalau rizal itu akan menikahi dini...!!". teriak kakek.


Kak sandra memandang kakek dengan mata berlinang dan tatapan marah... lalu dia pergi berlari keluar rumah. Mak sam mengejar sandra keluar.


" Sandra.... sandra.... tunggu...". teriak mak Sam.


" Aku tidak terima.... akan ku ambil kembali hak sandra.... !!" ucap ayah kak sandra berdiri, dan langsung keluar dari rumah mengikuti sandra dan mak sam.


Semua terdengar menarik nafas serentak, seperti lepas dari gangguan.. gangguan apa ya..


" Sebaikya kita sholat magrib dulu, sudah lewat azan dari tadi ". ucap kakek ayahnya ibu..


"Jamaah di sini saja, di mesjid mungkin sudah selesai jamaahnya". jawab kakek ayahnya ayah.


Ya benar.. karena panjang dan alotnya perdebatan sehingga sholat magrib telat, semua buru- buru berwudhu, yang laki-laki kekamar mandi belakang dan ada juga di kran di luar dekat pintu dapur.


Yang perempuan di kamar putri saja, aku dan ibu me gelar sajadah untuk sholat.


Semua akhirnya berjamaah sholat magrib, selesai berdo'a ibu dan tante kebelakang untuk menyiapkan minuman


" Kak nur, kita makan malam disini saja ya, itu bungkusan tadi yang akan dibawa dibuka saja lagi ". ucap ante istrinya paman Amir.


" Tidak usah dibuka yang sudah di bungkus itu, ini masih banyak lauk untuk makam malam bersama, nasinya pun masih ada tiga mangkok itu ". tunjuk ibu pada tudung saji.


" Iya.. kamu bantu kakak kamu memindahkan ke piring kecil buat makan, dapat berapapun yang penting kita makan malam ". jawab nenek. " Nur, masi panas kan nasinya ?" tanya nenek.


" Masih umi... tadi sudah dikukus ".


Semua kembali sibuk menyiapkan untuk makan malam sederhana, tante istrinya paman amir, istrinya om umar, sepupunya ibu, putri dan juga kedua nenekku bergotong royong menyiapkan agar lekas selesai.


lauk tadi siang masih ada, masih ada gulai ayam, rendang, dan sayur kapau dan ante istrinya paman amir dan sepupunya ibu menambah menu telur dadar dan kerupuk udang. menu darurat.


Nasipun di tambah masak di atas kompor biar lekas matang, buat tambahan kalau- kalau kurang.


" Tidak usah repot- repot ibunya dini, kami juga sudah mau balik ". basa basinya ibu bang rizal.


Saat kami menghidangkan makan malam, lesehan di tengah rumah.


" Tidak repot kok bu, masih menu yang tadi siang, kita makan bersama dulu ". jawab ibu.


Akhirnya makan malam bersama dipenuhi cerita- cerita tentang rencana akad nikah yang akan dilaksanakan dua bulan lagi.

__ADS_1


" Sesuai rencana kita ya kek... kita tetap melaksanakan akad dan pestany ". ucap ayah bang rizal kepada kakek.


" Insyaallah... semoga dilancarkan dan tidak ada halangan nya". jawab kakek ayah ibu.


"Aaminn.." ucap semua


Selesai makan malam orang tua bang rizal pamit untuk kembali ke kota provinsi.


....


Seperti pagi biasa aku tetap di jemput bang rizal untuk berangkat bersama kapasar untuk bekerja.


Kami tidak terpegaruh dengan masalah dirumahku kemaren, kami di beri putuah oleh keluarga untuk selalu menguatkan .


Kata mereka memang banyak rintangan dan ujian ketika menjelang hari H, bagaimana kita saja menyikapinya.


" Lancar acara lamaran kemaren Din?". tanya kak nova padaku menuju meja kasir saat pembeli mulai sedikit, karena menjelang istirahat siang.


" Alhamdulillah kak... ". jawabku.


Akhir- akhir ini aku memang di tugaskan jadi kasir oleh mami bos, jika mami telat atau tidak datang di pagi hari, dan juga membuat pembukuan sederhana harian di toko.


" Mudah- mudahan lancar sampai hari H ya Din ".


" Aamiin...".


siang ini memang tidak terlalu ramai pembeli, tidak juga sepi. bergantian datang pembeli ke toko.


" Ramai Din?!". tanya mami sambil duduk di samping meja kasir.


" Alhamdulillah mi... ". jawabku.


" Bagaimana acara lamaran kemaren ?!Lancar kan?!". tanya mami.


" Alhamdulillah mi...".


" Kapan rencana hari baiknya ?".


" Insyaallah dua bulan lagi mi, akhir liburan ajaran baru ". jawabku jujur.


" Semoga lancar sampai hari H nya ".


" Aamiin...".


" Kalau sudah nikah masih boleh kerja tidak sama Rizal ?". tanya mami.


" Aku belum menanyakannya mi, mudah- mudahan sih boleh. Waktu itu aku cuma bilang mau kerja sambil kuliah kelas karyawan, dia sih mengizinkan waktu itu. belum tahu lah nanti. Tapi mudah- mudahan boleh bekerja ". jawabku pada mami . " Tapi mami masih mengizinkanku untuk kerja disini tidak kalau sudah menikah nanti ?". tanya ku balik.

__ADS_1


" Mami mengizinkan semua karyawan mami untuk bekerja, asal suaminya mengizinkan. Kan ada beberapa karyawan wanita mami yang sudah menikah masih bekerja , bahkan sudah punya anak. Itu seperti si Rahma, dari gadis dia bekerja di toko yang di jaga Adi. sekarang sudah dua anaknya Rahma ". jelas mami.


Aku senang mendengarnya, mudah- mudahan bang Rizal mengizinkanku bekerja. kalau kuliah aku mulai mikir- mikir lagi untuk melanjutkannya.


aku terus melayani pembayaran dari pelangan yang datang.


" Mami sholat dulu ya Din.." . kata mami saat azan zuhur berkumandang, sambil menuju keatas .


" Baik mi..".


Tidak lama setelah mami keatas kak nova pun ingin keatas terlebih dahulu.


" Aku Isoman duluan ya din, kebelet soalnya ". ucap kak Nova nyengir.


" Baik kak... Eh itu bekalnya belum dibawa ke atas, mungkin mami juga mau makan siang ". ucapku. Karena rantang yang di antar tadi masih terletak di kursi dekat aku duduk.


" Ok...". jawab kak Nova sambil membawa rantang ke atas. kak nova isoman berempat dengan teman kerja yang lain. jadi nanti aku bertiga dengan teman yang lain juga.


Tiap hari aku dan bang rizal masih seperti biasa, berangkat kerja bersama dan pulang bersama juga.


Sesuai janji ayah tiga hari setelah kedatangan keluarga bang Rizal, ayah membuatkan kamar mandi dikamarku. kamarku tidaklah besar, sama seperti kamar kebanyakan rumah di kampungku.


Maka ayah membobol salah satu dinding kamar sebesar pintu arah kesamping luar. kamar mandinya fibuat tidaklah besar, hanya sebesar teras samping. seminggu tukang mengerjakan kamar mandi dan sekalian mencat kamarku, aku mengungsi ke kamar putri.


Begitu juga kamarnya ilham, juga dibuatkan kamar mandinya. dan juga mencat kamar ilham .


Sudah hampir sebulan semenjak pembicaraan keluarga, rumahkupun sudah banyak direnovasi ayah.


Mulai dari mencat rumah, memperluas dapur dengan menambah dinding di samping walau hanya dinding papan, yang biasanya hanya ada lesehan tempat duduk- duduk di luar, sekarang sudah menjadi ruangan yang luas seperti rumah.


Bahkan kamar set ku pun sudah ayah pesan dengan tukang furnitur teman ayah, dan katanya akan selesai limabelas hari menjelang hari H nya. dan sekarang masih sebulan lagi.


Jadi sekarang kamarku masih memakai tempat tidurku yang kemaren, meskipum kamar sudah di cat dan sudah punya kamar mandi. aku pun mulai membiasakan diri dengan suasana baru di kamarku.


Aku tidak tahu ayah dan ibu punya tabungan atau uang dari mana. Waktu aku tanya ibu menjawab kalau ayah punya tabungan sedikit dan juga hasil jual kerbau.


Kata ibu kerbau itu memang tabungan ayah untuk keperluan mendadak, seperti masuk sekolah dan untuk pernikahan kami nanti, makanya sekarang ayah menjual kerbau peliharaanya. Bahkan dua sekaligus di jual ayah. Katanya untuk anak pertama, dan ayah masih punya kerbau berapa ekor lagi sebagai tabungan.


Brakk......


.


.


.


like & coment ...

__ADS_1


terimakasih temans sudah mampir 🙏🙏


jangan lupa follow ig otor ya temans @ rd_ devii 🙏


__ADS_2