
"Kan mami ingin segera mengendong cucu!. Jadi kapan saja kamu harus siap.....". jawab aldi tersenyum sambil menaik turunkan alis matanya kepada Dini.
"Ooo". Jawab Dini kembali berjalan ke ruang ganti.
"Apa tadi??". Tanya Dini balik melihat kearah Aldi.
"Nanti kita laksanakan saja, tidak perlu bertanya". Ucap Aldi menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.
Dini hanya melihat Aldi dengan sedikit panik, karena aldi tadi bilang... Ah. bikin deg deg an. pikir dini menuju ruang ganti untuk menganti pakaian tidur.
Selesai menganti pakaian dan menyisir rambutnya, dini kekamar dan merebahkan tubuhya di samping aldi yang sedang memainkan ponselnya.
Dini tidak mengiraukan Aldi yang kelihatan sibuk,mungkin masalah pejerjaan pikirnya.
Dini merengangkan badannya yang terasa pegal, bergerak kekiri dan kekanan mencoba mencari nyaman untuk tidur.
"Kamu kenapa?!". tanya Aldi pada dini.
"Mau berenang, ini lagi pemanasan". jawab dini santai. Masih mengerak-gerakan badan, tangan dan kakinya.
"Berenang kemana?".
"Ke laut".
"Boleh ikut?".
"Tidak, nanti tengelam aku tidak bisa bantu". ucap dini asal menyentakan kakinya yang masih pegal, hingga berbunyi krek.. krek...
"Jangan di gitukan, nanti salah urat". ucap Aldi bangun dan duduk dekat kaki Dini, dan memijitnya.
"Tidak usah bang, abang juga capek. lebih baik abang juga istirahat saja". Ucap Dini menarik kakinya.
"Sebentar saja, biar kamu sedikit terbantu". ucap Aldi masih memijit telapak kaki .
kemudian menaikan celana tidur dini sampai lutut, lalu mengurut betis dan lutut Dini.
"Iya terbantu sih. Tapi ini geli bang". jawab dini. "Malu". ucap Dini lagi.
"Kenapa malu, kan sama suami sendiri. Memijit yang lain pun boleh, malah Lebih dari ini di lakukan". jawab Aldi konsentrasi memijit betis Dini.
Membuat wajah dini memerah malu. Sebenarnya nyaman sih di pijitin, tapi malu.
Tidak lama Aldi memijitkan kaki dini yang pegal, dini mulai terlelap. Aldi tahu dini yang kelelahan pasti kakinya sakit. Tadi saja susah berjalan, Makanya dia mengendong dini kekamar dan sekarang membantu memijit kaki nya. Hingga Dini tertidur. Padahal tadi masih ngawur menjawab pertanyaan Aldi.
Aldipun tidur disamping Dini, dia mengangkat kepala dini dan membuka jelbab instan yang dipakai dini. Lalu menjadikan lengannya untuk menjadi batal untuk istrinya. Dia mengecup lama kening dan ubun- ubun istrinya itu, sambil berdo'a.
"Istriku... Semoga kita selalu bersama, jangan ada yang akan menganggu kita. Seperti hubunganmu dengan mantan tunangan mu itu". Ucap ipul masih terus mengecup kening istrinya.
__ADS_1
Lalu dia tidur mendekap erat tubuh istrinya, dan tidur bersama menngarungi mimpi karena sama- sama kelelahan.
Mereka tidur nyenyak sekali, tidak ada yang mennganggu mereka, bahkan mungkin jika nyamuk lewat di telinga mereka pasti mereka tidak akan terganggu dengan dengungan nyamuk itu. Untung saja kamar mereka tidak pernah di datangi nyamuk, kalau ada pasti paginya mereka bentol- bentol digigit nyamuk.
Tiba- tiba.......
"Aduh... adih.... kakiku... betisku .. sakiiiit..". ucap Dini terbangun dati tidurnya.
Aldi yang sedang nyenyak tertidur memeluk istrinya, langsung terjaga dan duduk disamping kaki dini memegang dan melenkungkan ujung jari kaki istrinya itu.
"Yang kanan bang... aduh sakiiitt..". ucap dini.
Ternyata Aldi memegang kaki kiri Dini. setelah berpindah melengkungkan ujung jarinya, aldi memijit betis dan bawah lutut dini.
"Masih sakit?!".
"Iya bang, kramnya sakit sekali". Jawab dini.
"Itu bukan kram, itu naik betis namanya". jawab Aldi menarik tangan dini untuk duduk. Dan Aldi terus memijit betis Dini sampai tidak lagi sakit.
"Bagaimana?! masih sakit?". tanya Aldi pada dini,
"Tidak sesakit tadi". ucap dini. Dia melihat jam di dinding kamar, sudah jam setengah tiga.
Aldi kembali merebahkan tubuhnya untuk tidur kembali. Dini beringsut dan menurunkan kakinya pelan.
"Kemana?". Tanya Aldi.
"Kenapa?!". tanya aldi mendekat ke arah dini yang berdiri kaku. Lalu mengendong Dini ke kamar mandi.
"Abang... biar dini jalan". ucap dini kaget, karena di bopong Aldi.
"Biar aku bantu!". ucap aldi membawa dini kekamar mandi dan mendudukan di atas kloset lalu menarik tangan dini untuk berdiri.
Aldi membukakan tutup kloset dan....Dan membantu menurunkan celana piyama dan ****** ***** Dini.
"Abang...". ucap dini malu. karena celananya sudah turun dan terpampang paha dini.
" Duduk saja". ucap aldi mendorong bahu dini untuk duduk di kloset. " Nanti kalau sudah selesai panggil saja, aku dekat pintu". ucap Aldi keluar kamar mandi.
Aldipun keluar dan menunggu diluar, Dinipun buang air kecil drngan nyaman. padahal tadi dia was-was dengan sikap aldi tadi.
Setelah selesai dini pun menekan tombol kloset agar bersih. Dan....
Tiba-tiba Aldi masuk , dini yang belum berdiri terkejut dengan reaksi cepat aldi. Dan aldi menarik dini untuk berdiri dan membantu menaikan celana Dini kembali.
Kemudian membopong Dini kembali ke tepat tidur dan tidur di samping dini memeluknya kembali.
__ADS_1
"Ayo tidur lagi, masih mengantuk". Ucap Aldi mencium kening Dini dan memejamkan matanya.
Dini yang kaget dengan perlakuan Aldi hanya bisa diam saja. Dia melihat kearah Aldi yang telah tertidur. Memandang wajah aldi yang terlihat juga kelelahan, tapi masih melayani dini yang sedang kesakitan karena kram otot kaki, karena lama berdiri memakai sepatu hak tinggi kemaren.
Dini mengusap pipi suaminya itu, lalu menyapu rambut aldi dengan telapak tanggannya kebelakang. Dini tidak menyangka saja, ternyata jodoh memang tidak bisa di klem untuk kita. Meskipun sudah tunangan kalau tidak jodoh akan berpisah juga.
Dini tersenyum memandang wajah aldi. Dia pun memeluk suaminya itu dengan melingkarkan tangannya ke leher Aldi, dan menyusupkan kapalanya ke ceruk leher aldi.
Mungkin karena masih lelah Dini kembali terlelap, dia tertidur nyaman berpelukan dengan suaminya.
Dini terbangun saat dia diciumi oleh suaminya, dia yang masih mengatuk mendorong suaminya itu dan membelakanginya.
"Ayo bangun dulu Dini, sudah hampir azan subuh nih, nanti tidur lagi". ucap aldi memeluk erat dini dari belakang.
Dia meniup leher dini lembut, dini yang merasa geli terbangun dan melotot pada suaminya.
"Bangun dulu, sholat". ucap aldi menarik dini untuk duduk. " Mau aku gendong ke kamar mandi?!".
Dini menggeleng.
"Abang duluan berwudhunya, aku setelah abang saja. Karena mau ...". Ucap dini menutup hidungnya.
"Baik". ucap Aldi bangun dan berjalan ke kamar mandi.
Dini dengan mata berat dia juga bangun, dan membersihkan tempat tidur, merapikan seprai dan melipat selimut. Meskipun kakinya masih sedikit sakit, Dini tetap berusaha untuk berjalan.
Dini mengelar sajadah di dalam kamar saja. Aldi keluar dari kamar mandi teekihat segar setelah berwudhu.
"Ayo, kamu berwudhu". ucap Aldi kapada dini.
Dini mengangguk, dan berjalan pelan, betisnya masih sedikit ngilu.
"kakinya madih sakit ya?!. aku bantu gendong saja". Ucap aldi.
"Tidak usah bang, sudah tidak apa- apa, cuma agak ngilu saja". jawab dini menahan aldi agar tidak mengendongnya.
"Kamu hati-hati, kalau masih sakit nanti kamu panggil saja ".
Dini masuk dan mengunci kamar mandi dari dalam. Menyelesaikan pangilan alam, dan keluar dari kamar mandi setelah berwudhu.
Mereka sholat berjamaah bersama. Selesai sholat Dini akan keluar kamar mau membuat minum untuk suaminya.
"Tunggu....."
.
.
__ADS_1
.
.