Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 91.


__ADS_3

"Gila kelakuan sepupumu ya Din?! tidak punya malu dia". ucap mami mendekat setelah turun dari mobil.


"Itu kalian yang dihadang kan?!". Sambung papi juga.


"Tahu dari mana mi?!". tanya Aldi heran.


Padahal dia belum memberitahu kepada mereka. Heran juga dia, kok mami dan papi sudah tahu duluan.


"Viral vidionya, mami melihat di medsos, bahkan banyak yang membagikannya". ucap mami duduk dekat dini yang duduk sendiri di kursi panjang teras samping.


"Masa sih mi?! kejadiannya saja baru beberapa jam yang lalu!". Heran Aldi.


Lihat sendiri di medsos, kalau tidak percaya". ucap papi.


"Nanti saja, bakso lebih penting!". ucap Aldi menyuap baksonya yang tinggal sedikit dengan lahap.


"Terserah, asal kalian tidak ikut kena kasus ini". ucap mami.


"Tidak kok mi, Tadi kebetulan ada bang Zulham, dia yang menyuruh kami pulang saja. Karena tidak ada hubungannya dengan kami dengan bukti vidio itu". Jelas Aldi.


"Ooo syukurlah, Apa orang tuamu sudah mengetahuinya Din?!" tanya mami.


"Sudah mi, dan juga sudah mengirimkan vidionya". jawab Dini.


"betul itu, dari pada tahu dari media atau di datangi orang tua sepupumu itu, kan mereka bisa tahu jawabannya".ucap papi.


"Mi.. aku juga mau makan bakso, ngiler lihat mereka makan!". ucap papi pada mami.


"Ok, biar mami pesankan, kalian nambah tisak?!". tanya mami".


"Satu lagi tanpa mi dan cabe mi". Jawab Aldi.


"Baik". jawab mami berjalan ketempat bakso yang berada di seberang jalan rumah mami.


"Kamu bayar lebih tadi kata abang bakso, jadi dia tidak mau mengambil uang mami". ucap mami pas datang membawa dua kantong bakso.


"Banyak sekali mami beli bakso?!". tanya Aldi.


"Cuma empat, dan itu tidak bayar. Kata abang bakso kamu uang yang kamu tinggalkan buat membayar bakso para ibu-ibu masih lebih banyak". Jawab mami.


Ternyata papi sudah mengambil mangkok ke dalam, dan mereka makan bako bersama-sama di teras.


Selesai makan malam dan mengobrol sebentar, Aldi dan Dini lekas tidur. Karena mereka akan berangkat subuh-subuh.

__ADS_1


Papi dan mami pun sudah saling telfon tadi, jika mereka akan membantu jika keluarga sandra menganggu lagi, karena mereka juga tidak terima dengan perbuatan keluarga sandra, kepada menantu dan besan mereka.


Aldi dan Dini berangkat pukul tiga pagi, agar mereka sampai di kota provinsi menjelang zuhur.


...


Seperti dugaan Aldi dan mami, Ayah sandra pagi-pagi sudah datang kerumah orang tua Dini. Tapi sebelum mereka marah kepada orang tua dini dan mencari dini serta suaminya...


"Husein... masih belum puas anakmu menganggu anakku, sekarang anakku cedera, dan suaminya dini harus tanggung jawab. Karena dia membuat anakku cacat. Dan dia harus......".


"Selamat pagi pak". tiba-tiba seorang polisi datang dari seberang jalan.


"Ada apa bapak pagi-pagi bikin ribut di depan rumah orang, bapak bisa dilaporkan karena manganggu keamanan". tanya polisi itu.


"Aku ingin menyelesaikan masalah dengan mereka, menantunya kemaren menabrak anak ku, sekarang dirumah sakit kakinya retak tulang keringnya tertimpa motor". jelas ayah sandra mengebu-gebu.


"Apakah bapak sudah melihat vidio anak bapak kecelakaan. kenapa bisa kakinya cedera?!". tanya polisi.


"Yang jelas anak saya di tabrak oleh mobil menantu mereka". jawab Ayah sandra.


"Tidak ada hubungan dengan siapapun terjadinya kecelakaan pada anak bapak". polisi menjelaskan sambil memperlihatkan vidio yang viral dari kemaren.


Ayah sandra bingung melihatnya, bahkan dia minta mengulang vidio tersebut sampai dua kali. Memastikan apakah itu vidio anaknya, setelah memastikan itu memang anaknya dia mulai paham.


"Jadi kami harap, bapak jangan menyalahkan siapapun lagi, karena sudah jelas siapa yang salah sebenarnya, dan bapak bisa memberi tahu tentang vidio ini kepada keluarga bapak. Apa perlu saya kirim ke bapak?". pesan pak polisi.


"Boleh pak". ucap pak polisi meminta di kirimkan vidionya, dan di kirim pak polisi.


"Baik pak polisi, terima kasih atas infonya". ucap ayah Sandra dan pergi dari depan rumah orang tua Dini.


Saat polisi itu akan pergi, keluarlah Ilham dan putri yang akan berangkat sekolah, ilham sudah kelas satu stm, dan putri yang sudah kelas tiga sma.


"Ada apa ya pak?!". tanya ilham mendekat.


Ilham dan putri heran, pagi-pagi ada polisi di depan rumah mereka. Mengapa polisi setengah tujuh ada di depan rumah mereka.


"Tidak ada apa-apa dek". jawab pak polisi.


"Ooo...". jawab Ilham dan putri saling pandang.


Mereka pun pergi dari depan polisi itu berjalan ke pertigaan depan untuk menunggu angkot berangkat pergi ke sekolah.


Pak polisi pun kembali kedalam mobil yang ada di seberang jalan di depan rumah Dini.

__ADS_1


"Ndan... orang tua perempuan itu sudah datang. Dan sudah aku bilang padanya seperti yang komandan perintahkan".ucap nya menelfon komandannya


".... "


"Ya, dia sepertinya paham, mungkin dia akan sampai kerumah sakit sebentar lagi melihat anaknya".


"......"


"Baik, siap ndan!".


Lalu dia menutup telfonnya dan melihat kerumah dini yang, laly pergi dari sana.


flash back... Pak polisi.


"Ndan, tadi perempuan ini menelfon seseorang, seperti pada ayahnya. Dia minta ayahnya mendatangi rumah istri yang katanya menabraknya tadi.


Dia minta ayahnya untuk memaksa laki-laki itu menikahinya, karena dia cedera karena di tabrak". ucap polisi yang menjaga sandra di rumah sakit, pada komandannya.


"Aku akan minta alamat istrinya Aldi, nanti aku kirim alamatnya dan kamu harus bertugas di sana sampai ada seseorang datang dan..." Komandan menerangkan tugasnya kepada anak buahnya.


"Baik ndan!".


Yang komandannya ternyata polisi yang di kenal Aldi, yaitu bang zulham. Dan bang zulhampun menelfon Aldi sebelum makan malam, dan menceritakan yang di dengar anak buahnya di rumah sakit.


Aldi pun memberikan alamat rumah mertuanya dan foto kedua mertuanya dan adik iparnya, agar mereka tahu wajah orang yang akan mereka jaga.


Makanya kedatangan ayah sandra langsung dihadang oleh polisi, tidak sampai bertemu dengan keluarga dini".


Flashback off.


...


"Sandra... kamu mau bikin malu ayah lagi....".


.


.


.


.


Like dan koment ya temans ottor

__ADS_1


terimakasih sudah mampir🙏🙏


__ADS_2