
flashback sandra.
Setelah melahirkan aku sangat kacau, anakku perempuan,aku sangat sayang pada anakku meskipun aku tidak tahu siapa ayah bioligisnya, tapi dia anakku.
Ayah keluar dari tahanan saat usia kehamilanku delapan bulan, ternyata ayah hanya empat bulan ditahan, padahal vinisnya enam bulan.dia sangat marah aku tidak bisa menahan bang rizal untuk tanggung jawab.
Ayah tahu aku hamil tanpa ada seorang pun dari temanku yang pernah meniduriku mau tanggung jawab. maka ayah menjebak bang rizal, saat aku hamil tiga bulan.
Dan saat aku melahirkan ayah minta anakku di rawat oleh saudara tirinya yang tidak mempunyai anak, aku sebenarnya tidak mau. Orang tua mana mau pisah dengan anaknya.
Aku tidak bisa membuat akte kelahiran dengan ayah dan ibu di aktenya, karena aku tidak punya surat nikah, sedangkan pernikahanku dengan bang rizal di angab tidak sah.
Aku sangat malu, malu mempunyai anak tanpa menikah. Tapi aku sayang anakku.
Saat Dua bulan umur anakku, aku pergi ke puskesmas untuk imunisasi anakku, aku membawa ke puskesmas ke pinggiran kota, agak jauh dari tempat tinggalku. disana aku mendaftarkan nama anakku sebagai anak angkat saja, karena orang tuanya meninggal kecelakaan aku mengangkatnya, makanya hanya namaku yang di tulis di buku kia, jelasku pada petugas puskesmas.
Aku pergi dengan mobil online, pas pulang aku dapat sopir yang ceria, dia bertanya dan bercerita padaku. sampai dia bercerita tentang rumah tangganya yang tidak harmonis. Selama empat puluh menit perjalanan dia curhat.
Dia bertanya padaku tentang anak uang kubawa. Aku menceritakan sedikit kebohongan, kalau suami ku kabur karena mengangab ini bukan anaknya. Dia bersimpati padaku dan menyemangatiku untuk membesarkan anak.
Dia juga mencerceritakan kalau istrinya kurang memperhatikannya, yang membuat aku kaget dia bercerita kalau dia sudah lama tidak diberi nafkah batin oleh istrinya. Dia butuh penyaluran hasratnya, ingin ke prostitusi takut kena penyakit.
Entah dari mana mulainya, dia menawarkan untuk mengajakku jalan- jalan, katanya untuk menghilangkan galau. Aku yang butuh hiburan jadi tertarik untuk ikut, akupun tidak menolaknya.
Dia mengenalkan namanya candra, dia punya istri yang bekerja di hotel terbesar di kotaku, tapi tidak memberi tahu di bagian apa.
Hari- hariku sebulan belakangan sering keluar dengan bang candra itu, bahkan ke kota sebelah, kadang dari pagi sampai malam. tapi tidak penah menginap. Dan kami sering memesan hotel siang hari dan beberapa jam saja untuk ..... .
Kami sangat lenket saja sebulan ini, tidak malu untuk mesra- mesra di depan temannya jika kumpul. aku di kenalkan dengan temannya sesama driver online, bahkan ada beberapa kali aku ngobrol dengan temannya di tempat aku biasa menunggu bang candra. Katanya dia juga mau di layani... lah memang aku apa?!. minta dilayani. gila.
__ADS_1
Sampai malam itu, aku didatangi ayah di warung tenda tempat Ku makan nasi goreng. Ayah emosi dan memukuli bang candra.
Ayah sangat marah, ketika datang kewarung tenda itu aku sedang mermanja- manja dengan bang candra, kami saling pelukan dan saling menyuapi.
Kenapa ayah tahu aku di sini?!. apa dini yang memberitahunya?!. kan barusan aku bertemu dengannya bersama pacar barunya. Kalau memang dia yang memberi tahu aku tidak akan memaafkannya.
Aku di tarik paksa ayah untuk pulang, di mobil ayah marah- marah terus. Aku menjelaskan pada ayah, kalau bang candra itu baik dan bertanggung jawab, aku yang selama sebulan ini selalu di manja dan di belikan barang dan semua yang aku butuhkan.
Setiap kami selesai aktifitas kamar di penginapan bang candra selalu mengajakku belanja. Baju, uang, bahkan bang candra membelikan aku kalung kecil.
Ayah bilang kalau ayah itu bersaing berat dengan ayah bang candra, dalam hal penjualan ikan dan sering konflik di tempat karamba ikan.
Tapi aku memberi tahu kan ayah, kalau bang candra itu uang nya banyak, kekayaan ayahnya juga banyak sementara dia hanya berdua bersaudara, dan dia hanya punya seorang anak dari istrinya. Tidak akan rugi kalau aku menikah dengan bang candra.
Aku membujuk ayah agar mengizinkanku bersama bang candra, jafi istri kedua pun tidak apa- apa, asal hidupku dan anakku terjamin. Dan ayah pun setuju dengan bujukanku. aku senang bukan main.
Tidak lupa aku menanyakan kenapa ayah tahu aku di warung tenda nasi goreng itu, ayah bilang kalau om umar yang menyuruh menyusuri tiap warung atau cafe, mungkin aku akan makan malam di tempat itu.
flashback off
...
Malam harinya Kakek dan nenek datang bersama om umar, membicarakan tentang kak sandra dan ayahnya. mereka sangat kesal dengan sikap ayah kak sandra itu.
Dan mereka sepakat untuk tidak akan ikut campur lagi dengan keluaga kak sandra.
Kakek berkata kalau sore tadi mak sam juga datang kerumah kakek, dia mengatakan kalau ayah kak sandra berubsh fikiran, dia akan mengizinkan kak sandra berhubungan dengan bang candra.
Kakek marah ke mak sam, kakek dan om umar sudah mengikuti kemauan mereka yang mereka katakan kemaren. bahkan om umar juga sudah menemui orang suruhan orang tua candra kata kakek.
__ADS_1
Berarti saat ayah kak sandra mencari om umar dan bertemu di rumahku mak sam juga menemui kakek.
Aku, ibu dan putri hanya mendengar dati ruang menonton. Aku dan putri mengemas paket jualan onlineku, ibu hanya duduk selonjoran dekat kami bekerja setelah menyajikan minuman dan cemilan ke meja tamu, tempat ayah kakek dan om umar berbicara.
" Ada- ada saja mereka, aku sudah susah- susah membujuk orangnya pak mul agar tidak memperpanjang masalah pemukulan bang samsul terhadap candra, eh dia malah santai ingin menjalin hubungandan menyalahkan kita, Malu aku yah sama orang suruhan itu tadi sore". ucap om umar.
" Memangnya kenapa mereka mencari samsul ?". Tanya ayah.
" Tadi sore saat pulang kerja aku bertemu di depan rumah, mereka datang mencari bang samsul, katanya pak mul tidak terima candra di pukuli bang samsul, dan mereka ingin memperpanjang masalah ini ke polisi.
Makanya aku mengajak mereka bicara di sini, karena mereka bicara dan mengancam. kalau di rumah ayah takut ayah dan ibu mendengar ini. Aku membujuk mereka agar masalah ini di selesaikan secara kekeluargaan, dan mereka akan setuju jika bang samsul minta maaf kepada pak mul, dan mau mengobati candra yang babak belur.
Tapi aku tidak mau tahu lagi, setelah kejadian tadi siang ". jelas om umar.
" Makanya ayah kemari, mau mendengar cerita umar, kalau di rumah ayah bicara, takut ibu kalian akan kepikiran lagi.
Tadi sore saja saat Samsinar datang ibu kalian cukup kesal, karena dilarang untuk ikut campur. ibu kalian selalu kepikiran sandra, karena semenjak melahirkan dia cuma dua kali bertemu sandra dan anaknya, setiap datang kesana selalu dilarang samsul untuk bertemu sandra dan anaknya ". ucap ayah.
" Makanya sekarang kita akan menjaga jarak dengan mereka, bukan tidak peduli. tapi memberi mereka kesempatan untuk bersikap dewasa. Semoga tidak terjadi lagi kesalah pahaman ". ucap kakek.
.
.
.
.
Like & coment nya ottor tunggu ya temans
__ADS_1
🙏🙏 Terima kasih sudah mampir