
"Sandra dan orang tuanya bikin ulah lagi". ucap aldi yang masih ditatap Dini seolah minta jawaban.
"Mengapa lagi sih mereka. mau bikin ulah lagi?!". kesal mami.
"Mami tahu ulah mereka?!". tanya menantunya, abang ipar aldi.
"Tau, mami ada beberapa kali bertemu dia. sangat sombong dan songong. bikin kesal saja". ucap mami.
"Apalagi yang mereka rencanakan bang?". tanya Dini menarik nafas pelan.
"Biasa... seperti yang sudah-sudah". jawab Aldi kembali bermain dengan salah satu anak kembarnya.
"Dimana abang bertemu mereka? kok bisa bertemu dengan abang?!". tanya Dini.
"Dirumah ayah. Saat mengantar ibu semalam mereka ada dirumah, ..... ".Aldi menceritakan kejadian yang terjadi kemaren malam.
"Aku disuruh kakek pulang, dan tidak tahu lagi selanjutnya". Tambah Aldi.
"Masih punya muka juga mereka menemui orang tua Dini. saudara dan sepupu yang pernah mereka celakai. Dasar tidak punya muka mereka". ucap mami kesal.
Dini menarik nafas kesal. Sudah dua tahun tidak bertemu sandra dan keluarganya, ternyata kak sandra masih seperti dulu.
Belum berubah perangainya. padahal Dini sudah sedikit melupakan kejadian yang pernah terjadi, meskipun masih ada rasa kesal.
Dini merasa kak sandra sudah punya kehidupan yang baik, atau sudah menikah. Orang tua Dini pernah bilang kalau sandra tinggal di kampung saudara ayahnya. Di salah satu kampung di tepian danau.
kakek penah dapat kabar dari mak sam, kalau sandra dekat dengan seorang juragan ikan di kampung tepi danau itu.
"Saran aku, kalau kalian pergi atau menginap dirumah orang tua Dini. jangan sampai orang tua dan sepupu Dini tahu kalian disana.
Sebab seperti cerita kamu kemaren, mereka orangnya nekat dan pernah mencelakai istrimu dan ayah mertuamu.
__ADS_1
Berkemungkinan besar mereka akan merencanakan sesuatu yang lebih parah. Baik kepada kamu atau Dini, maupun anak kalian. jadi kalian harus hati-hati dan waspada". ucap abang ipar Aldi.
"Iya Al, kalau bisa kamu juga jangan pergi sendirian. kalau bisa selalu bawa teman atau kamu pakai sopir saja". tambah mami.
"Iya bu, aku juga tidak bisa keluar tanpa ajak Dini dan si kembar, kalau bisa aku tidak pergi kemana- mana selain kerumah ayah dan ibu". ucap Aldi.
Karena diapun sangat malas bertemu dengan sandra. Baru tiga kali bertemu, selalu membuat masalah dan bikin kesal.
Seperti yang Aldi katakan, mereka pergi kerumah ayah dan ibu. untuk lebih aman, Aldi diantar oleh sopir saja. dan mobil Aldi akan kembali dibawa pulang.
Ibu senang Dini dan Aldi datang, apalagi dengan adanya si kembar. Dini dan Aldi sampai di rumah ibu menjelang magrib.
Dan Selesai makan malam, semua duduk kesehan diruang tengah. Ilham dan putri bermain- main dengan keponakan kembar mereka.
Dini dan Aldi berbincang-bincang dengan ayah dan ibu.
"Aldi, kamu harus hati-hati jika pergi, karena kemaren Sandra dan ayahnya akan mencari keberadaan kamu. mereka tetap dengan pendirian mereka yang tidak masuk akal itu". ucap ayah.
"Iya ayah, ibu, untuk keamanan, kami mungkin akan jarang menginap disini. Seperti ayah dan ibu tahu, aku was-was kalau sandra dan orang tuanya akan menganggu Dini lagi.
Lagipula, awal bulan Aku akan ke provinsi *****, karena ada proyek baru disana. Dan jika ada waktu aku berharap Ayah, ibu, ilhan dan putri berkunjung kesana". ucap Aldi.
"Insha allah nak". ucap Ayah dan ibu dini.
"Kami sebenarnya juga sudah lelah menghadapi mereka, tapi bagaimana lagi. mereka tetap saudara kita. meskipun kita malas untuk bertemu dan kesal jika mendengar mereka berbicara.
Kita hanya bisa menghindar saja jika kebelulan bertemu". ucap ayah.
"Kalau boleh, mereka jangan sampai tahu kalau kamu dan Dini menginap disini, bisa kacau kalian nanti". sela ibu.
"Betul bu, makanya tadi kami diantar sopir mami saja kemari. Jika mobil kami disini, mereka akan tahu kami berada disini. pasti akan datang membuat masalah.
__ADS_1
Dan sikembar tidak nyaman dengan onty dan uncunya bermain". jawab Aldi.
Dini hanya mendengar obrolan orang tuanya dengan suaminya.
"Semalam untung kamu lekas pulang. saat kamu baru berangkat, mereka buru-buru menyusul. Tapi kakek menahan mereka". ucap ayah.
"Bahkan mereka mengatakan, kalau mereka akan mendatangi rumahmu. itu yang ibu cemaskan, jika mereka kesana dan membuat keributan". ucap ibu juga.
"Insha allah mereka tidak mudah masuk kesana buk, satpan disana harus selektif mengizinkan tamu untuk masuk perumahan.
Aku akan memberitahu satpam disana, jika mereka nekat datang". ucap Aldi.
"Sebaiknya begitu, demi kenyamanan". jawab ayah.
Tidak lama adek Ihsan merangkak kearah Dini duduk, dan langsung memanjat ke pangkuan Dini yang duduk selonjoran. Ternyata sikembar sudah mengantuk, dan minta menyusu.
"Adek sudah mengantuk ya? Ayok kita tidur!". Ucap Dini mengendong anaknya menuju kamar.
Dikamar Dini juga sudah ada dua buah box bayi. Dini menyusui sambil tiduran di kasur, setelah anaknya tidur dini memindahkan ke box bayi, dan memasangkan kelambunya.
Baru saja dini menutup kelambu box bayi, masuklah aldi mengendong sikembar yang satu lagi. Dan juga sudah tertidur, karena si abang dibuatkan ibu susu bantu.
Ya.. sikembar memang ditambah dengan susu botol, jika mereka kebetulan ingin menyusu bersamaan.
Setelah menidurkan anak kembarnya, Aldi dan Dini sholat Isya berjamaah, dan mereka pun beristirahat.
Mereka tiduran berpelukan, dan... Aldi minta dikelonin, karena sikembar tidur. Sedangkan Aldi belum mengantuk, karena masih pukul sepuluh.
.
.
__ADS_1
.