Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 35.


__ADS_3

Rizal pov.


Aku sangat senang rasanya, sebentar lagi aku akan menikahi pujaan hatiku. wanita yang ceria, murah senyum, ramah dan yang utama dia solehah menurut pandanganku dari wanita- wanita yang kukenal sebelumnya.


Orang tuaku sudah melamar secara resmi dan sudah menentukan tanggal pernikahan kami. Semua persiapan sudah selesai, bahkan berkas kamipun sudah di urus, sudah masuk ke kelurahan dan kua sebulan menjelang hari H.


Sekarang lima belas hari lagi kami akan mengarungi kehidupan baru. Sabtu sore sepulang aku dan dia bekerja aku mau kerumah orang tuaku di kota provinsi untuk menyelesaikan hal- hal yang rasanya tertinggal, karena aku minggu depan ambil cuti, dan sudah masuk surat ke atasan.


Tapi minggu sore saat aku masih di perjalanan untuk kembali ke kotaku bekerja aku mendapat kabar kalau wanita pujaan hatiku kecelakaan, dia jatuh dari angkot saat akan turun.


Aku yang masih setengah perjalanan memacu sepeda motorku untuk segera sampai di rumah sakit yang dikabarkan oleh calon mertuaku tadi. Aku panik, dan terus bet do'a, agar tidak terjadi hal yang parah.


Setengah jam menjelang sampai di rumah sakit hpku berbunyi, tapi ku acuhkan, aku ingn segera sampai di rumah sakit untuk menemui wantaku. Hpku berbunyi beberapa kali, tetap ku diamkan, karena takut mendengar kabar yang tidak- tidak.


Sesampainya di ugr rumah sakit aku malah di tunggu oleh orang yang tidak ingin aku temui. Ayahnya sandra.


Dia bilang kalau Dini tidak di rumah sakit ini, katanya dini cedera dan dibawa ke tukang urut, dia akan mengantarkan ke tempat tujuan.


Aku yang awalnya panik dengan fikiran yang tidak- tidak menjadi lega, ternyata tidak berbahaya kecelakaan yang menimpa wanita idamanku.


Aku minta alamat tukang urut itu, tapi katanya aku naik mobil saja, aku terlalu lelah untuk mengendarai motor karena hampir dua jam berkendara tadi.


Aku yang memang lelah, lelah fisik dan fikiran menurut saja, dan motorku dibawa oleh temannya.


Tapi ternyata diluar perkiraanku, aku yang dibawa kesebuah rumah yang katanya rumah tukang urut, dan yang hampir satu jam perjalanan dari rumah sakit. ternyata rumah seorang ustad.


Dan ternyata aku akan dinikahkan dengan anaknya. sandra. Ternyata sandra dan ibunya sudah ada dusana Dan sandrapun sudah memakai baju untuk akad. kebaya lengkap seperti mempelai wanita kebanyakan.


Dengan ancaman dan dikelilingi oleh tiga orang berbadan gemuk yang memegang golok dan parang aku di paksa untuk mengucapkan ijab pernikahan dengan sandra.


Mereka memberikan sebuah kertas yang harus kuhafal untuk ijab pernikahan. Atas nama sandra dan ayahnya. aku dipakasa menghafalnya beberapa kali, agar lancar saat ijab qabulnya.


Akhirnya ijab qabul pun terucap dari mulutku menikahi sandra. Dadaku sesak seperti di himpit batu besar, kepalaku seperti mau pecah karena masih memikirkan wanitaku .Dini.


selesai proses ijab qabul aku kembali di bawa dengan mobil tadi, di tambah dengan sandra yang selalu menempel padaku dan ibunya.


Aku dibawa kesebuah rumah yang ternyata masih di kampung tempat kosanku dan tidak terlalu jauh dari rumah wanita idamanku.


Sesampai di rumah itu hari sudah hampir tengah malam, jam sebelas malam tepatnya.


Tapi saat akan turun dari mobil, ternyata semua pintu mobil dihadang oleh beberapa polisi. Aku yang masih syok dengan pernikahan dadakan dan penuh ancaman tadi tambah dikejutkan lagi dengan ucapan polisi tentang penangkapan pelaku tabrak lari.

__ADS_1


Aku langsung bertanya pada polisi siapa pelaku dan siapa korbannya.


Jantungku seakan lepas dari rongga dadaku, ternyata ayah sandra sengaja menabrak angkot yang di tumpangi dini saat dini sedang turun, sehingga dini terjatuh di aspal dan kepalanya membentur trotoar.


Dan lebih parahnya lagi ternyata Dini dilarikan kerumah sakit di kota provinsi karena pendarahan di kepala.


Aku murka dan hampir menampar ayahnya sandra dan memakinya, ternyata aku dijebak, aku di paksa menikahi anaknya disaat wanitaku tengah berjuang antara hidup dan mati.


Polisi yang ternyata telah menunggu dari tadi langsung menangkap ayahnya sandra, sandra dan ibunya menjerit histeris saat ayahnya dibawa polisi.


Aku hanya diam. mati rasanya akal dan fikiranku saat itu. mematung, seperti tidak ada nyawa. membayangkan dini yang mungkin saja keadaanya kritis.


Aku di sadarkan dengan pegangan dan tarikan dari tangan sandra yang ingin mengajakku masuk kerumahnya, tapi aku tepis, yang aku pikirkan hanya dini..aku ingin mememui wanitaku.


Aku tidak tahu dimana motor dan tasku, aku berniat untuk jalan kaki saja ke kosan, menenangkan fikiran menjelang pagi.


Untuk kerumah dini bertanya tentang dini tidak mungkin, ini sudah tengah malam dan yang pasti tidak ada orang di rumah.


Saat akan keluar dari halaman rumah sandra aku melihat motorku terparkir diteras samping. ternyata motorku di antar kesini oleh orang tadi. kuncipun masih tergantung di tempatnya, dan tas ranselku masih terletak di atas motor.


Aku langsung mengambil motorku dan pergi, sandra dan ibunya memangil- mangil ku supaya jangan pergi. tapi tidak kuhiraukan.


Sampai dikosan aku langsung masuk kamar dan mencari hpku di tas ranselku. Dan batrainya habis, segera aku cas hpku. sementara hp aku cas aku membersihkkan badan sebentar, tidak mandi, hanya tukar baju saja.


Selesai bersih- bersih aku hidupkan hpku. ternyata banyak pagilan tak terjawab dari ayahnya dini, ibu dan juga ayahku. dan juga pesan dari mereka.


Aku lebih dulu membuka pesan dari ayah dini, karena tidak mungkin menelfon balik, sudah hampir jam satu malam.


Camer 🤵‍♂️:


" Nak Rizal... dini kecelakaan jatuh dari angkot saat turun".


" Nak rizal... dini dibawa ke rumah sakit *********** ".


"Nak rizal..... dini di rujuk ke rumah sakit ********* di kota provinsi, karena pendarahan di kepalanya. makanya dibawa malam ini ".


"Nak rizal... sudah dimana ?.. kenapa tidak mengangkat telfon?".


" Nak rizal ... dini akan melakukan operasi langsung malam ini ".


Banyak pesan dan panggilan dari ayah dini. Aku menyesal, kenapa tadi tidak mengangkat telfon saja, aku malah ngebut saja agar lekas sampai ke rumah sakit. Ternyata aku dikabarkan kalau dini pindah rumah sakit. Aku menyesal ....tidak mengangkat telfon........ aku menyesal....

__ADS_1


Wa dari orang tuaku tidak jauh berbeda dengan ayahnya dini, karena mereka juga menemani orang tua dini dirumah sakit provinsi. menunggui operasi dini .


Ku lihat jam sudah hampir jam dua, aku semakin marah mengingat saat aku di paksa menikah dengan sandra, ditodong golok dan parang.


Aku juga sakit hati ternyata kecelakaan Dini di sebabkan oleh ayahnya sandra, semoga dia di hukum seberat- beratnya.


Aku tidak akan melanjutkan pernikahan ini, karena aku sudah punya rencana masa depan dengan dini.


Terserah apa yang akan sandra dan orang tuanya lakukan. aku tidak peduli.


Mataku tidak bisa tidur sampai pagi... saat azan berwudhu dan melaksanakan sholat subuh .Berdo'a agar bisa lepas dari masalah yang kuhadapi.


Selesai aku sholat, aku memberanikan diri menelfon ayahnya Dini, menanyakan kabar dini yang di operasi malam tadi.


Ayahnya bilang dini sudah di selesai operasi, tapi masih belum sadarkan diri sampai subuh ini.


Yang membuatku terkejut, ternyata tadi malam sandra dan ayahnya megirimkan pada ayahnya dini vidio tentang ijab qabul yang tadi malam aku laksanakan.


Aku berusaha menjelaskannya. mengatakan apa yang terjadi semalam.


Beliau memang marah, tapi tidak langsung memarahiku, hanya minta padaku untuk tidak menemui dini untuk waktu yang tidak ada batasnya.


Aku kalut.. kacau... kecewa pada diri sendiri .


aku menangis dalam diam, semua terjadi begitu mendadak, sehingga aku merasa jadi permainan di keluarga sandra...


Aku akan berusaha untuk meraih mimpiku kembali dengan dini..... semoga Dini dan keluarganya bisa menerimaku kembali..... semoga


.


.


.


.


terima kasih sudah mampir dikarya otor ya temans 🙏🙏


like & coment nya di tunggu


follow juga ig otor ya...

__ADS_1


__ADS_2