Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 44


__ADS_3

Om umar mengabarkan ke ayah kalau kak sandra sudah dibawa ke klinik, untuk melahirkan. Tapi....ayah tidak akan datang malam ini, aku tidak tahu kenapa .


Aku sampai di rumah jam sepuluh lewat dua puluh, ayah membuka kunci, karena memang pintu di kunci ayah dari luar,aku langsung masuk kerumah, ayah menutup pintu dan menguncinya kembali. lampu ruangan memang sudah dimatikan, hanya lampu ruang nonton tv yang di hidupkan, yang di depan kamar ayah. saat akan masuk kamar ayah pun mematikan lampu itu, tinggal lampu dapur saja yang hidup.


Akupun masuk kedalam kamarku, intuk istirahat. karena lelah seharian. aku memang kuliah empat kali seminggu, dan sepulang dari bekerja aku pulang kerumah terlebih dahulu, dan baru selepas magrib pergi kuliah.


Paginya saat sarapan ayah terlihat masih santai, tidak ada membicarakan akan melihat kak sandra ke klinik.


Aku melihat ke ayah dan ibu bergantian, tapi tetap tidak ada perubahan. Ayah tidak ada nampak untuk memulai pembicaraan , aku pun takut untuk bertanya, mungkin saja ibu belum dikasih tahu ayah, aku pun takut untuk bicara terlebih dahulu. Atau ibu tahu tapi juga tidak mau bicara .


Akupun pergi bekerja, dengan ojek online berangkatnya. Ayah pun kulihat masih santai di dalam rumah saat aku pergi. ada apa dengan ayah? tidak biasanya ayah diam saat sarapan pagi, pasti ada saja yang dibicarakan saat sarapan. tapi pagi ini, ayah lebih banyak diam, ibupun sama.


Putri dan ilham sudah lebih dahulu berangkat, aku yang terakhir berangkat kerja karena ojol nya lama sampai.


Saat aku di atas ojol hp ku berbunyi, ada pesan masuk. kulihat dari putri.


Putri 👩🏼:


Kak.... sudah dapat kabar kalau kak sandra sudah lahiran, tapi ayah tidak mau bezuknya ke klinik. Apa ayah masih marah sama ayah kak sandra yang waktu itu mendatangi ayah.


Pesan putri. Aku yang tidak tahu apa- apa jadi bingung. kapan ayah kak sandra mendatangi ayah?! kapan ayah kak sandra keluar dari penjara.!?. apakah masih berlanjut permasalahan yang beberapa bulan yang lalu!?. padahal kami sudah melupakannya.


Pantas saja ayah malas untuk melihat kak sandra. ternyata masih ada konflik antar keluarga.


Hari ini aku bekerja banyak bermenung, tidak banyak bicara. apa yang diberikan padaku di meja kasir aku kerjakan saja tanpa banyak bicara atau basa basi.


Hingga saat isoman aku disuruh mami untuk duluan, akupun mengikuti saja naik keatas ruko. Saat selesai sholat ternyata mami bos baru sampai juga diatas untuk sholat, dia tersenyum padaku, akupun membalasnya.


" Tungguin mami ya !. kita makan bersama !". ucap mami padaku saat sedang melipat mukena.


Aku menganggukan kepalaku pada mami.


Aku menunggu mami sholat sambil melihat hpku, melihat pesan putri pagi tadi. aku ingin bertanya lebih lanjut pada putri, tapi wa nya tidak aktif saat ku mengirim pesan pada putri. hanya pesan putri bertambah, yaitu pesanan jualan onlineku. Akupun mengirim ulang ke teman di toko sebelah tempat pesanan pelanggan onlineku, dan mencatat pakaian yang ada di toko tempatku bekerja.

__ADS_1


" Ayok....". ajak mami, ternyata mami sudah selesai , aku pun berdiri mengikuti mami menuju tempat makan.


" Kamu kok hari ini lebih pendiam Din?! lagi banyak tugas ya kamu. Atau Lagi mikirin apa? cowok ya ?!". ucap mami menebak- nebak.


Aku hanya menggelengkan kepala. " Tidak mi". jawabku.


" Mami perhatikan dari pagi kamu sering melanun! kenapa?! boleh cerita sama mami. itupun kalau kamu mau ". ucap mami sambil menyuap nasi kemulutnya. aku pun menyuap tanpa selera. kurasa mami memperhatikannku, tapi aku tidak memperdulikannya.


" Din.. ". ucap mami sambil memegang tanganku. " cerita saja... ". ucap mami.


" Mm.. itu mi... aku baru tahu tadi pagi dari putri, ternyata ayah kak sandra masih menemui ayah, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan sampai ayah tidak mau membezuk kak sandra lahiran ". jelasku. mami tahu semua permasalahanku selama ini.


" Sandra sudah lahiran, terus bagaimana dengan rizal, kan pernikahan mereka dibatalkan?!!" jawab mami.


" Aku juga tidak tahu mi, selama ini aku tidak pernah mendengar tentang meteka lagi, karena kami merasa tidak punya masalah lagi dengan keluarga kak sandra".


"Terus...."


" Mm ... mungkin ayahmu sibuk, jadi belum bisa untuk melihat cucunya. mungkin saja ayahmu akan membezuk sandra di rumah saja, karena kalau di klinik itu tidak bisa ramai mengunjugi pasien, apalagi yang baru lahiran, pasti bergantian masuk untuk melihat ". ucap mami menjelaskan berbagai alasan yang masuk akal.


" Mungkin saja ya mi.. kan klinik temoat kak sandra lahiran tidak besar, pastinya akan lama antri masuk membezuk pasien.". jawabku mengiyakan ucapan mami.


Tapi aku masih kepikiran pesan dari putri pagi tadi. Akan aku cari tahu nanti. apa yang terjadi sebenarnya, dan aku tidak tahu.


Sebelum toko tutup aku telah menyisihkan pakaian pesanan onlineku, ada beberapa baju gamis, mukena, dan hijab. aku telah membuat masing- masing nota belanja, dan besok setelah di ambil uangnya di atm baru aku membayarnya.


Setelah makan malam kami berkumpul di ruang televisi, aku malam ini tidak ada kelas, putri menulis nama-nama pemesan belanja online, aku kebagian membungkusnya.


Semenjak aku kuliah putri lebih sering mengerjakan membungkus paket online di tengah rumah, alasannya ada yang membantu, kalau di kamar sepi, karena mengerjakan sendiri saja, lekas bosan dan lekas mengantuk.


Sebenarnya aku ingin bertanya pada ayah, tapi melihat ayah bercerita dengan ibu ceria dan sering bercanda aku membatalkan saja bertanya. buat apa bertanya, nanti malah membuat suasana ceria menjadi murung.


Tapi tanpa ditanya ayah sendiri ternyata mulai berbicara.

__ADS_1


" Si sandra ... anaknya perempuan ". ucap ayah.


" Iya... tadi fatma menelfon ibu ". jawab ibu.


Aku , putri dan ilham hanya saling pandang. seolah menyuruh bertanya pada ayah, tapi tidak ada yang berani bertanya.


" Ayah pesan dengan kalian, kalian tidak boleh melihat anak sandra ". ucap ayah seolah menjawab pertanyaan kami . kenapa tidak boleh ya!? pikirku.


" Bukan hanya kalian yang tidak boleh melihat anak sandra, semua dilarang untuk melihat. Kakek dan nenekpun di larang, Samsul melarangnya ". jawab ayah menjelaskan lagi.


kami hanya diam, mendengar ucapan ayah. tidak mau bertanya. hanya mengira- ngira saja. kenapa ayah kak sandra melarang, bahkan kakek dan nenek pun di larang.


Mungkin hanya mereka sekeluarga yang tahu alasannya, aku pun tidak ambil pusing. Benar kata mami tafi siang, ternyata bukan ayah tidak mau melihat kak sandra dan anaknya...


Tok...tok....tok...


"Assalamualaikum .....


Husein...... Nur......


tok...tok....tok...


Tiba- tiba pintu rumah di gedor seseorang .......


.


.


.


like & coment 🙏🙏


terima kasih sudah mampir di tulisan ottor ya temans, Dukung selalu ottor.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2