
"Selamat datang menantuku dan cucuku". Ucap mami menyambut Dini dan Aldi saat turun dari mobil.
Kedua putranya yang dimobil di pangku oleh dini, dan satu di ambil oleh suaminya saat mobil baru di matikan. di gendong Aldi turun dari mobil.
Semua menyambut kedatangan mereka, kedua anak kembarnya menjadi rebutan. semua bergantian mengendongnya.
Si kembar yang tidak rewel sangat senang. melihat ramai yang mengelilingi dan menciuminya tidak membuat si kembar risih. malah senyum dan tertawa riang saat di ajak bicara.
Si kembar langsung di gendong para nenek. Aldi dan dini pun mengambil tas dan semua keperluan anaknya dari atas mobil.
Banyak tas dan kebutuhan dan keperluan sikembar yang dibawa di perjalanan tadi, mereka di bantu oleh ilham adik dini dan kakak aldi. Dan membawanya masuk semuanya.
Ternyata di ruang tengah sudah banyak mainan untuk si kembar, dan ruangan juga sudah di gelar berbagai macam mainan.
Ada sepeda, kuda-kudaan, dan berbagai macam mainan plastik. Padahal si kembar belum sembilan bulan umurnya, dan masih berdiri memegang kursi atau meja.
Tapi nenek dan kakeknya memberikan hadiah seperti anak umur satu tahun. Membuat Aldi dan dini geleng-geleng kepala.
Orang tua dini pun senang, melihat cucu pertama mereka, yang ganteng dan imut.
"Dini, mami dan ibu mau mandikan si kembar. bawa keperluan mereka kekamar samping kamar kalian". perintah mami sambil membawa sikembar dan di iringi ibu Dini yang juga membawa salah satu si kembar.
Dini mengikuti mami dan mengambil keperluan mandi sikembar dan baju sekalian, yang masih berada di tas yang terketak di samping kamarnya.
Dini menjinjing koper kebutuhan si kembar kedalam kamar yang berhadapan dengan kamar aldi. Biasa itu gudang untuk menyimpan barang yang jarang digunakan. Dan sekarang dijadikan kamar si kembar.
Saat masuk Dini kaget, ruang yang biasa gudang itu berubah menjadi kamar. Dindingnya di cat biru lembut dan terdapat tempat tidur singel dan dua box bayi. dan juga sudah di buatkan kamar mandinya. Kemaren saat masih gudang belum ada kamar mandinya.
Ternyata mami sudah menyiapkan semua untuk si kembar. Mungkin benar seperti yang di bilang Aldi suaminya. Mereka akan banyak tinggal di rumah mami dari pada rumah orang tua Dini. Karena pekerjaan Aldi banyak dikerjakan di ruang kerja yang ada dikamar mereka.
Bahkan kamar mandi di kamar si kembar ini juga di lengkapi pernak pernik bayi, semua keperluan mandi tersedia lengkap disana, dan juga ada bathtubnya.
__ADS_1
Dini mengelengkan kepala saja, Semua keperluan si kembar sudah ada. Pasti pakaian untuk si kembar juga sudah ada di dalam lemari itu. pikir dini. Karena dini melihat lemari besar di samping meja dekat tempat tidur.
Dini menyiapkan keperluan Anaknya. semua dia letakkan di atas meja tempat menganti pakaian si kembar.
Para nenek sangat gembira memandikan cucu kembar mereka.
Nama pangilan anak kembar Aldi dan Dini adalah Abang Ahsan dan Adek Ihsan.
"Kamu mandi dulu Din, biar si kembar di urus neneknya". ucap Aldi pada istrinya, berdiri di depan pintu kamar si kembar.
"Baik bang". jawab Dini
Dan Dini pun mengikuti Aldi suaminya yang menarik sebuah koper menuju kamar mereka yang berada di samping kamar sikembar.
Saat masuk kamarnya, Dini melihat semua barang mereka yang di kirim dengan exspedisi beberapa hari menjelang pulang telah berada di kamar. Banyak koper dan kardus tersusun rapi di sudut kamar. Untung saja kamar mereka besar, sehingga tidak menganggu keadaan kamar.
"Abang duluan saja mandi, aku siapkan pakaiannya". ucap dini saat berada di dalam kamar, dan mengambilkan handuk dari lemari.
Dini melihat kamarnya terlihat rapi, sudah hampir setahun dia tidak menepati kamar ini. mungkin mami menyuruh orang selalu merapikan dan membersihkan kamar. sehingga tidak ada debu dan bau pengap.
Dia mengambil pakaian santai untuk suaminya dari lemari. pakaian mereka masih banyak dilemari.
Dini mandi agak lama, karena tubuhnya sangat terasa lengket karena perjalanan yang lama.
Mereka berangkat dari provinsi sebelah pagi tadi setengah tujuh. karena mereka tidak dikejar waktu, dan juga ini perjalanan terjauh pertama bagi si kembar.
Aldi membawa mobil sangat santai, dan beberapa kali istirahat. Baik saat sholat zuhur, mereka juga beberapa kali berhenti di tempat wisata yang mereka lewati. Seperti tepian danau atau tempat wisata di tepi jalan utama antar provinsi.
Dan mereka sampai di rumah mami pukul setengah lima, setelah mereka tadi berhenti sholat ashar dan istirahat sejenak di kota kabupaten sebelah.
Setelah Mereka bergantian mandi, mereka keluar kamar bersama, menuju ruang tengah.
__ADS_1
Mereka mendengar keluarga sedang berbicara dan tertawa di ruang itu. Semua duduk lesehan di karpet samping kursi sofa besar mengelilingi si kembar yang juga sudah rapi dan segar setelah di mandikan para nenek.
Aldi dan Dini hanya melihat anak kembarnya yang menjadi rebutan keluarga. Aldi duduk di sofa dekat ayah dan ayah mertuanya duduk, sedangkan Dini pergi kedapur untuk membuat minuman untuk suaminya, karena untuk semua dini melihat sudah ada beberapa cangkir di atas meja.
Didapur sibuk para saudara dan kerabat mertuanya, Dini hanya menyapa dengan senyum saja. Dan sedikit berbasa basi. Karena tidak tau pangilan apa buat ibu-ibu yang ada di dapur.
Selesai membuat kopi untuk suaminya, Dini berpamitan kepada para ibu yang ada didapur. malah dini juga disuruh membawa cemilan untuk suaminya, seperti kue, kacang rebus juga ada goreng pisang.
Ibunya dan mami mertua juga sibuk memasak didapur belakang, setelah menyambut kedatangan anak menantu dan cucu mereka tadi. Serta memandikan cucu mereka barusan, Tapi mereka tidak lupa untuk turun tangan kedapur untuk memasak. Walaupun cuma mengawasi dan membantu sedikit-sedikit. putri juga ikut membantu.
Lalu Dini membawa minuman dan cemilan ke ruang tengah dimana suami dan keluarga duduk. Dini memberikan minuman kepada suaminya. juga menawarkan cemilan pada semua yang berada di ruang keluarga.
"Bang, bagaimana membedakan si kembar. yang mana bang Ahsan dan yang mana adek Ihsan?". tanya Ilham pada suami kakaknya, Aldi.
"Abang Ahsan yang matanya agak sipit, dan adek Ihsan matanya bulat". jawab Aldi.
Ilham menganggukan kepalanya. sambil terus melihat keponakannya yang sangat aktif dan mengemaskan.
Tidak berapa lama kemudian terdengar Azan magrib, dan semua sholat magrib berjamaah di musholla rumah mami.
Siap sholat magrib semua makan malam bersama. ramai anggota keluarga pas makan malam. seperti kondangan saja.
Bahkan mengelar seprah makan di ruang tengah rumah mami, yang semula ruang keluarga untuk menonton. dan mengungsikan sifa besar yang berada disana.
keluarga Aldi, keluarga Dini kerabat mami yang memasak didapur tadi.
.
.
.
__ADS_1