
Lah...... bagaimana ceritanya, masih menyimpan cincin tunangan baik di pakai maupun tidak tetap dianggap tunangan lah.
Aku melihat saja cincin yang sedang berada di telapak tangganku, cincin tunangan yang di pasangkan ibu bang rizal padaku beberapa bulan yang lalu, dan kembali beliau membukanya, karena bang rizal sudah menikah drngan kak sandra.
Meskipun dipaksa dan dijebak, pernikahan itu telah terjadi. dan aku tidak mau menganggu rumah tangga orang. Walaupun bang rizal tidak pernah pulang kerumah kak sandra, aku juga tidak mau menganggu.
" Ibu.... maksud nya apa ya ?, kan kalau aku menyimpan cincin ini, sama saja aku masih tunangan dengan bang rizal ?". ucapku sambil memegang cincin tersebut. Memutar- mutar cincin itu di telapak tanganku.
" Bukan begitu, kamu simpan saja. tidak dianggap bertunangan, hanya menjaga hati kamu sampai kamu siap menerima rizal kembali. Dan kalau kamu sudah siap menerima Rizal baru kamu pakai.
kami tidak memaksa kamu Din... jika sampai kamu lulus kuliah atau kamu belum bisa menerima rizal, kamu bisa mengembalikannya kepada kami.
Kami melakukan ini atas permintaan rizal, dia masih mengharapkanmu untuk kembali. Tapi kamu jangan merasa terbebani, jalani seperti biasa, cincin ini hanya untuk disimpan saja, bukan menganggab kamu nasih bertunangan ". jelas ayah bang rizal.
Semua mendengar penjelasan dari ayah bang rizal. Akhirnya kakek berkata,
" Maksud nak Faisal itu kalau dini menyimpan saja tidak usah terbebani dengan ikatan tunangan, begitu? ". tanya kakek.
" Iya yah... kan rizal dan dini sudah tidak bertunangan lagi, hanya untuk disimpan sama dini, mana tahu dini nanti- nanti berubah fikiran untuk menerima rizal kembali ". jelas ayah bang rizal.
" Mm.. begini ya nak faisal.. kan mereka sama- sama tidak terikat, mana tahu dalam waktu sebulan... tiga bulan... atau setahun ini mereka dekat dengan seseorang tentu akan mengecewakan salah satu pihak.
Bukan berfikir jauh ya nak... seperti rizal, dia sudah bekerja dan cukup umur, mana tahu dalam beberapa bulan ini tertarik dengan kawan wanita yang sering bertemu dengannya, atau dini ... juga akan tertarik dengan teman kuliah atau di sukai oleh teman atau senior. Kan kita tidak tahu kedepannya.
Jadi menurut ayah, suruh saja mereka menjalani dulu, senyamannya dulu. agar tidak ada kesalah pahaman ". jelas kakek bijak. Aku setuju kek, tidak mau dengan yang belum pasti kita tahu kedepannya.
" Kami mengerti dengan itu, makanya kami memberi waktu pada Dini, Rizal bilang kalau dia akan memberi Dini waktu sampai dini semester dua kuliah. sekarang kan dini mau ujian semester satu, maka lima atau enam bulan lagi dini bisa memutuskannya.
Dalam waktu itu mereka akan menjalin pertemanan saja dahulu, bukan pacaran atau tunangan jarak jauh, dan setelah waktu di tentukan dini bisa menjawabnya, mau lanjut tunangan atau tidak.
Tapi kalau dini menerima Rizal sebelum masa itu, dapat memakai kembali cincin tunangannya. dan langsung sah kan saja, tidak menunggu waktu yang di tentukan ". jawab ayah bang rizal.
" Apakah kakek , nenek, ayah dan ibu Dini mau memberikan kesempatan kepada kami? kepada rizal juga? Sebab kami sudah sangat menyayangi Dini ". tambah ibunya bang rizal.
__ADS_1
" Aku setuju saja, aku mau memberikan kesempatan buat Rizal ". jawab ayah " Nur... bagaimana dengan kamu ?!". tanya ayah.
" Aku mengikuti saja... mana yang terbaik ". jawab ibu.
" ayah? abah? ibu ? ummi? bagaimana ?". tanya ayah pada orang tua dan mertuanya.
" Kami setuju saja... mana yang terbaik ". jawab mereka.
" Alhamdulillah...". ucap ayah dan ibu bang rizal. " Aku ingin Dini menjalani hari- hari seperti biasa, jangan terbebani dengan perjanjian ini, jalani seperti kamu dan rizal jalani sebelum ada masalah kemaren. senyaman kamu saja ". ucap ayah bang rizal.
" Baik yah ". jawabku.
Semua pun merasa senang telah menemukan jalan keluarnya, dan juga tidak membebani aku . Ternyata sudah lewat waktu asar, semua sholat berjamaah, dan ayah sholat duduk saja.
" Dini... putri... kita makan dulu, pasti tadi siang belum makan siang semua ". ucap nenek orang tuanya ibu.
" Baik nek ". jawabku dan putri.
" Tidak usah makan ummi, kami tadi juga sudah makan, ini cemilan juga sudah dimakan, masih kenyang rasanya ". jawab ibu bang rizal .
Oh iya... aku kan belum makan, rencanaku makan siang bersama ibu dan putri tadi, teryata bertemu mak sam dan kak sandra, yang membuatku berlama- lama di mesjid.
" Ayo kita makan sama- sama, kajek juga belum makan ". ucap para kakek.
Ternyata nenek telah membawa lauk dari rumahnya, maka kami pun makan, sambil bercerita- cerita ringan.
selesai makan orang tua bang rizal minta izin pulang. dan akan kembali ke kota provinsi selepas magrib nanti. Karena kesehatan pak madi juga sudah berangsur pulih, dan sudah di rawat di kamar biasa. Mereka tadi siang menjelang sholat zuhur sudah bertemu pak madi dan keluarganya.
Sore ini Kamipun sekeluarga berkumpul di ruang televisi merangkap ruang makan lesehan.
Ada saja tetangga yang datang membezuk ayah, bergatian tetangga yang datang mengucapkan belasungkawa.
Aku teringat kalau aku mau menjemput pesanan onlineku ke kosan kak nova. tapi karena aku nanti juga pergi kuliah maka sekalian saja nanti, aku akan menyelesaikan tugasku yang akan diserahkan nanti pas kuliah.
__ADS_1
Masih ada waktu setengah jam menjelang azan magrib untuk aku memulai membuat tugas, lagian kisi- kisi tugas sudah ada, tinggal mengembangkan dan mencatat saja.
...
" Bagaimana keadaan ayah kamu din ?!". tanya bu bos siang itu saat aku selesai istirahat siang itu di toko.
" Alhamdulillah .. sudah berangsur sehat mi, tinggal menghilangkan memar di muka dan istirahat badan, karena masih sakit untuk di gerakkan ". jelasku.
" Alhamdulillah.. parah juga keluarga sepupumu itu, hatus tetap hati- hati kamu Din, bisa jadi mereka masih ada dendan pada keluarga kamu ". ucap mami.
" Iya mi... kakak dan ayah juga bilang begitu, mereka pasti tidak menerima saja dengan semua ".jawabku.
Hati- hariku mulai berjalan seperti biasa, tidak adalagi teroran dari kak sandra dan keluarganya. Om umar pernah cerita kalau kak sandra sedang disibukan mengurus anaknya.
Kata om umar juga, kakek melarang rencana ayak kak sandra, yang akan memisahkan anaknya dan kak sandra. kakek bilang tidak boleh berpisah dari kak sandra selama menyusui, kalau sudah ada makan tambahan terserah lah, mau dirawat siapa saja.
Dan kalau kak sandra tidak mau merawat kakek yang akan merawatnya, ada keponakan kakek yang anaknya belum punya anak mau merawat.
Tapi mendengar anaknya akan di rawat orang lain, kata om umar dia tidak mau, mungkin karena sudah beberapa bulan menyusui dan merawat anaknya, sudah mulai ada keterikatan batin. dan tidak mau kehilangan anaknya.
.
.
.
.
Tamat ??... bulum ya temans... Dini masih panjang perjuangannya...
masih ada cerita perjuangan dini...
Dukung terus ya temas, dan terima kasih sudah mampir di tulisan ottor ini 🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa like dan komentnya..
..