
Sudah seminggu Semenjak keluar dari rumah sakit aku masih beristirahat di rumah, belum boleh melakukan pekerjaan apapun oleh ibu dan putri.
Kalau tidak terjadi kecelakaan dua minggu yang lalu pasti saat ini aku sudah menjadi istri bang rizal, karena sesuai rencana dua bulan yang lalu, sabtu kemaren tanggal rencana kami akan menikah, di akhir liburan .
Tapi itu hanya rencana yang tidak bisa digapai karena allah tidak mengizinkan kami untuk bersama.
Aku hanya memandang sekeliling kamarku, yang sudah terisi kamar set baru. Aku hanya bisa menahan air mataku agar tidak menetes, aku juga harus menjaga perasaan kedua orang tuaku. mereka pasti juga terpukul dengan kejadian ini.
Bang rizal kata ayah di paksa untuk menikah dengan kak sandra, dan ancam untuk mengucapkan ijab qabul. Ayah memperlihatkan vidio yang di kirim ayah kak sandra pada ayah.
Aku bisa melihat wajah tegang dan takut bang rizal dividio itu, memang nampak di vidio itu ada tiga orang yang berdiri di belakang bang rizal sedang memegang golok dan parang.
Sangat jelas sekali, karena orang yang memvidiokan itu mengambil gambar penuh sebuah ruangan tempat akad nikah dilaksanakan.
Sebenarnya vidio ini bisa di jadikan bukti tentang pengancaman, tapi aku tidak mau membahasnya, karena bang rizal sudah menjadi suami kak sandra. dan aku tidak akan menganggu mereka.
lagi pula ayah kak sandra sedang di proses hukum karena melakukan tabrak lari dan di ancam dengan pasal percobaan pembunuhan .
Mungkin bang rizal akan menerima pernikahan itu, karena kak sandra sekarang istrinya.
Ternyata bang rizal bukan jodohku hiburku untuk diri sendiri. walaupun kemaren- kemaren pernah menghayal membangun rumah tangga bahagia dengan bang rizal.
Biarlah aku memantapkan diri untuk masa depanku.
Hari itu saat mami bos datang menjengukku aku mengatakan masih ingin kerja di toko mami, mami pun setuju, bahkan dia mendukungku untuk kuliah lagi sambil bekerja, seperti yang pernah aku bicarakan dengan mami.
Mami bos tahu kalau aku batal menikah, beliau menyemangatiku agar tidak larut bersedih, usulnya jika aku sudah kuat berjalan boleh saja datang ketoko untuk menghilangkan suntuk. jadi kasir saja katanya. dengan menyibukan diri mungkin bisa melupakan semua yang tidak mengenakkan.
Tapi ayah belum mengizinkannya, tunggulah dan istirahat dulu agak seminggu lagi.
...
Saat aku sedang bengong dalam kamar, putri datang kekamarku memberikan sebuah pepper bag, aku tidak tahu apa isinya.
" Kak ada kiriman .. ojol yang mengantarkan ". jelas putri
" Dari siapa put ?!". tanyaku.
" Kurang tahu kak.. buka saja ". katanya sambil duduk di atas kasurku.
Aku pun bangkit dari rebahan ku, aku bisa beraktifitas seperti biasa, cuma belum bisa untuk buru- buru, karena agak sedikit pusing ,masih pelan- pelan bergeraknya.
Kubuka papper bagnya, ternyata ada kantong merek toko kue dan isinya browniez dari toko kue terkenal dikotaku.
__ADS_1
Kulihat pengirimya... mami bos.
Ada kartu ucapan nya
..."semoga lekas sembuh dan...
...kembali bekerja di toko...
...SEMANGAT"...
Aku tersenyum , mami sangat perhatian padaku dan selalu menghiburku, bahkan teman kerjaku di toko juga sering mampir. Dan mami juga sering menitipkan kue dan buah, mami hanya sekali kerumah untuk menjengukku. tapi teman- teman selalu mampir, ini suda tiga atau empat kali mereka mampir semenjak Ku di rumah.
" Kak.... Bang rizal sudah berapa kali ingin bertemu kakak, tapi ayah melarang ". ucap putri sambil tiduran di kasurku, kaki nya menjuntai kelantai .
" Kenapa ayah melarang, kan cuma berkunjung ". jawabku berfikiran positif saja.
" Kata ayah bang rizal itu suami kak sandra, jadi tidak boleh kemari lagi nanti akan jadi masalah dengan kak sandra, apalagi kak sandra masih marah sama kita ".
" Sebernarnya kakak juga mau bicara dengan bang rizal, aku mau menyelesaikan semua dengan bang rizal, agar tidak ada sangkut paut dan utang piutang janji lagi. ingin lepas, supaya tidak akan berkecil hati lagi sesudah ini ". jelasku.
" Izin sama ayah dulu kak, mungkin ayah akan paham ".
" Iya, nanti akan bicara sama ayah.." . jawabku.
"oh ya put hp kakak dimana ya, semenjak pulang dari rumah sakit kakak tidak pernah melihat hp kakak ?".tanyaku, aku ingin sekali melihat hpku.
" Di karantina ayah... biar kakak tenang, sembuh dulu baru buka hp". jawab putri .
putri bermalas- malasan di kamarku, mungkin lagi tidak banyak kerjaan.
Jualan online sekarang putri saja yang menjalankan, karena putri masih libur maka dia bisa bekerja sama dengan ilham.
" Kak... Nyaman ya tidur di kasur baru, empuk..". ucap putri menguling- gulingkan badannya kekiri dan kekanan.
" Mau pindah ke mari... ayo... tukeran kamar kita...". jawabku.
" Ah tidak mau kak... aku lebih nyaman dengan kamarku, nanti aku ketularan kakak, batal nikah" ....... .." eh kak... kakak tidak apa- apa tidak jadi nikah sama bang rizal?!. padahal semua sudah siap, kamar kakak sudah siap, semua serba baru, tinggal menunggu pengantinnya berlabuh disini, ehh ternyata berlabuh didermaga lain ". ucap putri dramatis sambil memandang loteng kamar yang masih baru catnya.
" Alay kamu put.. sok puitis dan dramatis kata- katanya ". jawabku memukul kasur dekat bahu putri.
" Jujur ya kak... tapi jangan marah ya.. Aku sebenarnya kasian melihat nasib kakak, kecelakaan kepala bocor.., di tinggal nikah saat semua persiapan sudah delapan puluh persen... di tikung sepupu....bekerja belum busa masuk, kuliah juga kayakya ditunda tahun depan saja bareng aku ..... apalagi ya penderitaan kak dini ...??? ". ucap putri sambil memegang dagunya seolah-olah mikir sesuatu.
Aku mencubit pahanya gemes, dia bilang kasihan, tapi sambil meledekkuu....Putri tertawa melihatku marah.. akupun ikut tertawa sambil duduk kembali di atas kasur.
__ADS_1
Aku tahu, putri mungkin hanya menghiburku dan mengajak berbicara biar tidak suntuk. karena sudah lima belas hari ini aku tiduran saja. Tidak keluar rumah, tidak ada kegiatan.
" Sebenarnya sedih put srdih, kesal, entah apa yang akan dibaca karena kejadian ini, berkata kotor pun tidak akan menyelesaikan masalah. pakai kekerasan juga tidak akan selesai, malah dapat malu, mau kabur... masih suka pusing ini kepala, akibat di botakin.
jadi harus bagai mana lagi.. mungkin tidak jodoh... itu saja" . jawabku sambil mengosok- gosok kepalaku yang dibuat botak sebelah sebesar telapak tanggan , karena operasi waktu itu.
Putri memperhatikan kepalaku yang botak sambil tiduran miring menghadap kearah ku. Dia ikut mengusap kepalaku dekat bekas jakitan dengan jari telunjuknya .
" Kak... kemaren pas operasi otak nya ikut dikeluarkan tidak?! dicuki gitu" tanya putri polos.
" Ya tidaklah,kan cuma membersihkan pendarahan, disedot darahnya kata orang.kok kamu menanyakan begitu?!" tanyaku balik. heran ngawur saja pertanyaanya.
" Mana tahu otak nya ikut keluar, tersedot. kan kakak cuek- cuek saja sekarang, tidak patah hati di tinggal kawin... bahkan tidak stres, biasa kalau yang punya otak pasti stres deh kak .. ngamuk- ngamuk, nangis guling- guling, !!" ucap putri sambil berdiri dan pergi.
"Putri... kamu mau bilang aku tidak punya otak begitu ...!!.". Teriakku sambil melempar putri dengan boneka.
Putri tertawa lepas saat telah berada di luar kamarku ... hahahahh. " Maaf kak....... bercanda... biar tidak stress.. " . ucapya lagi berteriak.
Iiihhh... kesal aku mendengarnya, padahal kan aku mencoba untuk sabar, menerima takdir, eh.. malah di ledekin tidak punya otak.. ah putri... bercandanya bikin kesal..
Aku tidak jadi rebahan , ingin keluar saja, keliling jalan- jalan. keliling rumah maksudnya. kan aku belum bolek keluar rumah sama ayah.
Aku mengambil jelbab instanku di meja rias dekat lemari pakaian. Eh.. aku belum pernah buka lemari, ku buka satu persatu pintu lemari, dalam lemari. lemarinya ada tiga pintu.
Saat membuka pintu lemari yang paling kiri aku terkejut, disana tersusun kotak- kotak hantaran yng di bawa keluarga bang rizal dua bulan yang lalu. Memang beberapa hantarn sudah ada yang aku pakai, bahkan kain dasar sudah di jahit menjadi baju kurung dan kebaya.
Tapi masih ada bebetapa kotak lagi seperti tas, sepatu, ada juga paket kosmetik. Aku tidak tahu, apa di kembalikan atau pakai saja.
Tiba- tiba diluar terdengar obrolan yang cukup keras terdengar, aku menutup kembali pintu lemari, dan berjalan keluar kamar untuk melihat ada apa.
Saat baru saja keluar dari kamar aku terkejut, aku langsung di dorong ke dinding oleh seseorang.
" Dasar pelakor kamu.......
.
.
.
.
🙏🙏 terimakasih sudah mampir di karya otor ya temans..
__ADS_1
jangan lupa Like dan comentnya