
Aku terkejut saat memasuki kamarku, ada seseorang yang sedang tidur di atas kasurku , membelakangi pintu masuk, dan tidur di ujung kasur. siapa yang masuk dan tidur di kamarku?!". pikirku. Yang tidur masih memakai jelbab nampaknya. Apakah nenek?.
Lampu kamar memang masih lampu besar, belum di ganti. Aku pelan saja pergi menganti bajuku dengan baju tidurku, aku tadi sudah sholat isya di rumah sakit.
Setelah nenganti baju aku tidak menganti lampu tidur, biarlah terang saja, aku naik ke tempat tidur di sebelah yang kosong, aku mau istirahat, tidak peduli siapa yang tidur di kasurku, yang pasti dia perempuan , pasti... karena masih memakai jelbab.
Saat mataku akan terpejam aku dikejutkan dengan...
" Kamu sudah pulang Dini... Maaf ibu masuk dan tidur di kamar kamu, Ibu baru sampai tadi menjelang isya dengan travel ".
Ternyata ibu bang rizal yang tidur di kamarku. Aku terkejut, kukira nenek yang tidur, atau tante irma, karena sore tadi tante irma disini bersama ayah bang rizal dan kakek. Bahkan tanre irma pun tidak terpikirkan oleh ku kalau akan menginap di sini, apakah dia juga menginap disini ya ? dimana dia tidur?.
" Ooo.. ". aku tidak tahu harus jawab apa, aku masih syok melihanya. Bahkan, aku bangkit dari tidur dan terduduk di kasur, mungkin aku tergangga melihat ibu bang rizal . Tidak menyangka saja.
" Kenapa.... kamu tidak apa- apa kan kalau ibu menginap di sini !?". tanya ibu bang rizal sambil memegang tangganku.
" Aaaa... tidak.... tidak apa- apa bu... aku cuma kaget saja, tidak menyangka kalau ibu yang tidur tadi, aku mengira nenek atau tante irma.. ". jawabku jujur.
Padahal dari dulu para nenekku tidak pernah tidur di kamarku kalau mereka menginap, pasti di kamar putri, karena disana yang awalnya tempat sholat dan ada kamar mandinya.
" Sore tadi ayah menelfon ibu, agar ibu datang, dan ibu sampai sekitar jam delapan, langsung kesini, karena ayah dan tante irma masih disini. Tante irma tidur di kamar putri, dan ayah dikosan ". jelas ibu bang rizal.
" Ibu turut berduka dan sedih dengan ayah kamu, bagaimana keadaan ayah kamu ?! apa dia tidak apa- apa?".
" Ayah tidak apa- apa bu, ada beberapa memar di muka, punggung ayah katanya juga sakit, dan matanya juga masih merah karena terendam lumpur sawah ". jawabku.
" Ayah rizal sudah minta pertanggung jawaban pada ayahnya si sandra, atas perbuatannya pada ayahmu dan si madi, kata ayah rizal madi parah keadaanya , kasihan si madi ". ucap ibu bang rizal.
" Iya bu.. tadi aku juga mampir di ruang intesif melihat pak madi, kata perawat sudah ada angsuran,detak jantungnya sudah normal, cuma belum sadar ". jelasku
" Semoga si madi tidak apa- apa. kasihan juga sama samsul, baru keluar penjara malah kena kasus lagi...". ucap ibu bang rizal.
__ADS_1
Aku tidak menanggapi, hanya diam.
" Ya sudah... kamu tidur saja lagi.. istirahat, sudah larut ".
" Iya bu..". jawabku sambil merebahkan badanku yang lelah dan memang mengantuk.
...
Subuh seperti biasa aku bangun, mengerjakan rutinitasku di pagi hari, tidak lupa aku mengirim pesan pad mami bos dan kak nova teman sama bekerjaku, kalau aku izin tidak bisa masuk kerja hari ini, karena ayahku srdang dirawat di rumah sakit.
Aku menerima pesan dari kak nova mengucapkan kesedihan yang menimpa ayah, dan menguzinkan, nanti di sampaikan pada yang lain, dan mami bos belum membalas pesanku.
Selesai sholat subuh aku kedapur untuk memasak buat sarapan pagi, aku dan putri memasak nasi goreng untuk sarapan kami.
Aku dan putri memasak agak banyak, karena juga sarapan untuk ibu di rumah sakit, nanti akan aku antar. dan juga membawa baju ganti untuk ibu.
Juga memasak nasi dan lauk untuk di bawa kerumah sakit, karena nanti siang belum tentu sempat memasak untuk makan siang, nanti tinggal jemput saja kerumah.
Setengah tujuh putri dan ilham berangkat ke sekolah, dan akupun siap- siap untuk pergi kerumah sakit, membawa sarapan untuk ibu, aku membawa nasi goreng dan nasi putih lengkap, mana tahu ayah jiga mau makan makanan yang aku bawa. Kalau untuk ayah pasti sudah disediakan di rumah sakit, tapi mungkin saja tidak sesuai selera ayah.
Sebelum berangkat Aku memeriksa semua pintu dan menguci semua pintu dan jendela. juga melihat kompor apakah sudah aman untuk di tinggal . Baru berangkat kerumah sakit.
Jarak rumah sakit dari rumah hanya lima belas menit. Sesampai di rumah sakit ternyata ayah sedang sarapan di suapi ibu, dan sudah di lap badannya dan diganti baju oleh ibu, ayah terlihat segar. Ayah agak susah makan, karena bibir ayah bengkak, jadi agak susan membuka mulutnya.
Selesai ayah sarapan ayah berbincang- bincang dengan ayah bang rizal, ibupun sudah mandi dan berganti pakaian dengan pakaian yang ku bawa tadi. ibupun dan ibu serta tante bang rizal juga ber bicang- bicang sambil ibu sarapan, dengan sarapan yang kubawa tadi.
Tepat pukul delapan kami keluar ruangan ayah, karena jam bezuk pagi sudah habis, dan hanya boleh satu irang yang menjaga. itu karena dirawat di kelas , kalau di rawat di vip tidak ada batas jam bezuknya kapan saja bisa datang.
Aku diantar pulang oleh ayah bang rizal dan ibunya. Tante irma tadi langsung balik kekota provinsi dengan travel, dan di jemput kerumah sakit pas sebelum kami pulang.
Setelah mengantar kan aku kerumah ayah dan ibu bang rizal pergi, entah pergi kemana aku tidak tahu. Aku bersih- bersih di rumah, menyapu rumah karena tadi pagi belum di sapu, karena buru- buru kerumah sakit. dan aku menyuci pakaian kotor yang belum sempat dicuci kemaren.
__ADS_1
ting...
Ada pesan di wa ku. kulihat dari kak sandra. Aku belum berniat membuka pesan itu, biar saja pikirku.
ting.....
ting....
ting.....
banyak bunyi pesan ku dengar, tapi ku abaikan saja, aku cuma melihat layar depan saja. masih dari kak sandra.
Aku sibuk.... sibuk bersih- bersih, menyapu rumah dari depan sampai belakang, menyapu teras, menyiram bunga. Hanya menyapu halaman yang belum. kegiatan yang sudah lama tidak aku kerjakan, mungkin sudah lebih setahun aku tidak ful membersih kan seperti ini, biasa hanya sebagian saja.
Seperti hanya membersihkan dapur saja setelah membantu memasak, membersihkan ruang makan saja setelah makan, itupun saat makan malam, kalau selesai sarapan palingan cuma bantu angkat piring kotor ke belakang.
Pukul sebelas lewat aku mempersiapkan makanan untuk di bawa kerumah sakit, untuk makan siang ibu, aku bawa lebih mungkin saja putri dan ilham lang karena jam bezuk siang buka setengah dua belas sampai jam dua. Tapi aku tetap mengirim pesan kepada putri dan ilham kalau aku kerumah sakit siang ini, aku tahu mereka tidak ada yang bawa kunci rumah, pikirku.
Aku akan kerumah sakit naikn ojol saja, biar aman, mungkin saja aku sampai malam di rumah sakit.
Saat mengemas makanan kedalam rantang,Tiba- tiba hp ku berbunyi, kulihat dari kak sandra, tidak ku angkat, pasti di mau marah lagi.. Aku lagi malas berbicara, biarkan saja pikirku, tapi hape ku terus berbunyi. Aku jadi kesal sendiri.
" Hal....."
pengemudi tol kembali memacu kendaraanya..... ngebut ....
.
.
.
__ADS_1
Like & coment ya temans ottorππ
dan terima kadih sudah mampir π dan dukung terus ottor nya ..