
Aku menyuruh bang satria menjalankan motornya, aku muak mendengar ocehan kak sandra.
" Kurang ajar kamu Dini....". teriak kak sandra saat motor bang satria berjalan. Aku mengacuhkannya.
Motor bang satria tidak terlalu kencang, karena aku pernah bilang sama bang satria saat di mengantarku, aku takut kalau motornya ngebut. makanya bang satria tidak pernah ngebut kalau sedang membonceng aku.
" Kamu tidak apa- apa?!". tanya bang satria.
" Tidak apa- apa bang ". jawabku.
" terus... kenapa kesal begitu wajahnya?! manyun kayak bebek ". bang satria mengarahkan spion kirinya melihat pada ku. dia tersenyum .
" Ih ... abang... ". Aku memukul punggungnya.
Dia tertawa melihatku kesal . " Kamu bisa cerita sama abang ". ucapnya. " Nanti siang abang ajak makan siang, biar kamu cerita. bisa??". ucapnya.
" Lihat nanti lah bang, aku kabarin kalau bisa ". jawabku.
" Abang maksa... pokoknya abang jemput pas istirahat siang, kamu izin saja sama bos kamu. tidak ada penolakan, kita ajak lidia kalau kamu tidak nyaman ". ucap bang satria maksa.
Aku hanya diam saja, tidak menaggapinya karena malas saja rasanya. Sampai di depan toko ku bekerja aku turun dan bang satria masih mengingatkanku.
" Jangan lupa izin makan siang di luar, aku jemput pas kamu siap sholat zuhur ". ucapnya tanpa persetujuanku.
" Baik bang ". jawabku lemas.
" Jangan lemas begitu, semangat ". ucapnya mrngepalkan tinjunya keatas.
Aku mengangguk .
Toko baru di buka rolingnya oleh karyawan tukang kunci. masuk ke toko semua baru bersiap- siap memajang pakaian dan patung ke luar pintu disisi kiri dan kanan.
" Siapa yang mengantar kamu din?". tanya kak nova padaku saat bekerja mengankat manekin yang akan di tukar baju pajangannya.
" Pacar baru kayaknya ". jawab teman yang lain.
"Sudah move on ceritanya nih". sela yang lain pula.
" Bukan pacar baru, tapi teman sama kuliahku. tadi saat menunggu angkot kebetulan lewat ". jelasku.
" Awalnya teman... besok- besok demen". sela mereka tertawa.
" Dia sudah tunangan.. aku juga akan balik sama bang rizal ". jawabku .
" Haahh....". jawab mereka bersamaan.
" Kamu balikan lagi din? apa kakakmu itu tidak akan menganggu lagi?!". tanya kak nova.
" Aku tidak perduli dia beberapa minggu yang lalu sudah dekat dengan seseorang, bahkan mau dijadikan istri kedua, kata ayahnya ". jawabku.
"Ooooo... semoga kamu jangan di ganggu kakakmu itu lagi ya din !".
" Semoga... ".
...
Saat istirahat siang aku minta izin makan siang di luar, tapi masih sekitar pasar ini. tadi aku mengabarkan pada bang satria kalau makannya di dekat- dekat toko saja, dia setuju. dan dia menunggu di sana saja .
__ADS_1
Disinilah aku bertemu bang satria, warung yang tidak jauh dari toko, cuma jalan kaki sekitar tiga menit dari toko, di gang ujung tempat banyak warung makan,baik makanan lokal, luar pulau atau internasional. bang satria memilih warung ayam goreng pak tua berjengot dengan latar merah merah. karena tempatnya bisa duduk- duduk agak lama.
" Sudah lama bang?!". tanyaku sambil duduk di depannya.
" Baru kok.. makanan sudah abang pesan, tinggal minta di antar saja ". jawabnya. Dia memberi kode pada seseorang, aku tidak tahu siapa.
" Hm.... apa yang di katakan kakak kamu tadi, hingga kamu kesal begitu?!". tanya bang satria menatapku lekat.
" Dia.... sebenarnya tidak begitu kesal sih bang, dia saja yang tidak tahu kalau aku kuliah malam.yang dia tahu aku sering pulang malam.
Dia bilang aku perempuan nakal bang, keluar malam dan selalu diantar abang pulang. katanya dia ada beberapa kali melihat abang mengantarku pulang. katanya abang pacar baru abang ". Jawabku.
" Terus kesalnya dimana?!". tanya bang satria masih menatapku. Aku seperti di intimidasi saja.
" Abang...". mengibaskan tangganku ." jangan melihatku begitu ". ucapku kesal.
Hahahahahhhaaah.....Eh... dia malah tertawa
" Bisa malu juga kamu din .. haha".
jawabnya masih tertawa, bersamaan dengan datangnya paket ayam tepung pak tua kemeja kami.
" Terimakasih bro..". ucap bang satria pada pelayan yang mengantarkan makanan.
" Sama- sama bang bie ,selamat menikmati ". ucapnya.
kok... dia panggil bang satria bang bie?! pikirku.
" Bang... kenapa abang pesanannya diantar?! kok tidak antri kayak mereka?!". tunjukku pada pembeli peminat ayam tepung pak tua.
" Abang tadi sudah antri sebelum kamu datang, abang hanya minta diantarkan pas kamu datang ". jawabnya cukup masuk akan dan memuaskan.
" Ayok makan, nanti telat masuk kerjanya ". ucap bang satria lagi.
" tidak menunggu kak Lidiab?!".
" Lidia tidak bisa datang, katanya lain kali saja, oyok makan !".
" Ok...". ucapku mengambil makanan. " Bang.... kok yang mengantar makanan tadi memanggil bang satria bang Bieb??". tanyaku sambil mencocol saus sambal ke ayam tepung.
" Ooo.. Aku di keluargaku di pangil Bie, kan namaku Satria Birama Putra. Itu adik sepupuku yang lagi kerja sambilan disini ". jawabnya sambil menyuap nasi dengan ayam.
Ooo pantes saja dia kenal.
" Terus.... kamu kenapa kesal tadi pagi?". tanya nya lagi.
" Mm... kan tadi abang dengar, aku dibilang perempuan yang tidak benar, padahal dia yang tidak benar ". ucapku sambil mengigit ayam goreng.
" Hm....".
" Dia juga bilang kalau aku pacar abang yang bisa di boking, eh .. malah dia yang goda abang. kan aku kesal bang !". ucapku.
" Kamu cemburu aku di goda kakakmu ?!". Ucap bng satria menaik turunkan alis matanya.
" Siapa yang cemburu ?!. aku cuma was-was saja, bisa- bisa abang di serobot seperti tunangn ku dulu. di jebak untuk menikah, diancam oleh ayah dan anak buah ayahnya. Abang mau menikahi kak sandra dengan di jebak?!". tanyaku.
" Ya tidaklah !, tunanganku bisa kabur, rugi aku !". jawab bang satria.
__ADS_1
" Itu yang aku khawatirkan, kak sandra itu dari dulu selalu menginginkan yang aku miliki, ayahnya selalu mendukung semua keinginannya ". jelasku.
Aku menceritakan semua yang pernah aku dan keluargaku alami. Bukan menjelekan kak sandra tapi hanya untuk jaga- jaga, agar tidak terjadi lagi seperti yang kemaren.
" Bahaya juga dia ". ucap bang satria.
" Makanya aku tadi was-was, lihat saja saat dia mengoda abang, membanggakan diri dan menjelekan ku. aku rasa dia merencanakan sesuatu ".
" Bagaimana kalau kita mengerjai dia , bilang saja aku pacar kamu. pura- pura pacaran ". Ajak bang Satria.
" Tidak ah bang, aku tidak mau ada masalah antara abang dan kak lidia, lagi pula aku akan kembali di lamar orang tua bang Rizal ". jawabku jujur.
" Tidak masalah, kita akan diskusi dengan mereka, mereka pasti akan mendukungnya. aku bicarakan dengan lidia kamupun bicarakan dengan tunanganmu. Tapi cukup kita berempat saja yang tahu rencana kita ".
" Aku pikir dulu bang. baru aku diskusi dengan bang rizal ". ucapku akhirnya.
" Kalau kamu tidak berani bicara pada bang rizalmu, aku yang akan bicara, kita vidio call barempat, biar tidak ada kesalah pahaman ". ucap bang bersemangat.
" Aku yakin, kalau kakakmu itu tahu kamu balikan sama tunangan kamu pasti akan berusaha mengagalkan lagi, aku sebagai teman tidak mau kamu itu gagal lagi, kamu harus menerima taearanku ini.
Aku akan segera berbicara dengan Lidia, agar tidak terjadi kesalah pahaman pada hubungan ku ". ucap bang satria.
" Kamu kalau bisa sebelum orang tua rizalmu datang harus kamu bicarakan dulu dengan rizalmu, agar dia juga tidak salah paham. Aku juga tidak mau kamu bermasalah ".
Aku merenungkan ucapan bang satria, benar juga ucapan nya, aku jadi tertarik dengan usulannya.
" Baik bang, akan aku bicarakan dengan bang rizal segera ". jawabku mantap.
"Nah begitu dong, harus semangat, biar yang seharusnya milik kita akan kembali pada kita.. insyaallah...".
Kami tersenyum semangat, srmoga tidak ada halangan lagi. tekadku.
" Eh... nadi ksmu belum habis, ini sudah hampir waktumu masuk kerja !". ucap bang satria mengigatkan.
Ya.. ternyata sudah hampir setengah dua, aku janji pada mami akan kembali ke toko setengah dua.
" Iya bang... aku bungkus saja makananku, biar nanti makannya nyambi ". ucapku. " aku minta kotak dulu". Aku mau berdiri meminta kotak.
" Ini ada kotak bekal sarapan pagi abang, kamu pakai saja ". ucap bang rizal mengambil kotak plastik tape**** di dalam tasnya. Aku memasukan makananku kedalam kotak bekal bang rizal,
" Ini gara- gara abang, jadi telat aku selesai makan, dan abang juga mesan ayamnya terlalu banyak ". geruruku masih terus memasukan nasi dan dua potong ayam gireng tepung.
" Tidak banyak kok, cuma dua potong masing- masing, kamu saja lama memakannya ". jawab bang satria. Aku manyun saja.
Kami buru- buru keluar, dan berjalan berdua menuju toko.
Keluar dari gang tempat makan menuju toko aku di kejutkan...
" Wah... wah... yang lagi pacaran... Bahagia sekali kalian....
.
.
.
. Like & coment 🙏🙏
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir ya temans di tulisan ottor.🙏🙏