Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 82


__ADS_3

Dua minggu setelah acara akad Dini dan Aldi, tibalah dihari pesta pernikahan mereka. Seperti yang mami bilang mereka mengadakan pesta di gedung. Aula kampus.


Beberapa hari kemaren Aldi sangat sibuk memperbaiki pekerjaannya. Ditambah mendekati hari pesta pernikahannya. Dia mengirim undangan lebih banyak di wa saja, dan juga di telfon langsung ke temannya, baik yang ada di dalam kota baik yang di luar provinsi.


Dini pun mengirim hanya pesan atau menelfon pada benerapa temannya yang akan di undang, hanya teman dekat saja.


Keluarga besar yang dari luar kotapun sudah tahu dan mereka memastikan bisa datang, karena hari pestanya di hari minggu.


Mereka senang dini menikah dengan lancar, ayah dan ibu dini pun tidak keberatan dengan pesta yang di bilang akan meriah, memikir banyaknya teman dan relasi mami dan papi.


Teman Aldi juga pasti banyak yang datang, karena aldi pergaulannya luas dan banyak teman.


Ayah pun tetap mengundang mak sam, karena walau bagaimanapun mak Sam tetap kakak ayah saudara seibu sebapak. mau datang atau tidak itu hak dia.


Tepat pagi minggu di hari pesta pernikahan mereka Aldi dan dini saling diam. Mereka semalam berdebat berdua, Aldi mendapat tawaran dari temannya memakai mobil dengan atap terbuka menuju tempat pestanya, yang berjarak sekitar dua puluh menit dari rumah mami.


Sedangkan dini menginginkan mobil tertutup saja atau memakai pakaian pengantin di gedung saja. Tapi aldi tidak mau, malah meminta dukungan dari mami agar pakai mobil terbuka saja. Dan di arak keliling sebentar melewati perumahan Dini tinggal.


Katanya agar bisa tetangga dari orang tua dini juga melihat dini memakai pakaian pengantin. Dini yang keberatan menolaknya, Aldi malah tetap melaksanakannya.


Malah Aldi merencanakan arak- arakan agak jauh.


Saat di dandani di kamar Aldi Dini hanya diam saja, tidak berbicara jika tidak di tanya. Malah Aldi merasa tidak ada masalah saja. dia yang melihat dini cemberut saat di dandani membuat ulah.


Dia pura- pura sakit perut membuat permintaan agar nanti minta arak- arakan pengantin langsung saja kegedung.


Dini yang sedang dipasang mahkota di kepala menjadi panik, dia khawatir ada apa apa- apa dengan Aldi, dan aldipun di bawa keluar oleh mami, katanya mau di periksa dan obati.


Dini yang khawatir mendengar kalau arak- arakan nanti langsung ke gedung menjadi lebih tenang, dia yang tadi diam jadi banyak bertanya pada siapapun yang ada disana tentang keadaan Aldi, apakah suaminya itu sudah sembuh.

__ADS_1


Mereka menjawab tidak apa- apa, Aldi sudah baikan. Dini pun jadi tenang saat dirias, bahkan dia jadi lebih banyak bertanya mengenai pesta nanti, apakah ada ganti bajunya nanti.


Tapi pihak make up bilang ada satu kali pas istirahat sholat magrib. Ya... mami memang mengadakan pesta sampai malam. Kata mami pesta sampai jam sepuluh malam kata pihak juru rias.


Dini jadi diam lagi, bisa kaku kaki ini berdiri dari pukul sepuluh pagi sampai srpuluh malam. Aduh mami... kasihanilah menantu mu ini pekik dini dalam hati.


Saat Dini keluar dari kamar setelah selesai memasang pakaian pengantin dan di bimbing oleh mua mrnuju ruang tamu, dini melihat aldi yang juga sudah siap berpakaian penganten pria tersenyum mentambut dini di ruang tamu.


" Abang baik- baik kan?:". Tanya Dini pada Aldi mendekat.


" Tidak apa-apa, kamu jangan khawatir, abang baik-baik saja". Ucap Aldi berdiri menyambut dini yang berjalan pelan menuju dia duduk, mereka saling tersenyum.


"Kamu sudah siap?!".


"Sudah bang". ucap dini, tidak bisa menganggikan kepalanya karena memakai mahkota pengantin.


Dini melihat mobil parkir di jalanan perumahan ini, mungkin mobil para saudara dan kerabat. Yang akan ikut iring- iringan ke gedung tempat pesta.


Dini dan aldi saling tersenyum di mobil pengantin mereka, mobil berjalan pelan menuju keluar perumahan, tidak lambat dan tidak laju.


Tersenyum Menyapa para tetangga yang kebetulan lewat atau nampak. Mobil di kemudikan oleh teman aldi, disamping juga ada teman aldi yang lain, mereka juga memakai pakaian pendamping pengantin. diatas mobil mereka berempat.


Dini yang selalu diajak bicara oleh aldi merasa nyaman saja, sebelum nya dini merasa kesal kepada Aldi yang akan mengajak iring-iringan pengatin memutar ke perumahan orang tua dini, malah tidak mengetahui kalau dia di buat tidak menyadari kalau iring-iringan tersebut telah hampir mendekati rumah dini.


Dini yang selalu di buat tertawa oleh Aldi dengan cerita-certia lucu dan saling tersenyum. Hingga.....


"Abang..! katanya mau langsung ke gedung acara?!. kok ..."


"Kita sama-sama berangkat kegedung, jemput semua dulu". ucap Aldi menunjuk semua keluarga besar dini yang telah berdiri di depan rumah.

__ADS_1


Dini sangat terkejut, ternyata semua keluarga dan kerabat dini sudah berkumpul, dia melihat kearah suaminya. Terharu, ternyata ini tujuan iring-iringan melewati rumahnya, padahal dia tidak mau pakai arak- arakan dengan mobil terbuka, bisa kepanasan atau jadi bahan perhatian orang lewat. kan malu.


" Abang...". Ucap dini dengan mata berkaca-kaca, karena telah mendiamkan suaminya dari kemaren malam. Dini merasa menyesal .


"Tidak apa- apa, aku mengerti kok". Ucap aldi sambil mengenggam tangan Dini, istrinya. " jangan menangis, habis make upnya nanti, jelek".


"Abang... ". ucap dini memukul paha Aldi.Aldi tersenyum gemes melihat istrinya .


Mobil iring-iringan Aldi dan dini mengular mengiringi ke gedung pesta pernikahan. Banyak keluarga dan kerabat yang ikut iring-oringan ini.


Sebenarnya dari rumah orang tua Aldi dekat, dan dari rumah orang tua dini memakan waktu lima belas menit. Mereka mengiringi mobil penganten dengan senang.


Untung minggu pagi ini belum begitu ramai jalanan, sehingga iring-iringan ini tidak punya kendala di jalanan menuju gedung.


Sesampai di gedung mereka di sambut dengan tarian adat minang dan alat musik tradisional. Doni tidak menyangka kalau pesta pernikahanmnya semeriah ini.


Dia tidak membayangkan ini sebelumnya, bahkan untuk pesta di gedung. Jauh dari fikirannya. Tapi onilah yang terjadi, meriah .


Ini baru penyambutan di luar gedung. bagaimana dengan di dalam ruangan pesta.


.


.


.


. Like dan komen ya temans


terima kasih sudah mampir 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2