Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 62


__ADS_3

" Wah... wah ... yang sedang pacaran.... bahagia sekali kalian tertawa- tawa diatas penderitaan orang lain !!".


Tiba- tiba kami berpas-pasan dengan kak sandra, dia dari arah dalam pasar, sedangkan kami dari lokasi tempat makan. kak sandra yang melihat kami terlihat sangat marah, atau memang dia marah beneran. Entah kenapa, aku tidak tahu.


" Kamu...". tunjuk kak sandra pada bang satria. " Jangan pernah mau berhubungan dengan dia, dia tidak cocok untuk kamu, dia itu perempuan tidak benar , dia itu pernah di tinggal nikah oleh tunangannya. dia itu...."


" Terserah aku lah... " Potong bang satria. " Apa hubungannya dengan kamu !?, aku tidak kenal kamu, dan aku tidak percaya kamu. Mau pacaran sama dini , apa urusanmu, pergi kamu ! jangan ganggu kami !... Ayok sayang, bisa telat kamu masuk kerja nanti ". Ucap bang satria merangkul bahuku. Aku kaget, tapi tidak bisa bereaksi karena masih afa kak sandra di sini.


Aku pun berjalan mengikuti arahan bang satria menuju toko tempatku bekerja, mengantarku sampai depan toko.


" Terima kasih bang ". ucapku .


" Sama- sama, pikirkan ya, yang tadi ". ucap bang satria.


Aku mengangguk saja, dan masuk ke toko. Belum duduk di meja kasir kak nova datang kearahku, dan berkata.


" Tadi kakakmu itu datang, dia menanyakanmu. kami jawab pergi keluar. tahu ngak, dia marah- marah tidak jelas. katanya kamu merebut pacarnya dia. memangnya yang tadi itu pacar kakak kamu?!". cerocos kak nova berkata, berucap, menerka dan bertanya. panjang ucapanya membuat aku pusing mendengarnya.


" Memangnya kak sandra dari sini ?!" tanyaku


" Iya... barusan pergi, kamu ada bertemu dia".


" Ada... di gang samping sana, dekat warung makan *******". jawabku. " Kak nova sudah istirahat, maaf aku lama istirahatnya ". sesalku.


" Aku sudah istirahat tadi duluan ".


" Mami kemana?!"..


" Katanya ke toilet ".


" Dini... ini nota ibuk itu, tolong di cek ulang ya, barangnya itu, sedang di kemas ". ucap abang teman kerjaku.


" Ok.... baik bang ". jawabku sambil mengambil nota pelanggan tadi.


" Dini ... aku bantu di sana". ucap kak nova menunjuk pelanggan yang datang .


" Baik kak.... semangat ya !". ucaoku tersenyum.


" Ok...". jawabnya.


Aku mencek nota belanja pelangan, ibu itu mendekat dan duduk di depan meja ku. aku tersenyum ramah padanya.


" Minum dulu buk... ". tawarku pada ibu tersebut.


" Baik nanda... terima kasih ". ucapnya sambil mengambil air mineral gelas yang ada di atas meja.

__ADS_1


" Totalnya Rp ******** buk ".ucapku memberikan notanya, ibu itu menerimanya dan mencek kembali, dia kembali memberikannya padaku dan memberikan uang belanjaannya. Aku menghitung.


" Pas ya buk ". ucapku sambil menstempel lunas pada notanya. Dan mengucapkan basa- badi sefikit serta mendo'a kan dangannya laris, lekas habis dan lekas pula belanja kembali.


Selesai melayani pelanggan tadi mami ternyata sudah duduk di dekat tangga, aku tersenyum saja kepada mami.


" Maaf mi, telat balik dari makan siangnya ". ucapku.


" Sekali ini mami maafkan, biat yang lagi happy pacaran ". ucap mami menggodaku.


" Bukan pacar ku mi, dia teman kuliahku ". ucapku menjelaskan.


Mami hanya mengagukkan kepala saja, karena ada pelangan yang datang membayar.


Sore saat sampai di rumah saat pulang dari bekerja, aku dikagetkan di sambut dengan adanya orang tua bang Rizal. Hah... kan aku baru selesai ujian kemaren, nilaiku juga belum keluar, garcep juga mereka pikirku.


" Assalamualaikum....". Ucapku memasuki rumah sambil menyalami mereka.


Ayah dan ibu duduk di seberang ayah dan ibu bang rizal.


" Waalaikummussalam...".


" Disini duduk dini !". ajak ibu bang Rizal menepuk bangku di sampingnya, aku pun duduk di dlsamping beliau.


" Bagaimana ujianmu Dini?!, apakah lancar?". tanya Ayah bang rizal.


" Ayah dan ibu kemari hanya mampir, kami tadi menghadiri pesta teman lama di sini, di gedung stikes depan sana. Jadi sekalian mampir kemari ". jelas ayah bang Rizal.


" Ibu jiga kangen kamu Din ". ucap ibu bang Rizal memegang tanganku, dan mengenggam jariku, sambil tersenyum. Aku membalas senyumnya.


Para ayah berbicara ringan saja, berbasa- basi, saling menanya kabar dan saling bercerita kebiasaan dan hobi mereka. Aku sesekali menyahut jika di tanya.


Karena sudah hampir magrib ayah menawarkan mereka untuk sholat magrib berjamaah di rumah, mereka pun menyetujuinya.


Ibunya bang Rizal berwudhu di kamarku, dan kami berjamaah di ruang tengah. Selesai sholat mereka izin untuk langsung berangkat, ibu menawarkan untuk makam malam terlebih dahulu, taoi mereka menolaknya. Katanya masih kenyang, karena baru makan di tempat pesta setengah lima tadi.


Saat berpamitan ibunya bang rizal memeluku, dan berbisik ' ibu mengiginkanmu menjadi menantu ibu segera, ibu tidak sabar menjadikan kamu anak ibu' ucapnya. Aku hanya diam saja, belum memberikan jawaban.


Kami mengantar orang tua bang rizal sampai halaman depan saling salaman untuk melepas mereka naik ke mobil mereka. saat ibu bang rizal salaman dengan ibu dumia berucap.


" Tidak sabar aku untuk segera kita besanan, semoga Dini sehera menjadi menantu ku ". ucapnya pada ibu.


" Insyaallah ". jawab ibu.


Ayah dan ayah bang rizal pun salung rangkul, saling meng amini ucapan lara istri.

__ADS_1


Setelah mereka berangkat kami masuk kerumah dan akan makan malam bersama , karena putri dan ibu sudah menghidangkan tadi, tapi orang tua bang rizal tidak mau makan, karena masih kenyang.


Saat makan malam kami mengobrol santai saja, dan selesai makan hanya putri yang mengangkat nasi dan piring kotor ke belakang, karena kata ayah beliau mau bicara denganku di ruang makan ini.


" Apakah kamu sudah memikirkannya semalam Dini !?". tanya ayah.


" Aku.... aku akan menerimanya ayah, semalam aku sudah sholat istiqarah, belum ada sih petunjuk, tapi aku akan menunggunya empat atau lima hari ini. apakah masih sama keputusan ku sakarang atau tidak, aku cuma berharap sama". jawabku.


" Iya... ayah akan beri kamu waktu seminggu untuk kamu mencari jawaban dari isi hati kamu sebenarnya". ucap ayah.


" Baik yah... ". ucapku


Tidak lama ayah menerima telfon dari om , agak lama ayah menelfon, berbicara dan terdrngar ayah menolak, kami hanya mendengar saja.


" Ada apa yah?!". tanya ku setelah ayah menutup telfon.


"kata umar kak sam nenelfonnya menagis- nangis, tapi tidak ada yang dia katakan. umar mengajak kesana sekarang tapi ayah tidak mau, besok saja .


Palingan Sandra atau samsul buat masalah lagi, malas saja sekarang kesana ". jawab Ayah.


" Aku tidak pernah mendengar kabar mereka beberapa minggu ini, semenjak bang samsul kemari hari itu ". ucap ibu.


Sama, aku juga tidak pernah mendengar kabar atau bertemu mereka, bari tadi pagi, entah kebetulan bertemu atau sengaja kak sanda menemuiku.?aku tidak tahu, tapi kenapa dia marah dan sewot saja padaku.


" Yah.... tadi pagi aku bertemu dengan kak sandra di pertigaan, entah kebetulan bertemu atau sengaja bertamu aku tidak tahu, tapi dia......". aku menceritakan kejadian tadi pagi kapada ayah tentang perkataanya . Tapi aku tidak mengatakan rencana ku dan bang satria.


" Kalau dari cara dia menawarkan diri pada bang satria sepertinya dia tidak jadi nikah dengan bang Candra yah, kok berani sekali dia mengoda bang satria, dia juga bilang aku tidak cocok jadi pacar bang satria, mungkin dia mengira aku pacaran dengan bang satria !?". Dugaku .


Ayah menganguk- angukkan kepalanya, lalu....


" Sepertinya iya kalau ayah dengar dari ceritamu itu. Sekarang kita pun harus lebi hati- hati lagi, apalagi kalau dia tahu akan dilamar kembali sama rizal". ucap ayah.


" Maka dari itu Yah, kalau bisa pembicaraan antara ayah dan orang tua bang rizal cukup kita saja yang tahu. Ayah dan ibu tidak usah bicarakan dulu pada om umar dan kakek. Biar tidak terjadi masalah lagi ". usulku.


" Dan untuk hubunganku dan bang satria ayah bilang sama ayahnya bang rizal yang seperti aku bilang hari itu, hanya reman dan dua juga sudah tunangan , agar tidak terjadi kesalah pahaman ". ucapku.


" Baik.. baik.... ayah akan bicarakan rencana kamu itu ". jawab ayah.


Telfon ayah berbunyi lagi, ternyata dari ayah kak sandra. Ada apa lagi ini?? Apa menginginkan yang aku miliki lagi?! apa bertanya tentang bang satria?! seperti dugaan bang satria dan aku tadi?!.


.


.


.

__ADS_1


.


like & coment ya temans ottor....


__ADS_2