
Hp ayah berbunyi lagi, ternyata dari ayah kak sandra. Ada apa lagi ini?? Apa menginginkan yang aku miliki lagi?! apa bertanya tentang bang satria?! seperti dugaan bang satria dan aku tadi?!.
Aku sepertinya harus menerima tawaran bang satria itu. Aku tidak mau lagi mereka menindadku seenaknya. Aku akan mempertahankan apa yang harusnya untukku.
" Kenapa tidak di angkat saja yah ". tanyaku.
" Biar saja, ayah sedang malas berdebat ". ucap ayah.
" Angkat saja yah, tapi jangan di tanggapi kalau dia bicara. kalau tidak diangkat bisa- bisa nanti tengah malam kemari bikin ribut. kan lebih malas kita yah, menghadapi langsung , tapi di speker in saja yah!". usulku.
" Iya ya.... baik ayah dengar saja ocehannya ". jawab ayah menrima usulanku,mengangkat telfon yang dari tadi berbunyi.
" Asssal......"
" Kemana sih kamu Sein?! dari tadi aku telfon tidak di angkay?!.
" Sedang istirahat, juga mau sholat isya, kenapa !!??". ketus ayah.
" Aku tidak terima, sandra lagi jalan dengan kenalan barunya, teman Dini, tapi dini itu menjelekan sandra, Bilang sandra tidak cocok dengannya.
Apa-apaan dini !. sandra itu lebih baik dari dini, makanya banyak yang suka tidak seperti anakmu itu, pulang malam di antar laki- laki....".
Ayah mau menjawab, aku bisikan agar ayah bertanya, teman dini yang mana, namanya siapa, pasti kak sandra tidak tahu nama bang satria, bisikku pada ayah.
" Teman dini yang mana kamu maksud itu, teman dini banyak. siapa namanya kalau boleh tahu ?!". tanya ayah.
" Aku tidak tahu sandra tidak ada bilang namanya, kata sandra dia itu pacar barunya Dini, yang sering mengatar dini pulang malam. kamu....".
" Anak mu mau nikung pacar anakku lagi?!". tanya ayah cepat.
" Baru pacar, belum jadi suami, masih milik bersama itu. Aku akan mengusahakan agar pacar Dini itu menjadi suami sandra, sandra lebih pantas bersanding dengannya ". ucap ayah kak sandra.
" Belajar dari pangalaman samsul, jangan egois hanya menuruti kemauan sandra yang tidak masuk akal. Suka mengambil punya orang itu tidak akan berkah ". ucap ayah.
" Tahu apa kamu tentang berkah, yang aku inginkan hanya keinginan dan kebahagiaan sandra, tidak perduli punya siapa. Apa peduli ku". ucap nya.
" Bagaimana cara sandra akan bahagia?! kalau orangnya saka tidak tahu dan tidak kenal !". ucap ayah.
" Yang penting menikah, tidak perlu kenal ". jawabnya.
" Terus si Candra bagaimana ?!. apa minta di cerai sama candra?". tanya ayah lagi.
__ADS_1
" Si candra brengsek, dia bilang anaknya satu, teryata anaknya tiga. Dia hanya mau sandra untuk teman tidur saja bukan untuk di nikahi .. eh ".
" Terus kamu bilang anak mu baik kalau hanya untuk teman tidur dari suami orang, dimana letak harga diri anakmu itu ?!. apa kamu mau cucu ha*** di dalam rumahmu?! apa kam...."
Tit..
Telfon di matikan ayah kak sandra.
" Hah ... dasar otak si samsul itu konslet, membiarkan anaknya, kalau hanya teman tidur suami orang sama saja dengan pel**** , menjual diri. Malah bilang dini yang pacaran pulang malam". Kesal ayah.
" Ayah dengar sendiri kan? kalau kak sandra itu akan merebut milik dini lagi. Dia menyangka kalau bang satria itu pacar dini, makanya dia mulai beraksi melalui ayahnya ". ujarku
Ayah menganguk paham dengan ceritaku.
" Ya... kamu harus hati- hati, ayah akan bicara dengan haji faisal tentang ini. agar mereka tidak berencana menganggu hubungan mu dengan rizal.
Kalau bisa mereka jangan tahu bahwa haji faisal kemari. bahaya. Dan kalau bisa kamu jangan bertemu rizal terlebih dahulu, cukup telfon saja ". usul ayah
" Betul Dini, mereka orangnya bahaya, tidak punya hati. sama saudara saja buat masalah ". tambah ibu.
" Iya bu.... keponakan siapa sih bu ?!". ucapku memandang ayah.
" Keponakan bapak husein kak". potong putri.
" Iya... keponakan bapak husein yang punya anak namanya dini dan putri, istrinya namanya Nuraya ". jawab ayah . Kami makin tertawa.
" Aku anak siapa yah?!". tanya ilham yang duduk di dekat pintu kamarnya.
" Kamu anakku, bukan anak si samsul ". ucap ayah.
" Ih.. amit- amit jadi anaknya ayah samsul, bisa perang terus sama kak dini ". ucap ilhan.
" Makanya kamu itu putra satu- satunya bapak Husein dan ibuk Nuraya ". jawabku.
" Ya... ya.. ya... semuanya anakku ". ucap ayah.
...
Pagi- pagi subuh hp ku berbunyi, kulihat jam didinding kamar masih jam tiga lewat, siapa sih subuh- subuh menelfon, kulihat nama pemanggilnya. Bang Rizal...
" Assalamualaikum..."
__ADS_1
" Waalaikummussalam... maaf ya dini, aku telfon kamu subuh- subuh, mataku tidak bisa tidur dari semalam ketika ayahku bercerita kalau ayahmu menelfonnya.
Kata ayah kamu sekarang mulai di teror sandra dan ayahnya. benar itu din?!. aku jadi khawatir dengan, nanti di celakai lagi ". ucap bang Rizal panjang.
" Apa penyebabnya, kok kamu di teror lagi, apa mereka tahu kalaubaku akan melamar kamu lagi?!". tanya bang Rizal.
Aku menarik nafas pelan, dan melepaskannya. Aku akan menjelaskan semua.
" Aku punya teman kuliah kelas karyawanku, namanya bang satria, abang itu sepupu bang Tomi yang di depan rumahku. Kalau ayah tidak bisa menjemputku pulang kuliah, aku sering diantar bang satria. Aku cuma boleh pulang diantar bang satria oleh ayah. yang lain tidak.
Mungkin karena sering diantar dan kak sandra juga beberapa kali melihatku di antar, dia menyangka kalau aku pacaran dengan bang satria. Dan karena gagal menjadi istri kedua bang candra makanya kak sandra ingin menikung lagi yang lagi dekat denganku". jelasku pads bang rizal.
" Oo begitu. kamu tidak pacaran kan dengan satria itu?!". tanya bang Rizal.
" Tidak bang, bang satria juga sudah punya tunangan. dan aku juga dikenalkan dengan tunanggannya ".
" Syukurlah ". Terdengar helaan nafas bang Rizal, mungkin lega mendengar kalau aku tidak pacaran dengan bang satria.
" Terus rencana kamu kedepannya bagai mana?!". tanya bang Rizal.
" Mm.. kalau abang tidak keberatan, kedatangan abang atau orang tua abang jangan sampai kak sandra dan ayahnya tahu. kalau bisa jangan bertemu dulu dalam waktu dekat. Cukup telfonan saja.
Dan kalau abang setuju aku dan bang satria ingin mengerjai kak sandra, kami akan pura- pura pacaran. Apa reaksi mereka, apa yang akan mereka lakukan pada kami. Apakah abang setuju?!". tanyaku takut, kalau rencanaku tidak di setujuinya.
" Abang takut, nanti kamu di celakai lagi ". ucapnya. " Bagaimana kalau kita menikah saja langsung, kita akan tinggal kota provinsi saja agar tidak terganggu lagi, kamu bisa pindah kuliah kesini ". usulnya.
" Itu yang juga pernah terfikirkan olehku, tapi dalam masa rencana kan kita butuh waktu bang, kalau kak sandra tahu kita akan menikah, bisa jadi kita yang di teror lagi.
Makanya untuk mengecoh kak sandra sementara orang tua berembug, aku pura- pura dekat dengan bang satria. jadi yang di ganggu kan bang satria bukan bang rizal, rasanya akan aman untuk rencana kita". jelasku
" Tapi... bagaimana nanti hubungan satria dan tunangannya, kalau sampai di jebak sepertiku beberapa bulan yang lalu, kan kasihan tunangan satria itu!?". jelas bang rizal.
Iya ya....
.
.
.
.
__ADS_1
like dan koment ya teman ottor
terimakasih 🙏🙏