Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 118


__ADS_3

Aldi yang berada di bandung untuk bekerja mengenai tender proyek yang akan dikerjakannya. dan sekalian dia Mengajak Dini dan si kembar liburan. jika kebetulan tidak ada pertemuan atau rapat di kantornya, aldi akan mengajak mereka keluar, walau hanya sekedar jalan sore ketaman atau keliling kota bandung.


Aldi memakai mobil temannya selama dibandung.


Sikembar yang aktif sangat senang di ajak jalan- jalan. Apalagi jika ke arena bermain.


Aldi yang sudah kenal dengan jalanan kota bandung, tidak begitu kesulitan membawa mobil kesana kemari. Karena dia kuliah dibandung dan setelah tamat kuliahpun aldi bekerja di kantor kontraktor yang dia dirikan bersama temannya dikota bandung ini.


Dini sudah terbiasa menjaga sikembar berdua dengan suaminya waktu di kota tempat proyek aldi. dini menikmati kebersamaan keluarga kecilnya.


Aldipun sama, dia bahkan selalu pergi bersama jika tidak ada rapat atau kegiatan kantor.


Mereka berada di bandung hampir sebulan. Karena proyek yang akan aldi tangani akan melakukan penanda tanganan kontrak awal bulan depan.


Jadi mereka menikmati saja bekerja sambil liburan di kota bandung.


kantor kontraktor Aldi dan temannya, tidak hanya mengerjakan langsung proyek bagunanyang mereka rancang. kantornya juga menyediakan konsultasi rancang bangunan untuk perorangan.


Baik untuk rumah tinggal, kantor , ruko bahkan ada juga menerima merancang ulang serta renovasi rumah dan kantor.


Sehingga selain berkerja di proyek, aldi dan teman yang arsitek juga membuat rancangan pesanan dari klien maupun konsumen yang konsultasi.


Pada saat pertemuan dengan beberapa tempat yang sedang ditangani dan sedang di rencanakan pembangunannya. Maka aldi mendapat proyek yang akan dikerjakan dan diawasinya.


Dan yang lebih menyenangkan, Aldi mendapatkan proyek untuk pembangunan hotel. Dan hotel yang diawasi Aldi berada di ibukota provinsi tempat tinggal mereka.


"Assalamualaikum sayang...". ucap aldi saat memasuki apartemenya siang itu sepulang dari kantornya.


Menuju tempat istri dan anak kembatnya duduk. hendak mendekati si kembar.


"Waalaikumussalam..., cuci tangan dulu ya bang. baru megang anak". jawab Dini yang sedang menemani bayi kembarnya bermain di karpet depan ruang menonton apartemen.


Kebiasaan mereka saat datang dariluar rumah.


kedua anak kembar Aldi abang Ahsan dan adek ihsan tertawa ceria, melihat aldi datang, mengangkat tangannya minta di gendong ayahnya, berceloteh. Bahkan berjalan berpegangan pada kursi, sambil berebut mendekat ke Aldi.


Sikembar memanh sudah mulai bisa berdiri. bahkan berjalan walau masih berpeganggan.


"Sebentar ya sayang, ayah cuci tangan dulu". Ucap aldi pada anak kembarnya.

__ADS_1


Seolah mengerti ucapan aldi, si kembar kembali berjalan berpegangan tangan kearah ujung kursi yang lain.


"Sayang... kamu pasti senang, mendengar kabar ini. kalau proyek yang aku awasi dan aku kerjakan, ada di kota Pd. ibukota provinsi kita". ucap Aldi bersemangat.


sambil pergi mencuci tangan di wastafel dapur. yang dekat ruang televisi, di samping meja makan.


"Beneran bang!?". tanya Dini mengiringi aldi ke dapur yang sedang mencuci tangan.


"Benar sayang. proyek yang akan aku kerjakan itu pembangunan hotel. di daerah pantai". jawab aldi.


"Alhamdulillah bang, dekat dengan keluarga". ucap dini. "Abang mau langsung makan siang atau minun kopi dulu?". ucap Dini akan membuatkan kopi untuk suaminya.


"Makan siang saja. laper". ucap Aldi memeluk dini yang sedang berdiri di meja dapur.


Aldi meletakan dagunya di bahu dini, dan memeluk erat dini dari belakang.


"Alhamdulillah.. pasti keluarga kita senang. tidak jauh untuk mereka menngunjungi si kembar". ucap aldi, membalikan tubuh dini menghadapnya.


Lalu mencium kening dini dan juga mencium kedua pipi Dini.


Dini tersenyum dan membalas pelukan suaminya.


Pembangunan sebuah hotel yang berada di pinggir pantai. dekat tempat wisata pantai yang berada di pusat kota provinsi.


Hotel yang akan dibangun merupakan hotel berbintang. dan juga ada ada areal pantainya di pelataran hotel.


"Kapan kita pulang bang?!" tanya dini melepaskan pelukan mereka, setelah beberapa saat mereka berpelukan di dapur.


membiarkan sikembar bermain berdua di ruang menonton.


"Kita pulang tiga hari lagi, abang sudah pesan tiketnya". ucap Aldi.


"Ok. nanti sore kita beres-beres ya bang". ucap dini.


"Ya sayang, nanti abang bantu untuk berkemas. kita belanja oleh-oleh nanti sore. dan besok kita kemas pakaian dan perkakas semua. biar dikirim pakai ekspedisi semua barang.


Sediakan saja beberapa pakaian untuk dua hari ini, biar tidak banyak bawaan pas pulang". ucap Aldi.


"Baik bang!". jawab Dini.

__ADS_1


"Makan siang yuk, sudah laper". ucap Aldi menuju rak piring mengambil peralatan untuk makan.


"Ayo!". ucap dini, menyiapkan makanan siang yang sudah dimasaknya tadi.


Mereka makan siang lesehan di karpet depan televisi. karena sikembar juga ikut makan siang.


kalau makan dimeja makan dini takut, sikembar makan belum sampai duduknya. dan juga mereka biasa makan duduk lesehan bersama.


Dini juga memberikan anaknya makan sendiri, agar sikembar misa makan dan menyuap makanan sendiri.


Selesai makan siang dan sholat zuhur. Mereka istirahat sebentar dengan bermain sambil tiduran.


Seperti Aldi ucapkan tadi, mereka akan pergi berbelanja oleh-oleh.


Pukul tiga mereka pergi berkeliling, berbelanja oleh-oleh. seperti baju, accecoris, makanan kering juga ada sandal dan tas. Tidak lupa membeli kardus dan juga plastik besar.


Mereka kembali ke aparteman menjelang magrib, dan tidak lupa belanja cemilan dan makanan ringan.


Pagi harinya setelah sarapan pagi dini mulai mengepak pakaian yang dirasa tidak akan dipakai dua hari ini.


"Sayang, satu koper dipakai untuk baju persediaan dua hari ini ya". ucap Aldi.


"Baju-baju banyak bang, kemana di masukan?!". tanya dini.


karena selama sebulan ini ada beberapa kali mereka membeli pakaian untuk sikembar, dan juga untuk mereka.


"Masuk kardus saja, kan kemaren ada beli kardus dan plastik besar.


Kamu sisihkan saja pakaian persediaan dua hari ini. nanti abang yang mebgepaknya". ucap Aldi.


Aldi pun mengepak semua pakaian, oleh- oleh dan belanjaan ke kardus, yang terlebih dahulu dilapisi plastik di bagian dalam kardus. Pada bagian luar kardis juga dilapisi plastik dan diikat rapi.


Selesai mengepak semua barang dan pakaian, aldi menyusun dekat pintu keluar. Ada tiga kardus besar dan satu koper. koper juga dilapisi dengan kardus dan di lakban dinding kopernya.


Sorenya Aldi mengantarkan barang yang akan di kirim ke kantor exspdisi. exspedisi yang biasa dipakai para pedangang untuk mengirim barang dagangan mereka ke penjual di luar kota bandung.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2