
"Parah kan bang?. Aku saja mendengarnya ocehannya sangat muak. egois". kesal Aldi curhat pada abang iparnya.
"Memangnya kamu kenal dengan sepupu istrimu itu?!". tanya abang ipar.
"Tidak bang, baru tiga kali bertemu dengan yang barusan. Tapi setiap bertemu selalu buat masalah dengan istriku".
"Bagaimana tanggapan istrimu, jika kebetulan bertemu dengan sepupunya itu?!". tanya abang ipar.
"Dini sih cuek saja, tidak menanggapi ocahan sepupunya itu. Bahkan jika sepupunya itu makin menjadi, sampai menghina dan berkata kasar dini malah bersikap tidak kenal, dan memilih menghindar saja". jawab Aldi.
"Memangnya ipar istrimu itu masih gadis?! dan bagaimana tanggapan orang tuanya dengan sikapnya seperti itu?!"
"Kurang tahu bang, tapi dini pernah cerita dia sudah punya anak. tidak tahu apa itu anaknya atau di adopsi. karena dia anak satu-satunya.
Malah ayahnya mendukung sikap arogan anaknya itu. Ayahnya bahkan ikut andil mencelakai istriku dan mertuaku. istriku pernah koma beberapa hari setelah angkot yang ditumpangi istriku ditabraknya". jawab Aldi kesal, menceritakan tentang istrinya.
"Berarti dia sekeluarga orangnya tidak benar itu, dan juga jiwa mereka tidak benar. Harus hati-hati saja kamu, sepertinya keluarga itu bisa saja merencanakan hal yang buruk pada kalian". pesan abang ipar pada aldi.
"Iya bang, terima kasih". ucap Aldi.
Aldi sampai dirumah mami lewat jam dua belas malam, untung kakak aldi masih ada yang belum tidur. dan juga kakak aldi yang suami dan anaknya ikut aldi tadi juga menunggu kedatangan mereka.
Saat aldi masuk kamar, aldi melihat istrinya telah nyenyak tidur. Dia pergi kekamar mandi untuk bersih- bersih, dan bersiap untuk tidur. karena tubahnya sangat lelah dan mengantuk.
Aldi tidur sambil memeluk istrinya, dan tidur sampai menjelang subuh dengan nyenyak.
Sikembarpun tidur dengan nyenyak, tidak terbangun sekalipun.
Menjelang azan subuh Dini terbangu dari tidurnya, dia sudah biasa tidur dipeluk Aldi. Dini bangun dan berusaha keluar dari pelukan dan kungkungan suaminya perlahan. Agar Aldi tidak terganggu.
Lepas dari pelukan Aldi, dini kekamar mandi untuk menuntaskan panggilan alamnya. Sekalian dia mandi keramas, karena semalam dini hanya mandi menyirami tubuhnya saja.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Dini membangunkan suaminya untuk sholat Subuh. Dan mereka sholat berjamaah.
Sampai selesai sholat subuh pun si kembar belum juga bangun. Aldi kembali rebahan di kasurnya, karena masih sedikit mengantuk.
Melihat sikembar masih tidur, Dini berinisiatif membangunkan anak kembarnya, dengan mengangkat keduanya keatas tempat tidurnya.
Aldi yang melihat dini meletakan sikembar di sampingnya. Memiringkan badannya menghadap si kembar. Dia menoel-noel hidung si kembar dan memainkan mulut sikembar, membuat si kembar mengeliatkan tubuhnya karena terganggu.
Dini menganti popok salah satu si kembar yang masih tertidur, adek Ihsan. popoknya penuh karena semenjak tidur semalam si kembar tidak bangun dan tidak ada menganti popok.
__ADS_1
Setelah selesai yang satu, lalu dini menganti popok yang kedua, abang Ahsan. Karena yang kedua ini tadi di ganggu aldi, maka saat dini menganti popoknya dia sudah terbangun.
Dan merengek saat diganti popoknya, mungkin dia haus. sejak semalam tidak menyusu, karena tidur mereka nyenyak.
Dini menyusui Abang Ahsan sebentar. Aldi menganggu adek Ihsan yang masih tertidur. Dia kembali tertidur nyenyak mungkin karena popoknya sudah diganti, dan merasa nyaman.
Selesai menyusui Abang ahsan, dini meletakannya dekat adek Ihsan. Dan merebahkan tubuhnya dikasur.
Dini dan Aldi tidur berhadapan, dengan dikembar berada di tenggah mereka. Abang ahsan yang sudah terbangun, tidak mau tidutan dengan tenang.
Dia mulai merangkak ke badan Dini. Berusaha duduk dan berdiri berpegangan ke badan dini yang sedang rebahan.
Mereka bermain-main diatas kasur, Adek Ihsan yang diganggu Aldi juga mulai terbangun, dan merengek yang mungkin juga haus.
Karena dini menyusui adek ihsan, maka Aldi mengambil abang Ahsan. Aldi bermain-main dengan abang Ahsan, hingga anaknya itu tertawa karena Aldi nain cilukba.
Mendengar tawa saudara kembarnya, Adek Ihsan pun melepaskan mulutnya berhenti menyusu. merangkak mendekati Aldi ayahnya dan abang Ahsan.
Adek Ihsan ikut bersandar di dada Aldi yang sedang rebahan, sedangkan abang Ahsan duduk didepan dada Aldi.
Aldi melucu dengan suara- suara yang aneh, membuat kedua anak kembarnya tertawa. Dini yang berada disana juga ikut tertawa melihatnya.
Lama mereka bermain bersama. Jam telah menunjukan pukul enam dan tak terasa langit telah terang. Dini membuka gorden, dan membuka jendela biar udara masuk.
Tidak berapa lama Dini masuk kekamar membawa kopi dan sarapan untuk suaminya Aldi dan susu untuknya.
Dini yang melihat anak kembarnya, masih betah berguling-guling di atas kasur dan sesekali si kembar berdiri sambil berpegangan pada badan aldi yang sedang rebahan.
"Abang, Sarapan dulu". ucap Dini duduk di pinggir tempat tidur.
"Sebentar sayang, mereka sedang semangat kayaknya belajar berdiri berpegangan pada badan abang. Lihat, setelah lepas pegangan selalu bangkit lagi". ucap Aldi senang melihat semangat kedua anak kembarnya.
"Semangat sayang, kamu pasti bisa!!". ucap Aldi menyemangati keduanya.
Hingga, adek Ihsan bosan, dan mungkin kelelahan. Mengosok- gosok mata dan mukanya.
Dini yang melihat adek ihsan akan menangis, mendekatinya.
"Adek Ihsan capek ya... sini sama bunda sayang!!". Ucap Dini memangil adek Ihsan.
Dengan cepat adek Ihsan merangkak menuju Dini, Dan menekankan wajahnya ke dada Dini, dan mengosok- gosokan hudugnya.
__ADS_1
"Haus ya anak bunda". ucap dini menyusui anaknya.
Sebentar Dini menyusui adek Ihsan, Dini berniat memandikannya.
"Abang, aku mandikan Adek Ihsan dulu ya". ucap dini.
"Habisin dulu itu susunya". Ucap Aldi menunjuk susu Untuk sarapan Dini di meja samping sofa kamar.
Lalu Dini meminum susu sambil duduk di sofa kamar.
Selesai memandikan Adek Ihsan dan Abang Ahsan, Aldi dan Dini keluar dari kamar. Dan bergabung dengan semua keluarga, yang sedang sarapan.
Karena Aldi sudah sarapan tadi dikamar maka dia yang menjaga si kembar sambil duduk selonjoran di depan televisi. Sementara Dini yang ikut sarapan bersama, karena tadi baru minum susu saja.
Selesai semua sarapan, yang punya kesibukan telah mulai melaksanakan kegiatannya. Papi sudah berangkat kepasar.
Yang tinggal ada kakak bang Aldi yang dari luar kota akan berangkat siang nanti, yaitu abang ipar yan ikut aldi tadi malam.
Dan masih ada kerabat yang masih dirumah mami sedang membantu menyimpan perkakas yang kemaren di pakai.
Mamipun belum pergi kepasar, kata mami akan kepasar agak siang.
Mereka pun duduk di ruang keluarga bersama, bermain dengan sikembar sambil mengobrol santai.
"Kamu masih libur kan Al?". tanya mami.
"iya mi, temanku sedang merencanakan proyek baru. mungkin awal bulan lihat kesana". jelas Aldi.
"Nanti, sore kami kerumah ayah dan ibu, menginap dua hari disana. karena besok lusa aku akan sering zoom meeting tentang proyek lagi. jadi lebih sering disini ". ucap Aldi.
"Hati-hati nanti dirumah orang tua istrimu. jangan sampai bertemu yang semalam". ucap abang ipar Aldi.
Dini langsung menatap Aldi kaget. Dan mereka saling tatap.
"Kenapa Al?! ada kejadian apa?!". Tanya mami penasaran
"Si sandra dan keluarganya".
.
.
__ADS_1
.