Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 55


__ADS_3

" Aku mau pulang saja ...". ucap mak sam sambil berdiri dari duduknya.


" Diminum dulu kak ". tawar ibu, menahan mak sam agar duduk kembali.


" Tidak usah... menyesal aku kemari tadi... tidak ada mendapat solusinya.. ". ucap mak sam pergi .


" Kak sudah lewat jam sepuluh, diantar abang saja pulangnya ". ucap ibu lagi berusaha manahan mak sam .


" Tidak perlu... aku bisa pulang sendiri... ".


Ibu yang telah berada di dekat pintu hanya memandang saja sampai mak sam keluar dari pagar rumah. setelah tidak nampak lagi ibu menutup pintu dan menguncinya. Lalu ibu duduk dekat ayah sambil memberikan kopi kepada ayah.


Akupun duduk di kursi tamu di depan ayah, kulihat jam di dinding menunjukan pukul sepuluh lewat lima belas menit.


" Ada apa kak sam kemari bang ". tanya ibu sambil mengambil piring kue, dan menawarkan pada ayah, ayah mengeleng. maka ibu tarok kembali di meja. aku juga mengambil piring kerupuk untuk ku.


" Kak sam membicarakan tentang sandra, sandra sekarang sering pergi, bahkan dari pagi sampai malam. padahal anaknya baru berumur tiga bulan.


Semenjak seminggu yang lalu kak sam mencarikan pengasuh untuk membantu sandra metawat anaknya, tapi malah di tingal- tinggal.


Apalagi si samsul, sekarang jadi pemarah kata kak sam, sering berantem, sering buat masalah baik dengan anak buah maupun tetangga. bahkan siapa yang dirasa menganggu dia tidak segan main pukuk saja ". jelas ayah.


" Tetus kita diminta membsntu apa yah !? nanti malah tidak terima ayah samsul itu kalau kita kasih pendapat ". ucapku.


" Itulah yang ayah katakan tadi pada mak sam mu itu, seandainya kita memberi pendapat pada mereka, apa kita akan aman.


Dulu saja saat si samsul tidak panas, dia tidak mau mendengar kita, apalagi sekarang sedang panas bisa di terkam habis ayah nanti, kan gawat, malah kita sendiri yang mencari masalah .


Itu sebanya kak sam marah, katanya kita tidak mau bantu, tapi kita bisa bantu apa? ". jawab ayah.


" Tadi umar juga menceritakan tentang sandra, kata umar kita jangan terlalu ikut campur dengan mereka, takut kalau- kalau malah menjadi masalah buat kita, saranumar tadi ". jelas ibu.


" Iya .. tadi pun ayah cerita, kenapa samsul dan kak sam tidak bisa datang ke tempat umar, ternyata mereka sedang berdebat semenjak kemaren, karena kemaren sandra pulang larut. sementara samsul dan kak sam tidak dirumah seharian, pas mereka sampai di rumah malam hari, sandra belum pulang, makanya samsul mengamuk kemaren, sampai siang tadi dia masih mengomel ". jelas ayah.


Aku dan ibu hanya diam saja mendengar cerita ayah, bukan diam mendengar, tapi makan kerupuk sambil mendengar.


" Eh.. yah... anak kak sandra itu laki- laki apa perempuan!?". tanyaku, sudah tiga bulan umur anak kak sandra aku belum pernah melihatnya, jenis kelaminnya saja aku tidak tahu. Parahnya aku ini


" Kamu tidak tahu ?!". tanya ayah kaget.


" Tidak yah..". ucapku nyengir saja " parah kan yah... anak sepupu sendiri tidak tahu jenis kelaminnya cowok atau cewek.... yang lebih parah dan kelewatan lagi yah... belum pernah bertemu dan melihat anaknya ... ck... ck...ck..". aku geleng- geleng kepala sendiri.


" Ah... memang parah kamu Dini, anak sepupu sendiri tidak dilihat.. memang ini tidak patut di contoh ". Ayah geleng- geleng kepala.


" Ayah... ayah pernah bertemu dengan anak kak sandra, perempuan atau laki- laki yah?!". tanyaku.


" Anaknya perempuan, dan ayah belum pernah melihat atau bertemu anaknya sandra ". jawab ayah.


hahah...aku dan ibu tertawa mendengar kujujuran ayah.


" Itu sama saja yah denganku, sama- sama belum pernah bertemu, cuma ayah tahu jenis kelaminnya saja.. namanya siapa yah ?!".

__ADS_1


" Tidak tahu, ayah saja tahu anaknya sandra perempuan baru tadi ..kakek yang bilang ". ucap ayah.


" Berarti kita sama- sama tidak tahu kemaren yah ". jawabku


" Tapi ayah lebih dahulu tahu dari kamu ". elak ayah


" Ah, beda beberap jam saja yah..".


" Iya.. tapi tetap ayah lebih dulu tahunya ".


" Terserah ayah lah, ayah menang ". ucapku sambil berdiri . " aku mau tidur... sudah larut.. ". ucapku menuju kamar.


Kudengar ayah tertawa- tawa " Kesal kan Dini..... tapi ayah tidak ". ucap ayah.


" Tidak kesal yah.. cuma mengantuk ".jawabku sambil menutup pintu.


Aku tidak habis fikir dengan kak sandra, apa dia tidak berfikir kalau saat ini saja dia sudah jadi bahan gunjingan, tapi kok masih ingin cari masalah lagi. aku yang tidak nyaman mendengarnya. Bagaimanapun pasti akan ada yang bertanya padaku, sebab dia sepupuku. Aku tidak tahu.... bertemu saja tidak pernah.


.....


Kuliahku berjalan lancar, akhir bulan ini aku akan menghadapi ujian semester satu, maka aku sering tidur larut untuk membuat tugas.


Tentang kak sandra dan keluarganya pun aku tidak pernah dengar, bukan tidak perduli, seperti pernah ayah bilang, lebih baik menghindar dari pada terkena masalah. makanya aku juga tidak


pernah bertanya .


Semoga masalah mereka selesai, agar kekerabatan ini tidak ada konflik lagi.


Nanti pulang kuliah saja ayah yang jemput, aku berpesan pada putri, kalau ayah sudah datang kabari aku, aku cemas saja, kenapa ayah belum pulang semenjak sore tadi. Ayah pergi menjelang sholat ashar, tapi sedah selesai magrib ayah belum juga datang.


Waktu aku akan berangkat kuliah Ibu akan bertanya pada om umar, ibu akan mengirim pesan , menanyakan ayah. Pas ojolku datang pesan ibu di balas om umar. Ayah berada di rumah kakek, ada hal yang sedang dibicarakan.


Ibu ,aku , putri dan ilham merasa senang saja, kalau ayah di rumah kakek. Akupun berangkat kuliah dengan ojol.


Kuliahku malam ini hanya menyerahkan tugas saja, karena tiga jmhsri lagi ujian. maka aku tidak sampai jam sepuluh pulangnya, tadi putri mengirim pesan, kalau aku pulang pakai ojol saja pulangnya. karena ayah belum juga pulang.


Ok... akupun memesan ojol untuk pulang , tapi sudah sepuluh menit menunggu ojol, tapi orderanku tidak ada yang menerima, entah ojolnya sedikit atau laku orderannya malam ini.


" Dini... kamu belum di jemput ayah kamu !?" . tanya satria teman kelasku.


" Aku pulang dengan ojol bang, ayah sedang ada perlu ". jawabku jujur.


" Aku antar saja Din... sudah malam, mungkin ojolnya sedikit, dan semua penuh orderannya ". jawab bang satria


" Tidak usah bang, nanti merepotkan , mungkin saja kita tidak searah ". tolakku


" Tidak kok din, Kan kita searah, malah aku melewati simpang kelurahan kamu ". ucapnya.


" Memang abang tinggal di mana ?! yang aku tahu saat perkenalan di kelas hari itu abang di komplek perumahan amanah , di daerah ujung".


" Itu rumah orang tua abang, abang kan usahanya di dekat kampung kamu, jadi sekalian tinggal disana ". jelasnya. " Ayo... biar sekalian pulang , mumpung aku lagi baik hati ". ucapnya bergurau.

__ADS_1


" helmnya kan tidak ada bang ? ". jawabku , tapi tetap mengiringinya ke parkiran motor.


" Ada kok, tadi ada mengantar teman pulang pas berangkat kuliah, jadi helmnya ada, jangan khawatir, Aman kok, cuma kamu saja nanti, apakah aman... di antar cowok ganteng kayak aku ". ucapnya.


" Paling ayah yang nanya- nanya atau komentar 'kang ojolnya keren' itu pasti komentar pertama ayah ". ucapku tersenyum jahil.


" Ah kami din... tidak asik... mada keren begini dibilang kang ojol ". jawabya kesel.


" Kan aku bilang kalau ayahku yang koment, aku tidak bilang, eh bang.. kan kang ojol memang harus keren dan rapi, kalau tidak, akan dikasih bintang satu ". ucapku. " Kalau abang mengantar aku nanti ada yang marah tidak, aku kan takut ?!".


" Ada.... Ayah kamu, nanti pas sampai langsung di tunggu bersama pak haji somad, dan minta kamu dihalalin langsung malam ini juga ". jawabnya. " Ini... pakai sendiri ". ucapnya lagi sambil memberikan helmnya.


" hai... mana ada ayah ku begitu, tes nya oanjabg bang, sampai tes tas sekalian ". jawabku asal.


" Matre dong ayah kamu ?!". ucapnya menstar mototnya " cepat naik, tidak sabar untuk segera di grebek biar lekas halal sampai di rumah kamu ". ucapnya menaik turunkan alisnya.


" Itu sih maunya abang... bukan maunya ayah, ihh... ngarep ". ucapku naik kemotor gedenya bang satria dengan susah payah, karena aku yang agak mini ini. Dia menolong memegang tanganku agar bisa naik.


" Dasar mini... naik motor mesti manjat dulu ". ocehnya.


" Berangkat bang, tujuannya sudah sesuai peta yang di aplikasi ya ". ucapku menepuk bahunya bang satria sambil tertawa.


" Kamu din... ". ucapnya dan melajukan motornya pelan.


" Dini... aku mau berenti di warung depan sebentar, boleh ya ". izinnya setelah beberapa menit berkendara.


" Boleh bang ". jawabku


Dia memberhentikan motornya di dekat mini market . " Din... aku mau pesan nasi goreng, buat makan malamku, di bungkus kok tidak lama. kamu mau.. ?!". tanya bang satria.


" Tidak bang , aku tadi sudah makan, lagian di rumah ibu sudah masak ". jawabku.


" Ok.... kamu ikut aku saja, jangan menunggu di sini, nanti di ganggu itu ". ucap bang satria menunjuk gerombolan anak punk ramai mereka mangkal di dekat parkiran mini market, tidak jauh dari motor bang satria.


Karena aku takut, aku ikuti saja mengiringi bang satria ke warung tenda dekat mini market itu.


" Wah..... sudah berani keluar malam buat pacaran .... keren juga gaetanmu, setelah gagal menikah pintar kamu mencari mangsa ...."


.


.


.


.


Siapa ????


Terima kasih buat temans ottor yang sudah mampir...


Jangan lupa like & komennya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2