Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 68


__ADS_3

Mereka.... keluarga mertua baruku, dan ketabat suamiku.


Setelah mereka semua pamit pulang tinggallah keluarga besarku berberes- beres, kata ibu mungkin sampai sore atau malam ada juga teman atau kerabat yang akan hadir, karena tidak semua kerabat yang bisa datang pagi hari.


Aku disuruh ibu mengajak bang Aldi istrahat dikamar, juga untuk mengajak sholat zuhur.


Bang Aldi mengikuti kekamar. Aku canggung masuk kekamar, padahal kamarku sendiri.


" Dini.... Aku mau mandi, gerah. tapi aku tidak ada baju ganti". ucap bang Aldi padaku, aku yang sedikit canggung hanya diam memandang bang Aldi.


" Dini... ada apa?!. kok diam?". tany bang aldi .


" Ah tidak apa- apa bang, abang mandi saja dulu, aku cari bajuku yang agak besar, kamar mandi di sana". ucapku pada babg Aldi.


Aku nembuka lemari samping mengambil handuk baru dan memberikannya pada bang aldi, lalu aku ke mja rias mengambil sabun dan sikat gigi baru, juga nemberikan pada bang Aldi.


Bsng Aldi menarohnya di atas kasur, lalu membuka jas dan dasinya, dia memberikan padaku, lalu dia menuju kamar mandi yan aku tunjukan tadi.


Lalu aku mengantung jas bang Aldi di hanger dan mengantungkannya di gantungan samping jendela.


Tok... tok.... tok....


Pintu kamarku di ketuk dari luar. aku membukanya, ternyata ibu. ibu mendorong sebuah koper, agak besar kopernya.


" Ini baju nak Aldi, tadi ada yang mengantar". ucap ibu memberikan padaku. aku menariknya.


" Kamu tukar saja bajunya, nanti selesai sholat pakai gamis saja ". ucap ibu.


" Baik bu... ". jaeabku.


Aku menutup pinti kamar dan menarik kopet bang Aldi ke dekat tempat tidur. Mau membukanya aku kurang berani, mau minta izin bang Aldi pasti dia sedang mandi.


Maka aku hanya membuka jelbabku, tidak banyak jarum pentulnya, karena hanya melilitkan saja dan menempelkan bros dan bunga- bunga dan mahkota.


setelah membuka jelbabku, aku membuka kebayaku dan memakai baju kaos, lalu membuka sarung songketku, aku memakai leging dibalik sarung songket.


Setelah selesai membuka baju dan songket aku mengantungnya di hanger dekat jendela di samping jas bang aldi.


Lalu aku membersihkan make up ku dengan concelar. sedang serius memberihkan wajah bang Aldi memanggil.


" Dini... sudah ada baju ganti ku". tanya bang Aldi


" Ini ada yang mengantar koper abang, tapi aku belum buka ". jawabku jujur.

__ADS_1


" Mana !". tanya bang aldi yang melihat dari pintu kamar mandi, hanya kepalanya yang keluar.


Aku menunjuk ke samping tempat tidur.


" Kamu buka saja , ambilkan baju dan celana jangan lupa dalamanya ". perintahnya.


Aku berjalan menuju koper, dan membukanya, aku mengambil baju, celana panjang dan..... ****** ***** dan singlet. lalu mem berikannya pada bang Aldi yang masih menunggu mengeluarkan kepalanya saja dari balik pintu kamar mandi.


" Terima kasih istriku ". Ucapnya tersenyum. Aku hanya diam. Dia tertawa.


aku menutup kembali koper bang Aldi, nanti saja aku pindahkan ke lemari.


Bang aldi keluar kamar mandi terlihat segar dan dia mengusap rambut basahnya dengan handuk.


Selesai bang Aldi mandi gantian aku yang bersih- bersih.


Aku membawa baju ganti kekamar mandi, dan mandi kilat tanpa keramas.


Aku keluar kamar mandi segar, dan juga sudah berwudhu, karena sudah azan zuhur.


Aku lihat yang Aldi sudah memakai sarung, apa dia belum sholat karena aku tidak melihat sajadah terbentang.


" Abang belum sholat?!" . tanyaku


Aku memasang mukena dan mengelar sajadah , satu di depan dan satu di belakang.


" Tidak begitu, begini kalau suami istri sholat jamaah". ucapnya memindahkan sajadah samping belakang sebelah kanan sajadahnya.


Aku mengangguk mengerti, ooo begini.. pikirku.


Kami pun sholat zuhur berjamaah untuk pertama kalinya sebagai suami istri. Selesai sholat dia menghadap kebelakang dan memberikan tangan kanannya, aku menerima tangan bang aldi dan salaman.


tapi dia mengarahkan punggung tangannya ke bibirku aku mencium tangan bang aldi, Lalu menarik kepalaku dan mencium puncak kepalaku lama, seperti ber do'a. Sssrrr... dadaku berdesir, entah rasa apa ini.


" Begitu kalau suami istri selesai sholat. Aku ingin selalu begitu, karena itu salah satu sunah nabi ". ucapnya.


Aku mengagguk kan kepala menandakan akan menuruti keinginannya.


" Terima kasih ". ucapnya sambil mengusap mukenaku sambil tersenyum. lalu berdiri dan melipat sajadah dan meletakkan di rak samping lemari. Akupun melipat mukena dan sajadah ku dan meletakan di rak.


" Aku Mau keluar sebentar, kamu istirahat lah dulu, nanti kalau ada kerabat yang datang akan aku panggil". ucap bang Aldi.


" Baik bang ". jawabku.

__ADS_1


Bang Aldi keluar dari kamar, aku mengambil hpku ingin membalas pesan bang rizal tadi, aku sangat kesal. Setelah membalas pesannya aku akan memblokir nomornya, tekadku.


Kubuka pesan bang Rizal tadi, tidak jauh beda isinya dengan surat yang di terima ayah, hanya ada foto ku fan bang satria yang sedang berbicara.


Aku mulai mengetik pesan, tapi hpku dalam mode offline agar tidak nampak aku sedang mengetik pesan.


' Terima kasih sudah memberikan rasa padaku, rasa aman, rasa rindu, rasa memiliki, rasa di hargai, dan hari ini diberikan rasa malu yang tidak akan pernah kulupakan seumur hidupku.


Aku juga berterima kasih sudah memberikan semua waktu untuk memperhatikanku selama ini, aku merasa di butuhkan, di sayang, di hagai bahkan di cintai .


Tapi aku sangat kecewa, sangat- sangat kecewa, karena tidak memerikan waktu padaku untuk bertanya atau minta penjelasan padaku. Apa yang sebenarnya terjadi.


Mungkin penjelasanku ini sudah telat, sudah tidak ada artinya lagi, dan sudah tidak berguna lagi. karena aku sudah menikah dengan orang yang mau menutupi rasa malu keluarga besarku. yang berbesar hati mengorbankan harga dirinya untuk menutupi malu orang lain.


Foto itu di ambil waktu aku menemani bos ku menghadiri pesta anak temannya di hotel***** minggu lalu, yang di foto itu adalah bang satria yang waktu akan membantu aku untuk mengerjai kak sandra, kami bertemu disana dan mengobrol sebentar.


Tapi aku tidak tahu siapa yang memoto kami. disana sangat ramai tamu hotel dan tamu undangan


Aku harap keputusan yang telah di ambil tidak akan pernah di sesali, karena yang telah pergi tidak akan kembali, yang pecah tidak akan baik lagi.


Terimakasih telah memberikan sakit ini.


Ini foto bersama waktu pesta sebelum aku di foto berdua.. semoga tidak ada penyesalan kedepannya.


maaf.


Aku mengirim pesan tersebut dan juga dua foto, yang pertama foto kami duduk makan di meja, ada bang satria yang berdiri di belakang para ibi- ibu teman mami, sedangkan aku duduk paling depan di foto itu.


Foto yang kedua adalah foto bersama ibu- ibu dan aku, juga pengantin di pelaminan panjang, lengkap dengan para orang tua pengantin


Aku mengirimkannya setelah mamasang data selulerku agar hp ko online, untuk mengirim pesan. Kulihat pesanku sudak ceklist dua, berarti sudah terkirim, maka aku pun memblokir nomor bang Rizal.


Aku sudah tidak ingin lagi ada hubungan, aku membuka cincin tunangan yang di pasang ulang seminggu yang lalu. semua sudah habis.... selesai....


Kehidupan baruku akan kujalani, tidak akan kulihat kebelakang lagi....


Selamat tinggal bang Rizal....


.


.


.

__ADS_1


Like Dan koment ya....🙏🙏


__ADS_2