
"Tolong.... tolong..... mobil itu menabraku". teriak sandra, sambil meringis, ternyata dia cedera.
Aldi memandang sekitar, dan melihat ada polisi yang sedang berjaga di dekat simpang itu.
"Kamu tunggu dalam mobil saja, Aku akan memperlihatkan bukti ini pada warga yang datang". ucap Aldi mengambil hp Dini.
"Kamu vidiokan lagi pakai hpku, kunci saja pintu semua". ucap Aldi tanpa mematikan mobil dan memberikan ponselnya pada istrinya. Lalu dia keluar membawa ponsel dini.
"Kamu harus tanggung jawab, kalau kakiku cacat kamu harus menikahi ku". teriak Sandra melihat Aldi turun dari mobil.
"Abang harus tanggung jawab, bawa dia kerumah sakit segera bang". teriak orang di sana.
"Tapi semua harus melihat ini terlebih dahulu". ucap Aldi memutar vidio tadi.
Semua melihat vedio yang hanya kurang enam menit. Bahkan motor Sandra dijatuhkannya bersamaan dengan tubuhnya lebih satu meter dari depan mobil yang aldi kendarai. Bahkan tidak ada tersentuh sedikitpun.
Sandra tidak tahu isi vidio tersebut, dia sibuk dengan kakinya yang terasa sakit, bisa jadi patah, atau terkilir karena di timpa motor.
"Wah.... wah... penipuan ini, dasar perempuan gila"
"Mau memeras dia mungkin?".
"Dasar gila, bikin orang kena kasus saja".
"Untung Abang punya vidionya".
"Sepertinya kakinya cedera deh, tidak bisa digerakkan".
"Biarkan saja, karma itu".
Banyak lagi ocehan warga yang tidak jadi simpati pada sandra, setelah melihat vidio yang di berikan Aldi.
Tiba-tiba datang dua orang polisi yang tadi berada dekat persimpangan depan.
"Eh, kamu Al! Ada apa ini?" Tanya seorang polisi menepuk punggung Aldi.
"Bang Zulham, ini bang". ucap Aldi memperlihatkan vidio di ponsel kepada polisi, yang ternyata kenal dengan Aldi.
"Ini tindakan kriminal jatuhnya ini. bisa di pidana. Kamu kirim vidionya padaku, kita akan proses hukum". Ucap polisi itu, lalu mendekat ke arah sandra yang masih duduk di aspal.
"Baik bang, mana nomor abang, ini ponsel istriku, tidak ada nomor abang". ucap aldi.
Polisi itu memberikan nomornya, dan aldi mengirimkannya.
"Aku juga mau bang, vidionya, mana tahu nanti ada yang nanya kita bisa menjelaskannya". ucap seorang warga.
Aldi mengirimkan kepada mereka, bahkan mereka pun saling berbagi vidio itu.
Motor yang menimpa sandra sudah di pinggirkan oleh warga tadi sebelum Aldi turun, dan sebelum melihat vidio yang aldi perlihatkan.Tapi setelah melihat vidio tersebut, warga malah jadi engan membantu sandra, bahkan membiarkan saja. Bahkan menertawakan Sandra.
"Pak, suruh dia tanggung jawab dengan menikahi aku segera, aku sudah cacat, tidak akan ada yang mau lagi dengannku". ucap Sandra kepada polisi.
"huuuuu.....".
"Sehat mbak?!"
"Halu oiii!!".
__ADS_1
"Bangun dong mbak, jangan mimpi deh".
Teriak orang-orang disana menertawakan Sandra yang masih bertahan dengan pendiriannya.
"Mbak nya, kenapa, kok nekat melakukannya. itu tindakan kriminal. bisa di penjara". ucap polisi.
"Mobil dia yang menabrak pak, jadi aku jatuh". ucap sandra tidak mau disalahkan.
"hhuuuuu....."
"Oh ya?!. coba lihat ini". ucap polisi itu memperlihatkan vidio yang di kirim Aldi.
Sandra tertegun melihat vidio tersebut, tenyata jelas sekali kalau dia yang menjatuhkan motor dan tubuhnya ke arah kanan. Bahkan jauh dari mobil.
"Sudah jelas?. jadi ini bukan di tabrak, dan pengemudi tidak ada sangkut pautnya. kamu tidak bisa menuntut pengemudi. karena kamu jatuh sendiri". jelas polisi.
Tapi dia harus tanggung jawab, dia harus...".
"Kita bicarakan nanti di kantor polisi, sekarang kamu diantar kerumah sakit terkebih dahulu". potong polisi.
"Al... kamu boleh pergi, karena tidak ada hubungan denganmu". ucap polisi itu pada Aldi.
"Baik bang". jawab Aldi.
"Aku ingin dia yang mengantar aku kerumah sakit". Teriak Sandra.
"Huuuu......"
"Tidak bisa, karena dia tidak ada sangkut oautnya dengan kecelakaan kamu, kamu di bonceng motor saja, kan cuma kaki yang cedera".ucap polisi itu.
Sandra di papah beberapa orang menuju motor polisi, dan polisi yang kenal dengan aldi memawa motor sandra.
"Baik Al, aku akan memberikan bukti ini, agar kalian tidak ada masalah kedepannya. kamu tenang saja". ucap polisi itu. dan pergi dari keramaian.
"Terima kasih ya abang-abang semua, maaf sudah membuat macet". Ucap aldi.
"Tidak apa-apa bang, kami juga minta maaf, hampir kami salah paham pada abang". ucap mereka.
Aldi pun berpamitan dari sana, dan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah mami.
"Bang, kita lewat jalan tugu pesawat yuk". Ajak dini.
"Boleh, mau lihat pesawat parkir?". tanya Aldi pada istrinya.
"Beli rujak bang, kan disana rujak yang enak". jawab dini.
"Ok!". Jawab Aldi membelokan mobilnya ke tempat yang dini ingini. Tidak jauh, cuma tujuh menit dari tempat mereka tadi.
"Ayok...". ajak aldi ketika sampai di tempat penjual rujak.
"Di bungkus bang, abang yang beli ya. Jangan pedas".
"Baik". jawab Aldi turun dari mobil dan membeli pesanan istrinya.
Untung pembelinya tidak begitu ramai seperti akhir pekan atau liburan. Aldi hanya menunggu tiga orang pelangan saja.
Setelah membayar Aldi kembali kemobil, sebelumnya dia mengambil air meneral di bagase belakang, yang selalu tersedia. Dan pulang menuju rumah mami.
__ADS_1
Dini terlihat senang dengan rujak yang dibawa Aldi, langsung dia membuka kotaknya dan memakanya lahap.
"Pelan-pelan makannya". ucap Aldi tersenyum melihat istrinya makan rujak dengan rakus.
"Hm...ini enak bang". Jaeab Dini.
"Iya abang tahu, makanya abang beli tiga, tapi bumbu kacangnya dipisah".
"Asikk.... bisa nambah nanti di rumah". Ucap dini.
Aldi hanya tersenyum memandang istrinya.
"Sayang, kamu harus kasih tahu ayah dan ibu, kalau bisa kirim saja vidio tadi. Agar ayah tidak kaget mendengar berita ini.
Pasti orang tua sepupumu itu akan mendadangi ayah dan ibu. Atau menelfon". ucap Aldi.
"Iya bang, akan dini kabarkan ayah". jawab dini.
Lalu dini menelfon ayahnya mengabarkan yang terjadi, setelah menelfon dini mengirim vidio tadi, agar ayahnya punya bukti.
Sesampainya di rumah mami mereka duduk di ruang tengah sebentar, untuk santai. Aldi memasukan rujak yang dibeli tadi ke kulkas. Mami dan papi belum pulang dari pasar. Hanya ada si mbak yang bersih- bersih rumah.
Selesai sholat ashar Aldi dan Dini duduk di teras depan, sambil menikmati sore. Mereka membeli bakso gerobak keliling yang lewat di depan perumahan.
Ada empat orang pembeli bakso yang antri tadi, dan mereka menyilahkan Aldi untuk di layani oleh tukang bakso.
Padahal Aldi tidak ingin memotong antrian. Malah Aldi tadi hanya berdiri di bekakang ibu- ibu yang duluan antri. Tapi mereka menyuruh abang tukang bakso membungkuskan buat aldi terlebih dahulu.
"Buat nak Aldi saja duluan di bungkus bang, buat istrinya yang lagi hamil. Pasti abang bakso dapat berkah, melayani bumil pertama kali". Ucap seorang ibu tetangga Aldi.
"Tidak usah bu, aku menunggu saja". elak Aldi.
"Tidak baik menolak, rezeki ibu hamil nak". ucapnya lagi.
"Terima kasih bu, atas perhatiannya". ucap Aldi.
Abang bakso memberikan bakso yang telah dibungkus buat Aldi.
"Terima kasih bang, ini. Bayar buat semua sekalian bang". Ucap Aldi memberikan tiga lembar uang merah kepada tukang bakso.
"Tidak usah nak, kami iklas kok membantu nak Aldi tadi". Ucap ibu itu dan yang lainnya.
"Tidak apa bu, rezeki hari ini". jawabnya.
"Ini kebanyakan bang". ucap abang bakso.
"Rezeki abang juga untuk hari ini". jawabnya lagi.
"Gila ya sepupu kamu itu Din?". Ucap mami saat turun dari mobilnya.
.
.
.
.
__ADS_1
like dan koment ya temans..
Terimakasih🙏🙏