
Tapi... bagaimana nanti hubungan satria dan tunangannya, kalau sampai di jebak sepertiku beberapa bulan yang lalu, kan kasihan tunangan satria itu!?". jelas bang rizal.
Iya ya.... Aku memang pernah bilang dengan bang satria kalau waktu itu tunanganku di jebak untuk menikahi kak sandra, akibatnya aku gagal menikah dengan bang rizal.
Seandainya bang satria yang di jebak bisa jadi pernikahan mereka juga gagal. Berati aku yang egois, demi menyelamatkan diriku orang lain yang ter aniaya.
Aku jadi ragu dengan rencana bang satria itu. Terus kalau aku terang- terangan balik ke bang rizal juga tidak mungkin , bisa gagal dua kali aku menikah.
" Dini.... kamu masih disana?".
" I.. iya bang . Mm.. terus kita harus bagaimana bang, biar tidak terganggu?". tanyaku, mana tahu bang rizal ada jalan keluarnya.
" Kalau aku setuju dengan usul mu tentang kita tidak perlu menampakkan kedekatan kita, kalau orang tua kita juga rembugnya cukup vidio call saja. Kurasa itu lebih aman menjelang hari H nya ". terang bang rizal.
" Aku ikut saja bang, mana yang terbaik, agar tidak terjadi masalah ". jawabku.
" Baik, aku akan bicarakan dengan orang tuaku. Ya sudah, aku tutup ya dini Assalamualaikum..".
" Waalaikummussalam.. ".
...
Beberapa hari ini aku agak tenang, karena aku tidak pernah bertemu dengan kak sandra, ayahnya pun mungkin tidak lagi menelfon ayah.
Dengan bang satria pun aku tidak bertemu juga. Selain aku sudah libur kuliah aku pun lebih sering naik ojol pergi bekerja, hanya pulang jerja aku naik angkot.
Saat sarapan pagi ayah berkata,
" Dini... Ayah Rizal kemaren menelfon ayah. Ayah sudah berembug dengan beliau, kami sepakat kalau haji faisal tidak akan sering berkunjung kerumah, karena kata rizal untuk keamanan. jaga- jaga agar sandra tidak berusaha mengagalkan pernikahan kalian.
Apa kalian sudah sepakat untuk kembali menjalin hubungan?!". tanya ayah.
" Aku sudah bicara dengan bang rizal, dan Aku ikut yang terbaik saja yah". jawabku.
" Ya... ayah ikut suara hati kamu saja, jika itu yang terbaik. ayah akan dukung.
Haji faisal ingin kalian segera menikah, agar tidak ada yang berencana menganggu kalian lagi. Beliau berencana secepatnya. Katanya kalau bisa akhir bulan ini saja. Kamu kan masih libur kuliah, jadi tidak akan menganggu ". jelas ayah.
Hah..... bang rizal, kok belum mengabarkanku ya.
" Rencana haji faisal kita tidak ada acara tunangan, tentukan harinya saja langsung menikah hari itu dan selamatan dengan mengundang kerabat dan teman ". Ucap ayah lagi.
__ADS_1
Akhir bulan kan tiga minggu lagi?!. bagaimana ayah dan ibu mempersiapkannya, pikirku. Aku mau bertanya dulu nanti sama bang rizal.
" Nanti kamu bicara dengan Rizal, Ayah dan ibu akan siap siaga sampai hari yang kalian sepakati. Tapi kita jangan bicara dulu dengan keluarga besar. cukup bilang pada kakek dan nenek saja, bilang rencana dan alasan kita menutup kabar ini dari keluarga besar.
Seminggu atau tiga hari menjelang hari h baru di kabarkan, tapi bilang tunangan saja dulu, biar mereka tidak berkecil hati dianggab mendadak kasih kabar ". jelas ayah lagi.
" Baik yah ". jawabku.
Ibu, putri dan ilham menyimak pembicaraanku dan ayah. Mereka mendukung semua rencana ini. semoga lancar sampai hari yang di rencanakan.
Malamnya aku telfonan dengan bang Rizal, membicarakan rencana yang di rencanakan para orang tua. Dan curhat nya bang rizal.
" Dini.... apa kamu tidak apa- apa kalau kita tidak bertemu sampai hari pernikahan kita?!". tanya bang rizal.
" Kalau itu yang terbaik tidak apa- apa bang ". jawabku.
" Aku berencana kesana minggu ini Din, kita bisa bertemu. tapi dimana ya, agar tidak bertemu sandra dan ayahnya, agar rencana kita tidak diketahui mereka".
" Di rumah saja bang, ada ibu dan ayahjuga. Mereka tidak pernah kerumah semenjak di usir om umar ". jawabku.
" Mm, boleh.. nanti aku bicarakan dengan ayah dan ibu, mana tahu mereka mau ikut berkunjung ". ucap bang Rizal.
" Baik bang, aku juga akan memberi tahu ayah ". jawabku.
Aku sakit dan sedih ketika kamu di celakai oleh ayah sandra, aku ingin sekali membalasnya, tapi ayah menyabarkanku. Aku ingin menemanimu di rumah sakit, tapi aku tahu ayahmu sedang menjaga hatinya karena kesal sama ayah sandra. Bahkan aku tidak di izinkan menemui sebentar saja.
Kamu tahu tidak?!. sampai aku sakit waktu kita terpaksa putus waktu itu, ibu sampai ingin menjemputmu, tapi aku melarangnya, aku bilang Aku ingin belajar melupakanmu. tapi malah tidak bisa melupakanmu.
Sampai aku kembali bekerja, aku menyibukan diri dengan bekerja. Aku juga menyibukan diri dengan membuka tempat fitnes bersama abang ku. Aku mengisi hari- hariku dengan menjadi instruktur fitnes agar selalu sibuk.
Mungkin ibu pernah cerita padamu, kalau aku menyibukan diri dengan selalu bekerja, agar rasa rinduku padamu sedikit terlupakan. Tapi masih belum bisa melupakanmu.
Dan aku merasa bahagia, kita akan bersama lagi, meskipun jaral jauh, aku berharap kita bisa bersama lagi tanpa ada halangan. Semoga". ucap bang Rizal galau.
Aku sedih mendengarnya, akupun waktu itu juga galau, malah aku celaka .
Kami saling curhat malam itu.
...
Aku bekerja seperti biasa, aku belum membicarakan dengan mami bos, rencanaku aku mau bicara di akhir pekan ini saja. Tapi hanya pada mami saja dulu, pada taman kerjaku seminggu sebelum acara, pikirku.
__ADS_1
" Dini, kamu bisa temanin mami sabtu siang ke acara kondangan teman mami ". ucap mami siang itu duduk di sampingku saat aku sedang istirahat, dan sedang makan siang diatas.
" Baik mi ". jawabku. mungkin mami mengajakku pas kerja.
" Kamu hari sabtu itu bawa baju ganti, biar dari sini kita langsung pergi, tapi jangan pakai celana jins atau kulot, gamis saja. Ganti disini tidak ganti baju dulu pulang".
" Baik mi ". jawabku tersenyum pada mami. " Mami sudah makan ?!, bareng sini mi ". ucapku.
" Mami tadi sudah makan siang di rumah, kamu makan saja ". ucap mami. Aku menganggguk sambil terus makan . Mami menemaniku makan sambil berbicara ringan.
" Mi.... aku mau cerita ". ucapku.
" Ya.. boleh, sini cerita sama mami ". ucap mami menghadap padaku.
" Mm.. begini mi, aku kan mau di lamar kembali sama bang rizal, ayah dan ibu pun setuju. mereka akan mengadakan akadnya akhir bulan ini. Tapi, mereka tidak mau bilang acara akad dulu pada keluarga besar cuma bilang acara tunangan.
Mereka masih takut dan was- was untuk bilang acara nikahan, sebab kak sandra dan ayahnya masih meneror ku. Bahkan bang satria teman kuliahku yang mengajaku makan siang kemaren , mau di tikung juga. Kak sandra mengira kami pacaran, dan dia menjelek- jelekan aku ke bang satria". cerita ku kepada mami bos.
" Mm. begitu, memangnya sandra itu sering menganggu kamu?!".
" Bisa di katakan kami jarang bertemu mi, cuma nampak jauh saja, tapi sepertinya semenjak dia di tinggalkan oleh suami orang selingkuhannya, dia mulai mencari tahu tentang aku yang sering pulang kuliah di antar bang satria, dari situ mungkin dia menyangka kami pacaran.
Hingga ayahnya menelfon ayah. mengatakan bang satria itu cocoknya dengan kak sandra, bahkan mengancam lagi. Aku jadi was- was saja jika mereka tahu kalau aku akan menikah dengan bang rizal".
" Sekarang kamu yakinkan saja dengan dirimu sendiri, kalau kamu yakin apapun halangannya jika kalian berjodoh akan tetap bersama, tidak akan ada yang bisa menghalanginya, yakinlah itu.
Mami mendo'a kan semoga lancar sampai hari baiknya. Insyaallh Mami akan mendampingimu di hari pernikahan mu ". Mami memelukku akupun membalasnya " Jangan galau lagi, kamu harus bisa menunjukkan kalau kamu bisa ".
" Terima kasih mi ". jawabku.
Aku jadi bersemangat setelah di beri semangat oleh mami.
Sabtu ini aku berangkat bekerja membawa baju ganti, karena siabg ini aku akan menemani mami bos pergi kondangan, aku izin pada teman bekerjaku untuk pergi dengan mami, semua temanku mengizinkan. Walaupun pergi dengan bos aku juga harus izin pergi karena tidak ikut bekerja. Mami menyuruh Kak nova membantu merias ku, kata mami biar tidak pucat,dandan sedikit tidak apa- apa.
Ternyata pestanya di hotel terbesar di kota ini, aku jadi tidak pede. Mami mengambil tanganku dan menlingkarkan tanganku di lengannya, seolah aku membimbing mami.
" Bimbing mami seperti membimbing ibumu. ok!". kata mami tersenyum, aku membalas srnyum mami sambil membimbing mami.
Kami masuk ruangan acara dengan berbimbingan seperti ibu dan anak, banyak tamu memperhatikan kami, ada juga yang menyalami mami dan berbasa- basi. Aku tersrnyum saja saat bersalaman drngan teman- teman mami dan relasi mami.
.
__ADS_1
.
.