
" Baru tiga kali bertemu?!, dan belum mengenalnya !??, belum berbicara apa-apaa!. kok kamu sudah bilang dekat dan mengatakan kalau hanya kamu yang cocok dan pantas untuk nya!??". tanya om umar kaget. "memangnya kamu tahu dia itu orang mana? nama lengkapnya siapa ?anak siapa? tinggal dimana?.. Dan juga tadi kamu bilang dia polisi, antara polisi dan security saja kamu tidak tahu !!. Apa pekerjaannya saja kamu tidak tahu !!. Yang waras lah kamu mikirnya sandra, jangan asal kleim kalau kamu itu yang merasa lebih.. kalau begini cara fikirmu,kamu itu bisa dibilang lebih yaa lebih banyak bodohnya. tidak menenal dan sok mengenal tapi sama sekali tidak kenal.. parah.. parah.. ". cerca om umar geleng- geleng kepala.
" Kan nanti setelah dekat dengannya sandra bisa tanya- tanya tentang dia dan keluarganya pada Rizal langsung, disana lah sandra bisa mendekatkan diri dan keluarganya. Istilahnya pdkt ". jawab ayah kak sandra.
Aku,ayah dan ibu hanya diam. putri dan ilham hanya melihat saja.
" Samsul.. kamu sebagai ayah harusnya mengajarkan sandra untuk tidak selalu sombong dan berlebihan dalam berbicara. kalau orang diluar sana mendengarkan hal ini pasti mereka akan menertawakannya ". jelas kakek.
" kakek saja ingin tertawa mendengar cerita kamu". ucap kakek sambil melihat kak sandra. " terlalu berlebihan kamu sandra, tidak mengenal seseorang sudah berkoar- koar kalau kamu cocok dengan seseorang yang bahkan dia pun mungkin tidak mengenalmu. yang memenilai kita itu orang lain. dengan sikap kita, perkataan kita , pekerjaan kita ,jangan berbangga diri dengan diri sendiri dan kedudukan kita, kita punya kedudukan dan pekerjaan yang tinggi saja tidak cukup apabila perkataan kita kurang enak didengar orang". jelas kakek
"Sama Dini juga dia tidak cocok kek, dini kan cuma pelayan toko, dan hanya lulusan smk. Rugi lah si Rizal jika dia mau sama dini". ucap kak sandra.
" yang menjalani mereka, kalau mereka tidak masalah kamu mau apa. jangan bikin malu kamu sandra!!". sangah kakek
" Dini dan Rizal itu juga baru dekat, terlalu jauh kamu memikirnya sandra, kami saja sebagai orang tua belum berfikir sejauh itu". potong ayah
" Maka dari itu supaya dini menjauh saja dari rizal, sandra saja yang mendekati rizal biar dia jodoh. kalau dini masih dekat akan jadi penghalang hubungan mereka nanti ". jawab ayah kak sandra.
"Samsul... kamu itu yang harus mikir, sekarang saja malah sandra yang jadi penghalang hubungan dini ". potong kakek. " kamu jangan membenarkan ulah sandra itu, kalau memang salah satu antara dini dan sandra yang berjodoh dengan rizal itu kita harus mengerti. tidak perlu mencari-cari kekurangan ". jelas kakek.
" Tidak bisa kek, si Rizal itu harus bisa jadian sama sandra. kalau bisa ayah datangi saja keluarganya agar aku bisa menikah dengannya segera". potong kak sandra.
" Bikin malu kamu Sandra..". ucap om umar. " Apa bang samsul tidak bisa mengasih contoh cara berbicara yang baik untuk anaknya?!. dia memang anak satu-satunya. tapi jangan selalu di turuti semua keinginannya, agar tidak terlalu egois ".
"Dia anakku, hanya aku yang tahu !". ucap ayah kak sandra
__ADS_1
" Terserah kalian lah, aku tidak akan ikut-ikut . itu urusan keluarga kalian !". jawab om umar. " Ilham, put, dini .. makan ketupat yuk.. nenek buat ketupat gulai tunjang !". ajak om umar pada kami.
Aku melihat ke ayah, ayah menganggukkan kepala, aku berdiri bersama ilhan dan putri, aku merasa kurang sopan untuk langsung pergi karena para orang tua masih berbicara.
" Kakek juga tidak bisa menyarankan apa pada mu sandra, cuma kakek berpesan kamu itu sudah dewasa, sampai kapan kamu akan terus menganggu Dini. Kamu sama-sama cucu kakek, sedikit banyak kakek tahu kalau kamu sering mengiginkan sesuatu yang ada pada Dini. sedari kecil kamu selalu meminta bahkan merampas mainan atau makanan dari sandra. padahal sama- sama punya, bahkan di kamu lebih, tapi kamu merasa kurang, kamu selalu minta orang tuamu membenarkan sikap mu ". ucap kakek yang masih kudengar saat telah berjalan keruang makan.
"Nur.. kamu bantu ibu saja menghidang ya ". suruh ayah pada ibu.. Ibu mengangguk saja.
kami menolong nenek menyiapkan untuk makan siang bersama ante fat istrinya om umar, om umar memang tinggal di rumah nenek bagian samping. rumah nenek termasuk besar untuk tinggal berdua dengan kakek.
mak sam dia telah membuat rumah tidak jauh dari rumah nenek hanya butuh 10 menit jalan kaki, dan rumah kami sekitar 15 menit jalan kaki berlawanan arah dari rumah mak sam.
jalan di kampung ku tidak lah buntu kalau ke arah selatan bisa juga kejalan utama ,ke arah utara juga bisa kejalan utama. jadi masih dibilang jalur altrnatif atau jalan tikus jika jalan utama macet bisa lewat jalan alternanif ini.
Semua makan tanpa banyak bercerita. entah karena sudah banyak berdebat tadi atau lagi menikmati makanan.
Kak sandra terus saja memandang sinis padaku, tapi aku tidak menanggapinya. tidak seperti terjadi apa-apa. Malah bercerita santai dengan ante fat.
" Bagaimana kerja di toko Din, betah kamu kerjanya!?" tanya ante fat.
" Alhamdulillah ante, kerja disana sangat bekekeluargaan, saling dukung dan saling bantu . Ibu bosnya pun baik". jawabku.
" Tidak ingin kuliah kamu? mumpung masih satu tahun nganggur. nanti kelamaan bekerja , karena bekerja dapat uang jadi malas kuliah ".
" belum kepikiran untuk kuliah ante, masih ingin kerja ". jawabku
__ADS_1
"Mana mampu husein buat kuliahin dini, anaknya yang lain kan juga butuh biaya, uang dari mana dia buat kuliah dini !" potong ayah kak sandra.
"husein kan hanya mengelola sawah dan kebun warisan dari mertua, pasti dia harus memberikan belanja buat mertuanya dari hasil panen. berapalah uangnya, tidak akan mampu dia". sinisnya lagi
" Iya... beda sama bang samsul. meskipun bekerja di tambak ayahnya, tapi tambak ayahnya bang samsul bayak. dan juga keramba kakek sandra juga banyak di danau kabupaten. bang samsul ikut mengelolanya !". ucak mak sam bangga.
kami semua saling pandang.
Ayah menarik nafas panjang "Aku bersyukur di beri kepercayaan oleh mertuaku untuk mengelola lahan warisan keluarga istriku, meskipun kebun dan sawahnya tidak banyak tapi itu sudah menjadi hak milik buat anak- anakku yang diwariskan kakek mereka . dan juga aku mengerjakan sawah tetangga ada beberapa petak, juga ada kerbau ternak, sekarang sudah bertambah karena kemaren sebelum puasa melahirkan, jadi kalau untuk biaya kuliah inshaallah masih bisa. mereka masih bisa untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.. inshaallah " . jawab ayah lebut.
bukan berniat sombong kakek memang memberikan kebun dan beberapa petak sawah warisan untuk kami, semua anak kakek dan nenek sudah ada bagiannya.
" Samsul... samsul... kamu itu suka merendahkan orang ". ucap kakek geleng-geleng kepala. " kamu itu sudah lebih dari dewasa. sebentar lagi jadi kakek, kamu memang bekerja di tempat ayahmu yang punya tambak dan keramba banyak . tapi yang kaya itu orang tua kamu. bukan membuka aib menantu ya samsul. kamu harus mikir, ayah kamu itu punya berapa anak dari dua istrinya, setahu saya yang kaya itu bukan ibu kamu, tapi istri muda ayah kamu ibu tiri kamu. mungkin kamu ingat, ayahmu itu dikatakan berhasil karena usaha orang tua dari ibu tiri kamu. makanya ayahmu bisa kaya" . jelas kakek geram.
" Kan sudah dikerjakan ayahku bertahun- tahun yah". ucap samsul "bisa jadi sudah punya ayah ku semua".
" Iya... tapi kamu hanya bekerja dengan ayahmu, kamu digaji, jadi kamu itu karyawan ayah kamu".
.
.
*dukung karya otor ya temans... jangan lupa like dan coment..
menerima kritik dan saran dari temans otor semua. karena otor pemula*
__ADS_1