Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 73


__ADS_3

Brakk....


" Diniiiii..............". teriakku sambil menangis, aku menyesal, aku telah salah dalam mengambil keputusan.


Benar kata ibu, dan kakek. Aku harus mencari tahu dulu sebelum mengambil keputusan. AKu......


Tiba- tiba pintu kamar dibuka dengan keras, ibu masuk kamar dengan terburu- buru.


" Ada apa Zal?!, kenapa kacanya?! kamu kenapa menangis?!. kenapa.... hah ... ada apa.... ?!". tanya ibu panik.


Mungkin ibu kaget tadi saat aku melampar cermin di dinding dengan asbak.


" Huhuhu..... Dini bu.... huhu.....". tangisku tidak bisa ku tahan, sudah habis maluku, aku menangis tergugu.


" Kenapa dengan dini... dia sudah menikah, jangan pernah lagi kamu memikirkannya. Kan kamu yang membatalkan pernikahan itu kemaren, buat apa lagi !!". ucap ibu sambil teriak marah.


Ibu marah entah karena memarahiku karena kesal atau kasihan. Entahlah ... yang jelas aku menyesal.


Aku membujuk ibu dan ayah untuk pergi menemui dini dan keluarganya. Aku yakin dini mengatakan dia sudah menikah. padahal itu mungkin hanya akal- akalannya saja.


" Tidak mau.... ibu malu, tidak punya muka kita nanti untuk berkunjung". elak ibu.


Ayah pun tidak mau, aku berusaha membujuknya. Dari pukul setengah dua belas sampai pukul setengah dua aku menagis di depan ayah dan ibu, bahkan kakakku dan kakekku juga datang untuk mendengar cerita dariku yang aku dapatkan dari Dini.


Semua menyalahkan aku dan ayah karena kemaren aku dan ayah yang bersikeras mumbatalkan.


Akhirnya jam dua kurang mereka mau menemaniku untuk berkunjung kerumah dini. Malah ibu yang tidak mau ikut, ibu sangat malu kata ibu.


Aku membujuk ibu untuk ikut, dan dengan berat hati ibu ikut juga. Tapi, sepanjang perjalanan ibu hanya diam. tidak ada bicara sedikitpun. Ibu melihat kearah kiri luar terus, tidak merespon semua perkataan kami.


Kami berangkat berlima saja karena terburu- buru dengan mobil kakakku. perjalanan yang biasa tiga jam lebih kurasa sangat jauh, seperti bethari- hari.


Bahkan saat berhenti untuk sholat ashar saja aku mengomel tak tentu arah, merasa mereka sholatnya lama. Padahal kata mereka, mereka sholat biasa saja.


huhhh kesal, mereka pun terpaksa diam saja melihatku mengomel.


Mobil berhenti di depan rumah Dini, kulihat masih terpasang hiasan bekas pesta kemaren. Walau tidak ramai hiasannya


Saat sampai di rumah Dini, aku buru- buru turun, kulihat pintu depan rumahnya terbuka, berarti mereka ada di rumah. Aku berlari menuju pintu. Tidak kuhiraukan kakek dan ayah memanggilku agar bersama-sama datang.


" Assalamualaiku....". ucapku.


" Assalamualaikum...". ucapku lagi. Kemana mereka? pasti meteka ada, sebab pintu rumah terbuka.

__ADS_1


" Waalaikummussalam... ". ucap ibu dini datang dari dapur. " Rizal!!!". Ucapnya kaget.


" Assalamualaikum..." . Ucap ayah kakek dan abangkuyang baru sampai di pintu rumah, tidak kudengar suara ibu.


" Waalaikummussalam..". jawab ibu Dini memandang kami kaget.


" Maaf, kami datang menganggu". ucap kakek berbasa- basi.


" Ah... i.. iya..iya... silahkan masuk pak, bu, nak rizal ". ucapnya gugup.


" Duduk dulu, Aku mau panggil ayahnya dini sebentar". ucapnya setelah kami bersama duduk.


Kami pun masuk dan duduk di ruang tamu. kulihat masih tergelar karpet permadani yang aku yakin masih untuk acara kemaren, karena hari biasa karpetnya bukan itu, hanya satu di tengah ruangan saja. Saat ini semua lantai terpasang karpet semua.


Bahkan di dinding sebelah kanan ruang tengah masih terpasang kain til putih seperti gorden dengan hiasan bunga dan daun, dan tertempel nama dengan kertas mengkilap. Aku yakin itu nama dini dan nama ku. Aku berusaha melihatnya dengan mengeser badanku kearah kiri. Dan..... jantungku seperti berhenti berdetak. Aku terdiam.


Saat aku terdiam lama, aku mencari- cari Dini, kemana dia? apakah dia ada di rumah. Aku memandang pintu kamar dini yang memakai kelambu pintu bagus, pasti didalamnya kamar pangantinnya bagus juga.


Ibu pernah cerita waktu itu, dia pernah masuk kekamar Dini untuk sholat, dan pernah tidur di sana. kata ibu kamar set Dini waktu aku gagal menikah setahun yang lalu sudah di pesan dan sudah di masukan ke kamar. Pasti masih itu yang dipakai sekarang.


" Selamat datang berkunjung ke sini lagi pak haji Faisal, ayah semua ". ucap ayah Dini yang baru keluar dari kamarnya. kami saling bersalamam, tapi...... ayah Dini tidak melihat ke arahku saat bersalaman.


" Apa kabar semua ". ucap nya lagi sambil duduk di kursi depan kakek.


" Alhamdulillah nak Husein, sehat seperti yang terlihat ". jawab kakek.


Setelah menyuruh kami minum beliau kembali ke belakang, mungkin dini ada di ruang belakang pikirku.


Aku melihat ayah dini hanya mengangukkan kepala, tidak terlihat wajah marah atau kecewa di matanya, malah menampakkan senyum ramah.


" Ahamdulillah.. ". ucapnya.


" Hm... kedatangan kami kesini.. kami.. ingin berkunjung dan minta maaf... kami ingin menjelaskan yang telah terjadi ". ucap kakek pelan, ayah dan ibu hanya diam dan menunduk.


" Kami sekeluarga ingin tetap menjalin silaturrahmi dengan keluarga dini. Dan menyambung kembali yang telah putus ". tambah kakek.


Ayah dini masih menganguk- aggukkan kepalanya. Aku masih tetap mencari- cari keberadaan dini.


" Sebenarnya ini hanya kesalah pahaman, maaf karena kemaren tidak datang tepat waktu, karena faisal dan rizal sangat emosi. Dan maaf membuat kekacauan.


kami mengaku kesalahan kami, Kami kemari ingin memperbaikinya kembali. mudah- mudahan kami keluarga nak husein dapat menerima rizal kembali. ucap kakek panjang.


" Rizal hanya di provokasi seseorang yang tidak bertanggung jawab, dan dia ingin menjelaskan masalah yang telah membuat masalah ini dengan dini.

__ADS_1


Bisakah kami berbicara dengan Dini, kami ingin menjelaskannya?". ucap kakek pada ayah Dini.


Aku melihat ayah dini menarik nafas pelan sambil memperbaiki duduknya,dan melihat kami semua satu persatu, saat melihatku ayah dini menarik nafas nya lagi dan menghembuskanya kasar.


Lalu melihat kakek kembali.


" Aku bukan tidak mau mempertemukan dengan dini, Bukan aku tidak bisa memaafkan keluarga haji faisal, kami sekeluarga sudah memaafkannya bukan aku tidak mau menerima penjelasan dari keluarga pak haji faisal, tapi memang tidak perlu dijelaskan lagi.


Bukan kami tidak mau menerima kembali anak pak haji faisal, karena memang tidak bisa lagi menerimanya". jawab ayah dini pelan dan tenang.


" Mengapa tidak bisa menerima rizal kembali nak Husein?!, kami sudah mengakui kesalahan kami kemaren, apakah tidak ada kesempatan untuk Rizal kembali meminang Dini? ". tanya kakek.


" Mungkin masalah kemaren adalah halangan untuk mempererat hubungan mereka nantinya, agar mereka saling menguatkan ". tambah kakek lagi.


Aku, Ayah dan ibu tidak ada yang berani berbicara, karena masih malu untuk bicara. Aku mendengar beberapa kali menyebut nama, tapi bukan namaku langsung, hanya 'anak haji faisal'. Apa semarah itu mereka pada kami?. hingga tidak mau menyebut namaku.


" Mm.... bagaimana ya. Tapi aku atas nama keluarga besar minta maaf, karena memang kami tidak bisa lagi menerima anak pak haji Faisal.


mungkin dengan tidak hadirnya anak pak haji faisal dan keluarga kemaren keacara akad Dini sebagai calon suami, hingga membuat kacau akad Dini. sehingga membuat kepanikan saat semua keluarga besar dan penghulu sudah menunggu.


Dan maaf... Dini sudah menikah kemaren...".


" Apa... sudah menikah?!". ucap kami semua.


Jantungku terasa berhenti mendengar ucapan ayah Dini. Dini sudah menikah?! kenapa dia menikah?! mengapa tidak menungguku dan menjelaskan padaku?!.


Kulihat ibu menangis tersedu, ayah menundukan kepalanya semakin dalam. hanya kakek yang berbicara dengan ayahnya dini.


Yang membuatku semakin sedih, ternyata dini sudah membungkus semua bingkisan hantaran minggu lalu dan tahun lalu, bahkan cincin tunangan juga di kembalikan.


Aku menyesal, sangat sangat menyesal, duniaku seperti berhenti karena kecerobohanku.


Aku akan mencari tahu siapa yang membuat kekacauan ini. Akan aku mengusut semua.


Akan ketemukan pengacau itu.


.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir ya temans ottor.


Jangan lupa like dan komennya 🙏🙏


__ADS_2