
Dini tertidur setelah mengeloni Aldi, sedangkan aldi masih terjaga. Aldi mengeluarkan laptopnya, untuk mengerjakan pekerjaannya.
Tidak lupa dia menelfon kepala satpam perumahan tempat dia tinggal. mengabarkan, kalau orang yang dalam foto yang dia kirim itu, jangan di biarkan mendatangi rumahnya. karena orang itu sedang merencanakan yang tidak baik untuk dia dan keluarga.
Dan Aldi pun menerima kesangupan satpam untuk waspada jika mereka datang dan memaksa masuk perumahan.
Meskipun Aldi tahu, kemungkinan besar sandra dan orang tuanya tidak tahu dimana rumah orang tua Aldi. Walaupun tahu daerah tempat tinggal, belum tahu yang mana rumahnya.
Tapi masih berpeluang mereka akan mencari tahu dengan bertanya kesana kemari.
Begitupun dengan supir mami. Aldi mengirimlan foto sandra dan ayahnya, harus hati-hati jika bertemu mereka, dan jangan memberi informasi yang berusaha mereka tanyakan.
Supir mamipun paham dengan ucapan dan keterangan Aldi.
Aldi membuka laptopnya untuk mencek pekerjaannya, dia duduk selonjoran di lantai dekat box anak kembarnya. dan laptopnya dia letakan di atas kursi meja rias istrinya yang dia bawa ke tempat dia duduk.
Entah berapa lama Aldi bekerja, dia mendengar rengekan salah satu anak kembarnya. Dan dia mengoyang-goyangkan box bayinya. agar bayinya kembali tertidur.
Dan benar, anaknya pun tertidur.
Aldi melihat jam didinding, sudah hampir jam dua belas malam. Aldi pun tidur memeluk Dini yang tertidur nyenyak.
Menjelang subuh Dini bangun, dia yang berada di pelukan suaminya membangunkan Aldi, agar mandi. karena sebentar lagi subuh.
Mereka mandi besar menjelang subuh, kemudian sholat berjamaah. Aldi kembali tidur sebentar karena masih mengantuk.
Sikembar sangat nyenyak tidurnya, tidak terbangun sekalipun. Dini membangukan sikembar.
Diambilnya abang Ahsan, dan di letakannya di karpet. Lalu menukar popok yang sudah penuh. selesai menganti popok abang Ahsan, lalu dini mengambil adek Ihsan dari box bayi, juga menganti popoknya.
Kemudian Dini membawa sikembar ke ruang tengah bergantian. Ternyata di ruang tengah sudah ada ayah yang sedang minum kopi dengan cemilan goreng pisang.
"Wah, cucu kakek sudah bangun". ucap ayah mengambil si kembar dari gendongan Dini.
"Abang ahsan main sama kakak ya". ucap Dini memberikan pada ayah.
Dan kembali masuk kekamar menjemput yang satunya lagi.
__ADS_1
Saat keluar kamar, dini sudah melihat ibu dan putri. mereka mengelilingi si kembar.
"wah, si abang belum mandi sudah dikerubutin saja". ucap dini mendudukan Adek ihsan didekat mereka.
Sikembarpun bermain sebentar dengan kakek dan nenek serta onty mereka.
Dini membantu ibu didapur, membuat sarapan untuk mereka. Selesai membantu ibu Dini akan memandikan si kembar.
"Biar ibu mandikan si kembar Din, kamu ambilkan saja baju gantinya". ucap ibu.
"Putri juga mau mandikan sikembar". ucap putri antusias.
Lalu dini mengambil pakaian ganti untuk si kembar. Saat sibuk memilih pakaian si kembar, dini dikejutkan dengan tiba-tiba aldi memeluknya.
"Abang... ". kaget dini.
"hehe...".
"Ayok keluar, sudah hampir setengah tujuh. Ayah sedang ngopi diluar". ucap Dini mengajak aldi keruang tengah.
"Abang cuci muka dulu, kita sama -sama keluar". ucap Aldi mencium pipi Dini, lalu masuk kekamar mandi.
Dini membantu menyisirkan rambut suaminya, lalu mereka keluar bersama.
Ternyata sikembar belum selesai dimandikan. terdengar suara ibu dan putri yang sedang berbicara sambil memandikan si kembar.
Dini meletakan pakaian ganti si kembar dekat televisi. dan pergi kedapur untuk membuatkan kopi pahit untuk suaminya.
Selesai memandikan si kembar, semua berkumpul untuk sarapan pagi, sambil lesehan di karpet depan televisi.
Ilham ikut sarapan, pukul setengah tujuh lewat dia berangkat sekokah. Sedangkan putri kelas siang, jadi dia santai saja bermain dengan si kembar.
Dari pagi sampai siang semua berkumpul dirumah saja. bermai dan mengobrol saha. Ayah juga tidak pergi kesawah, karena ayah memang berencana akan kekebun sore hari untuk menebang pisang saja.
Seperti rencana, Dini akan menginap di rumah ibu dua hari. tapi karena pekerjaan aldi tidak mendesak, maka mereka menginap empat hari jadinya.
Selama empat hari itu, Dini dan aldi tidak keluar rumah. mereka lebih banyak dirumah saja.
__ADS_1
Apakah Aldi tidak jenuh berkurung dirumah?!. tentu tidak. Aldi lebih betah berhari-hari di dalam rumah, bukan karena apa. tapi memang pekerjaan Aldi lebih banyak di depan laptop, dan sering zoom metting.
Malah untuk pergi keluar itu jadi berat. Jadi tidak ada satu orang tetanggapun tahu kalau dini dan aldi dirumah ibu. bahkan kakek dan nenek pun tidak tahu. bukan tidak mau berkabar, tapi ayah dan ibu cari aman saja.
Kalau sampai sandra dan orang tuanya tahu dini dan aldi disini. mereka tidak akan segan-segan membuat masalah.
Empat hari ini orang tua dini sangat gembira bisa bercengkrama dengan cucu mereka.
Sedangkan di tempat lain, selama empat hari itu juga, sandra dan ayahnya mati-matian mencari tahu tempat tinggal Aldi. bahkan nama suami dini saja mereka lupa. Entah lupa atau tidak tahu namanya.
Dia berusaha mencari tahu dari tetangga yang ikut datang saat acara selamatan anak kembar dini.
Tapi mereka semua tidak tahu pasti dimana lokasi rumah saat mereka datangi. yang mereka tahu mereka naik mobil satu jam baru sampai kerumah mertua Dini. Tidak tahu nama daerahnya.
Sebab mereka datang saja dengan tumpangan dari mobil yang disediakan orang tua dini, maupun mobil yang disediakan aldi.
Bahkan angkot yang disewa orang tua dini untuk membawa buah tangan adat kemaren bukanlah angkot daerah sini. jadi mereka tidak tahu.
Mau bertanya pada kakek atau saudara ibunya yang lain, pasti akan kena marah. karena sandra dan orang tuanya sudah diancam kakek. bahkan semua keluarga ibunya memarahi sandra dan orang tuanya.
Pernah bertanya di pasar, ditoko mami tempat Dini dulu bekerja, bertanya dimana dini tinggal. tapi malah dipermalukan karyawan yang ada. mereka tahu dengan sandra, karena pernah menganggu dan mempermalukan dini waktu itu, waktu dini sebelum menjadi menantu mami.
Sandra mungkin tidak tahu atau lupa, kalau Dini sudah menjadi menantu yang punya toko. makanya karyawan toko menjaga rahasia dan informasi tentang dini.
Rencananya sore ini aldi dan dini akan kembali kerumah mami. Tapi dini ingin mampir kerumah Abah dan ummi ibunya sebentar. dini kangen kakek dan nenek orang tua ibunya. dan semua setuju.
Entah memang sandra yang tiap hari mencari tahu tentang suaminya dini.
Tanpa sengaja Sandra melihat mobil yang dia yakini itu mobil suaminya dini, disalah satu mini market siang itu sedang parkir.
Dia melihat ada seseorang yang duduk di kemudi mobil, tapi tidak jelas siapa. Dia yakin kalau itu suami Dini.
Ini saatnya beraksi, guman Sandra bersemangat.
Tanpa pikir panjang Sandra masuk saja kedalam mobil itu. Dan langsung mememeluk lengan seseorang yang sedang duduk di depan setir.
"hah....". kaget seseorang yang duduk di depan kemudi. " siapa kamu!!!!". teriaknya
__ADS_1
"hah....". sandra kaget.
kok......