Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 34


__ADS_3

Lidya tertegun mendengar ucapan cinta yang secara tidak langsung telah diucapkan oleh Kelvin.


"Aku akan berusaha menghilangkan semua trauma dan penderitaan mu. Karena aku tidak ingin kamu selalu bersedih dan terpuruk begini. Yang nantinya akan memengaruhi kesehatanmu," ucap Kelvin.


"Kau mencintaiku?" Tanya Lidya.


"Ha..."


"Apa benar kamu mencintaiku?" Tanya Lidya sekali lagi.


Kelvin mengangguk sembari mengatakan, "iya, benar."


"Dengan tulus?" Tanya Lidya.


"Dengan sangat tulus," jawab Kelvin.


"Aku tidak tahu apakah aku bisa membalas rasa cintamu itu atau tidak. Tapi yang pasti aku akan berusaha untuk mencintaimu. Dan terima kasih karena kamu selalu ada saat ku butuhkan. Bahkan saat aku menyuruhmu pergi, kamu tidak pergi dan selalu setia bersamaku," ucap Lidya.


"Itu adalah kewajiban dan tanggung jawabku untuk menolong dan selalu ada di sampingmu. Bahkan jika kamu berani pergi dariku, aku pasti akan mengejar mu kemanapun itu," ucap Kelvin.


"Aku pegang ucapan mu," ucap Lidya.


"Pegang saja. Lagian kamu sekarang tunangan ku. Dan aku yakin kamu tidak akan pergi jauh dariku," ucap Kelvin.


Lidya mengangguk dengan senyuman yang terlihat dipaksakan.


Entahlah, aku punya firasat tidak lama lagi kita akan berpisah jauh dan mungkin dalam waktu yang lama. Tapi aku berharap itu tidak menjadi kenyataan.

__ADS_1


Ucap Lidya dalam hati.


***


Kini Lidya dan Kelvin ada di dalam mobil untuk mengantar Lidya pulang.


"Kalau dilihat lihat kamu ini seperti gadis Korea," ucap Kelvin tiba tiba.


"Ha..., aku? Gadis Korea? Tidak mungkin," ucap Lidya.


"Iya, apa kamu mempunyai silsilah keluarga yang berasal dari Korea?" Tanya Kelvin.


"Tidak," jawab Lidya.


"Ibu dan Ayah adalah orang asli Indonesia. Sedangkan Kakek dan Nenekku juga asli Indonesia. Tapi..."


"Ibu pernah kuliah di Korea selama 3,5 tahun. Tapi entah kenapa, Ibu memutuskan untuk melanjutkan perkuliahannya di Indonesia. Dan yang kutahu, saat Ibu masih kuliah aku sudah lahir," jawab Lidya.


"Serius?" Tanya Kelvin.


Lidya mengangguk.


"Bagaimana mungkin Ibumu berhenti ditengah jalan. Aku yakin itu pasti ada alasannya," ucap Kelvin.


"Menurut logika ku. Ibu kembali untuk menikah dengan Ayah," ucap Lidya.


"Masuk akal," balas Kelvin.

__ADS_1


"Kita sudah sampai," ucap Kelvin ketika mobilnya berhenti di depan pintu lobi.


"Oh. Terima kasih sudah mengantarku," ucap Lidya.


"Apa aku bisa ikut ke apartemen mu?" Tanya Kelvin.


Sebelum Lidya bertanya maksud tujuannya mampir, Kelvin kembali berkata.


"Aku ingin bertemu dengan Nenekmu. Dalam beberapa hari ini dia harus menjalani operasi, bukan? Itu sebabnya aku ingin memastikan keadaannya," ucap Kelvin.


"Tidak apa apa. Mampirlah sesuka hatimu. Karena sebenarnya itu bukan apart milikku melainkan milikmu," ucap Lidya.


Kelvin mengangguk.


***


"Nenek," panggil Lidya saat sudah memasuki apartemen.


1 menit, 3 menit, 5 menit, tak kunjung Lidya mendapatkan sahutan.


"Nenek, Lidya pulang" ucap Lidya dengan nada berteriak.


Lidya mencari Neneknya dimana mana dikamar, kamar mandi, ruang tamu, balkon, di dapur tapi tetap saja tidak ada tanda tanda kehadiran Nenek Lidya.


"Bagaimana ini? Dimana Nenekku?" Tanya Lidya mulai cemas.


Lidya sibuk mencari kesana-kemari hingga akhirnya ia mendapatkan Neneknya dengan mata terpejam di atas kursi goyang dengan ponsel di pangkuannya di taman kecil yang ada di apartemen.

__ADS_1


"Akhirnya aku menemukanmu, Nek" Lidya berucap dengan nada lega sembari berjalan mendekati Neneknya.


__ADS_2