
Ayah Leny yang tadinya wajahnya terlihat aura kemarahan sekarang malah tersenyum bahagia mendengar perkataan Leny. Entah kenapa kemarahannya hilang saat mendengar kabar bahwa ada kehadiran cucunya di rahim putrinya.
Ayah Leny berjalan kearah Leny dan mengelus perut putrinya.
"Kamu benarkan nak, disini ada cucu Ayah?" Tanya Ayah Leny bahagia.
Leny tampak terkejut dengan sikap Ayahnya. Dia pikir Ayahnya akan marah karena mendengar kabar kehamilannya. Tapi itu semua salah.
"Ya, Ayah" jawab Leny sambil mengangguk dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya yang masih tampak kusut karena habis menangis.
"Bu, Ibu dengar? Sebentar lagi kita akan punya cucu," ucap Ayah Leny pada istrinya.
"Iya Yah," Ibu Leny berucap tak kalah bahagia.
"Ayah, Ibu tidak marah dengan kehamilanku?" Tanya Leny.
"Tidak. Untuk apa kami marah? Anakmu adalah pemberian dari Tuhan yang harus dijaga. Anak ini adalah berkah. Lalu untuk apa kamu marah dengan berkah yang diberi?" Jawab Ibu Leny.
"Ibumu benar nak. Kita akan menjaga anakmu bersama. Anak ini tidak memerlukan kasih sayang dari pria yang menipumu itu. Ayah mendukung keputusanmu untuk meninggalkan pria itu. Kamu tidak perlu memikirkan pria itu lagi. Ini juga salah Ayah karena menyerahkanmu kepada pria seperti itu," ucap Ayah Leny.
"Bukan salah Ayah. Lenylah yang salah memilih," ucap Leny.
"Sudah sudah, tidak ada yang salah. Pria itulah yang salah," ucap Mama Leny.
***
Di rumah sakit
"Ayah, apa Ayah merasa baik?" Tanya Angga.
Ayah Angga mengangguk dengan lemah.
"Nak, apa tadi ada yang menolong Ayah?" Tanya Ayah Angga karena tadi dia masih bisa mendengar walau hanya samar samar.
"Ya," jawab Angga.
__ADS_1
"Apa dia ada disini?" Tanya Ayah Angga.
Angga menggeleng.
"Tadi dia memang ikut mengantar Ayah ke rumah sakit. Tapi setelah dokter mengatakan bahwa Ayah baik baik saja, dia langsung pergi," jawab Angga.
"Nak, tolong bawa dia kehadapan Ayah! Ayah ingin berterimakasih secara langsung kepadanya," ucap Ayah Angga.
"Tapi Yah-"
"Turutilah kemauan Ayahmu, Angga" ucap Ibu Angga.
"Baiklah, akan Angga usahakan"
***
Hanya dalam sehari Angga sudah mendapatkan informasi tempat tinggal Leny. Dengan segera Angga langsung menuju tempat tinggal Leny dan mengatakan bahwa Ayahnya ingin berterima kasih secara langsung. Awalnya Ayah Leny menolak karena takut terjadi sesuatu pada Leny, namun Leny meyakinkan bahwa dia akan baik baik saja. Dengan setengah hati Ayah Leny mengizinkan Leny pergi.
"Ayah, ini gadis yang menyelamatkanmu," ucap Angga setelah tiba dikamar inap Ayahnya.
"Pagi, Om" sapa Leny.
Leny berjalan mendekat kepada Ayah Angga.
"Siapa namamu?" Tanya Ayah Angga.
"Leny, Om" jawab Leny.
"Umur?"
"22 tahun"
"Artinya masih kuliahkan?"
Leny mengangguk.
__ADS_1
"Jurusan apa?"
"Kedokteran"
"Mau jadi dokter spesialis ya?"
Leny mengangguk.
"Dokter spesialis apa?"
"Dokter spesialis penyakit dalam,"
"Wah hebat dong. Kuliah dimana?"
"Di Korea, Seoul National University"
Rasanya saat ini Leny seperti sedang diwawancarai.
"Kalau begitu kenapa kamu ada di Indonesia? Inikan belum waktu liburan?"
"Saya tidak melanjutkan kuliah disana, Om" jawab Leny.
"Tapi kenapa? Melihat dari cara kamu bisa menolong saya, sepertinya kamu bisa menjadi dokter yang baik" ucap Ayah Angga.
"Saya akan melanjutkan kuliah saya disini, Om" jawab Leny.
"Rencananya kapan kamu mau masuk?" Tanya Ayah Angga lagi.
***
Gak kerasa udah sampai titik penjelasan ceritanya. Kalau author perkirakan mungkin bulan ini novel Di Balik Semua Perubahan akan tamat ya. Jadi siapkan hatinya untuk berpisah.
Author mau rekomendasi cerita boleh gak? Bolehlah yah.
__ADS_1
Ini cerita pertama Kakak aku. Tolong bantu dukung ya. Dengan Like, Comen, Rate bintang 5, and masukkan kedaftar favorit. Disini juga ada misteri ya.
Kalau gak mau baca juga gak papa. Aku gak maksa kok. Bye bye sampai jumpa di episode selanjutnya 😘