Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 44


__ADS_3

"Sudah, masuk ke kamarmu sekarang," titah pengawas laki laki tersebut.


"Pak, tugas bapak itu untuk mengawasi. Ini masih pukul 21.35, masih ada 25 menit lagi sebelum waktu masuk ke dalam kamar," ucap Kelvin.


"Memang masuk ke dalam kamar itu batas waktunya jam 10. Tapi jika masuk gedung, batas waktunya itu jam 21.30," balas pengawas itu.


"Dari pengumuman yang diberikan tadi, tidak ada dikatakan hal seperti itu," ucap Kelvin.


"Aturan itu baru dibicarakan tadi," ucap pengawas tak mau kalah.


"Oh, baiklah kalau begitu. Saya akan kembali ke kamar," ucap Kelvin.


Kelvin kembali ke kamar dengan setengah berlari. Sesampainya ia dikamar, Kelvin mengunci pintunya dan berlari menuju jendela.


Untung saja dia berada di kamar yang terletak dilantai dasar dan jendela yang ada di kamarnya, tidak memiliki teralis.


Jadi ia bisa keluar masuk melewati jendela.


Setelah memastikan situasi di liar ruangan aman, dengan segera Kelvin keluar melalui jendela. Tidak lupa ia juga menutup jendela.


Krak...


Suara yang ditimbulkan akibat menutup jendela.


"Siapa di sana?" Teriak pengawas yang ada dilingkungan gedung laki laki.


Dengan segera Kelvin berjalan pelan pelan dengan menunduk, agar tidak ada yang bisa melihat dirinya.


Dengan sengaja Kelvin bersembunyi di balik tanaman tanaman yang beraneka macam.

__ADS_1


"Astaga, kenapa malah seperti ini? Untuk keluar saja sudah sangat susah, bagaimana jika sampai ketahuan?" Kelvin menggeleng geleng kan kepalanya menyingkirkan pikiran aneh dari kepalanya.


"Kurasa itu hanya kucing," gumam pengawas itu dan segera kembali ke tempat awalnya.


Kelvin mengintip dari balik tanaman tanaman, dia memastikan situasi aman baru dia keluar.


Kelvin berlari dengan melirik kanan kiri, seperti seorang maling.


Kumohon jangan sampai ketahuan.


Ucap Kelvin dalam hati.


"Hey, kamu" teriak seseorang.


Kelvin menghentikan langkahnya. Dia sangat mengenal suara itu...


"Sudah saya bilang masuk ke dalam kamar," ucap orang itu yang tak lain adalah pengawas.


"Tolong, Pak. Biarkan saya keluar sebentar saja. Saya janji hanya 5 menit," mohon Kelvin.


"Tidak ada negosiasi," ucap pengawas.


"Masuk atau saya panggil semua pengawas untuk menyeret kamu masuk," ancam pengawas itu.


"Saya mohon, Pak" mohon Kelvin.


"Kamu mau masuk atau keluar dan tidak mengikuti lomba besok?" Tanya pengawas itu.


"Pak, hal itu bukan wewenang Bapak mencabut kesertaan ku dalam mengikuti lomba," ucap Kelvin.

__ADS_1


"Itulah peraturannya," ucap pengawas.


Lalu dia menarik tangan Kelvin untuk masuk ke dalam gedung.


"Saya bisa masuk sendiri, Pak" ucap Kelvin seraya menyentak kan tangannya.


"Cepat jalan," ucap pengawas itu.


Kelvin berjalan masuk dengan langkah yang berat.


Sesampainya di depan pintu kamar, Kelvin tak melihat pengawas itu ada di sampingnya lagi.


Sebuah senyum kemenangan tersungging di bibirnya.


"Eits... jangan coba coba," ucap pengawas itu yang ternyata ada di belakang Kelvin.


"Apa Pak? Saya hanya ingin masuk ke dalam kamar," keluh Kelvin.


"Cepat lakukan," ucap orang itu.


Kelvin memutar knop pintu dan berniat untuk masuk. Salah... bukan berniat tapi terpaksa.


Setelah masuk, Kelvin mengunci pintunya.


"Astaga, bagaimana bisa aku ketahuan? Dasar pengawas aneh," ucap Kelvin dengan kesalnya.


Kelvin mengambil ponselnya dan segera menghubungi nomor Lidya.


Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk silahkan hubungi beberapa saat lagi.

__ADS_1


Suara operator menjawab.


__ADS_2