
"Kalian bohong! Dia tidak mati, dia tidak boleh mati!" Lidya akhirnya berteriak histeris lalu menangis.
Tuhan, apakah takdirku memang begini? Aku selalu kehilangan orang yang kusayangi. Kau jahat sekali kepadaku. Kenapa takdir ini selalu mempermainkanku? Apa salahku?
Entah sudah berapa kali Lidya bertanya apa salahnya. Namun dia tetap saja tidak mendapat jawaban.
Seharusnya aku tidak melihat CCTV. Jika aku tidak melihatnya pasti aku tidak akan mengetahui bahwa mereka adalah pembunuh. Dan saat ini Kelvin tidak akan pergi.
Lidya menyesal sangat menyesal.
Saat itu dia sengaja melihat CCTV. Ia ingin mencari petunjuk penyebab kematian Ibunya. Tapi yang dia lihat adalah Ibunya, Angga, dan Hanna bertengkar hebat. Hal itu karena Ibu Lidya yang tidak sengaja mendengar ucapan mereka yang mengatakan perihal pembunuhan Ayah Ibunya. Saat itu Ibu Lidya marah besar dan terjadilah pertengkaran sengit. Dengan kemampuan beladirinya yang sebenarnya berada di bawah Lidya, Leny bisa saja membunuh dua orang itu. Namun tanpa dia sadari Hanna membawa pisau dan menusuk Leny dari belakang. Setelah itu gantian Angga yang menikam Leny. Leny mendengar bahwa Angga membunuh Ayahnya hanya karena Ayahnya tahu tentang tindakan kriminal yang Angga lakukan.
***
5 tahun kemudian.
__ADS_1
"Lidya, ayo makan" Ibu Dae Ryung yang sudah pulih akibat traumanya berteriak memang Lidya untuk sarapan.
Dulu Dae Hyeon menikah dengan Leny untuk mendapatkan putri dan memberikannya kepada Ibu Dae Ryung. Semata mata untuk mengurangi kesedihannya. Namun siapa sangka dia malah jatuh cinta benaran dengan Leny. Bahkan saat Leny ingin memberitahu kehamilannya. Dia malah mendapati kebenaran yang sebenarnya. Hingga Dae Hyeon tidak tahu akan keberadaan putrinya dirahim istri keduanya. Bahkan Dae Hyeon adalah pria yang menemui Neneknya di cafe lima tahun lalu. Hanya untuk mencari putrinya yang ia tahu keberadaannya akhir akhir itu.
"Iya, eomeoni" Lidya turun dengan senyuman indah diwajahnya yang tampak ceria.
"Eomeoni masak apa hari ini?" Tanya Lidya yang sudah menganggap wanita itu sebagai Ibunya sendiri.
Lidya memeluk wanita itu dari belakang. Setelah kepergian Kelvin dia memutuskan untuk mengikuti Dae Hyeon dan Dae Ryung kembali ke Korea.
"Lalu untuk Dae Ryung tidak ada?" Tanya Dae Ryung yang tiba tiba datang.
"Masak saja sendiri, wek" Lidya berkata ketus sambil menjulurkan lidahnya mengejek Dae Ryung.
"Untuk abeoji mana?" Tanya Dae Hyeon yang sudah ada di meja makan.
__ADS_1
"Dimana, eomeoni?" Tanya Lidya kepada wanita itu.
"Masak sendiri," wanita itu malah berkata seperti jawaban Lidya kepada Dae Ryung tadi.
Kedua wanita beda generasi itu tertawa bahagia.
Keluarga yang bahagia. Andai ini adalah sungguhan Dae Hyeon pasti akan sangat bahagia. Namun sayangnya sikap Lidya yang ceria hanya jika ada istrinya itu. Saat wanita itu tidak ada Lidya akan kembali menjadi Lidya yang biasanya. Cuek, Dingin, Penuh Kesedihan.
"Lid, nanti temani Oppa ya" setelah makan Dae Ryung mengajak Lidya untuk pergi.
"Kemana?" Tanya Lidya.
"Fitting baju sama A-Yeong" jawab Dae Ryung.
Satu bulan dari sekarang dia akan menikah dengan kekasihnya Kim A-Yeong.
__ADS_1
"Berdua saja kenapa sih? Besok Lidya harus pergi ke Indonesia untuk menemui klien disana. Hari ini Lidya mau istirahat dirumah," tolak Lidya.