
Dengan teliti Lidya mengecek semua laporan. Mencari sesuatu yang janggal.
"Beritahukan pengumuman kepada seluruh karyawan, untuk hari ini mereka akan lembur" ucap Lidya tanpa mengalihkan perhatiannya dari laporan keuangan.
"Baik bos," Yori mengangguk patuh dan langsung keluar untuk menjalankan perintah bos cantiknya itu.
"Anda boleh kembali," ucap Lidya kepada manajer keuangan.
"Baik bos," setelah mengatakan itu manajer keuangan itu langsung pergi.
"Dasar Dae Ryung, sangat bodoh sampai mempekerjakan seorang korupsi! Mencuri uang dari brankas. Walau dia cukup licik, bahkan dia seakan tahu ada CCTV dan berusaha tidak menampakkan wajahnya. Tapi Lidya lebih licik dari dia," gumam Lidya tersenyum sinis.
Lidya sudah memasang CCTV tersembunyi. Karena dia tidak percaya kepada siapapun di gedung ini. Belajar dari pengalaman.
Pemimpin wanita tidak bisa diandalkan! Wanita hanya bisa mengurus rumah dan anak bukan perusahaan. Aku yakin tidak lama lagi perusahaan ini akan hancur ditangan wanita tidak tahu diri itu.
Suara dari rekaman CCTV terdengar.
Lidya belum mematikan rekaman CCTV, dia membiarkan komputernya menyala memutar rekaman itu karena dia sudah dapat bayangan siapa yang mencuri diperusahaannya ini.
__ADS_1
Orang itu sedang berada di dekat kamera tersembunyi. Jadi walaupun dia berbicara lirih, suaranya terdengar jelas untuk Lidya.
Lidya mengalihkan pandangannya ke layar komputer. Kini dia bisa melihat dengan jelas wajah orang itu.
Dia? Sudah kuduga!
Lidya tersenyum sinis melihat orang yang dia kenal itu.
Ternyata kau koruptornya. Seorang wanita yang menghina wanita lain? Tidak tahu malu!
Lidya kembali berucap. Dia sangat marah ketika mengetahui bahwa koruptor itu adalah seorang wanita. Tapi wanita itu malah menghina wanita lain. Tidak tahu diri, bukan?
Lidya sengaja menyuruh semua karyawannya untuk lembur. Supaya tidak membuat orang koruptor itu curiga jika dia hanya menahan sang koruptor sendiri. Lidya tahu dari melihat CCTV bahwa sang koruptor masih berada di perusahaan ini. Lagian Lidya ingin mencari bukti agar koruptor wanita itu tidak dapat mengelak tuduhannya.
"Yori, panggil seluruh divisi keuangan untuk segera menghadapku. Dalam 5 menit mereka harus sudah ada disini," perintah Lidya melalui sambungan telepon.
Tanpa mendengar balasan Yori, Lidya langsung menutup telepon.
Lidya menunggu anggota divisi keuangan sambil memutar mutarkan kursi yang sedang dia duduki.
__ADS_1
Dia sengaja menghadap jendela yang ada di belakang meja kerjanya. Jendela kaca itu sangat besar. Lidya menikmati pemandangan malam dari kantornya.
"Selamat malam, bos" dengan tergesa gesa para departemen keuangan itu langsung memberi kan salam kepada Lidya.
"Berapa waktu yang saya berikan untuk kalian datang kemari?" Tanya Lidya dingin.
"Li-lima menit bos" jawab manajer gugup.
"Kalian telat 1 menit 23,6 detik" balas Lidya masih dengan nada dingin disuaranya.
"Maaf, bos"
"Siapa yang melakukan korupsi di perusahaan ini? Kalau kalian mengaku saya akan meringkas hukumannya," ucap Lidya tanpa memperdulikan permintaan maaf itu.
"Bos mereka karyawan yang jujur, mereka tidak mungkin melaku-"
"Diam Yori," bentak Lidya yang ingin membela departemen keuangan itu.
Yori sendiri tampak syok.
__ADS_1
Ternyata bos benar benar seram seperti yang dikatakan orang orang!