
Saat menyadari air matanya menetas, Lidya segera menghapus dan mencuci mukanya. Untuk menghilangkan jejak air matanya.
Setelah itu Lidya mengeringkan wajahnya baru setelah itu dia kembali.
Di lihatnya beberapa peserta sibuk berselfie dan berfoto ria.
Lidya yang melihat itu lebih memilih duduk di kursi belakang dari pada mendekati kerumunan.
Dilihatnya Ayah dan Ibu tirinya yang juga sibuk untuk berfoto. Kelvin juga bersama orang tuanya tampak sedang berselfie.
"Kenapa tidak bergabung dengan mereka?" Tanya Dae Ryung yang tiba tiba saja sudah ada di sampingnya.
"Aku tahu, kamu pasti tidak suka kerumunan kan?" Tebak Dae Ryung.
Lidya mengangguk.
"Lidya, kamu ngapain disini?" Tanya Kelvin yang tiba tiba datang.
"Tidak ada," jawab Lidya.
"Mommy mencari mu," ucap Kelvin.
"Kak Dae Ryung," sapa Kelvin sambil tersenyum.
"Ya," balas Dae Ryung sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kak, kami pergi dulu," ucap Kelvin.
Setelah mendapat anggukan dari Dae Ryung, Kelvin menarik tangan Lidya dengan lembut menuju ke arah Mamanya.
"Mom," panggil Kelvin.
"Ah calon mantu Mommy sudah datang, sini nak Mommy mau fotoin kamu sama Kelvin dengan piala dan hadiah hadiah ini," ucap Mommy Kelvin menarik tangan Lidya agar semakin mendekat ke arah Kelvin.
"Ini pegang," ucap Mommy seraya menyerahkan piala yang besar dengan tinggi di atas 30 cm.
"Ayo tersenyum," ucap Mommy seraya mengarahkan kamera ke arah kedua anak muda di hadapannya.
Lidya mencoba tersenyum dengan kaku.
"Tersenyumlah dengan alami. Bayangkan saja bahwa kamu sedang bertatapan dengan sesuatu yang membuatmu bisa tersenyum," ucap Kelvin lirih.
Ckrek...
Mereka mengambil beberapa foto berkali kali.
"Wah, kalian terlihat serasi sekali," puji Mommy Kelvin.
"Iyakan, Dad?"
"Iya, Mom" jawab Daddy Kelvin.
__ADS_1
Kelvin hanya bisa tersenyum cerah menanggapi pujian Mommy nya. Sedangkan Lidya berusaha memaksakan senyumnya mendengar pujian tersebut.
"Maaf, aku ada urusan sebentar. Permisi," Lidya pamit kepada orang tua Kelvin saat melihat Dae Hyeon keluar dari gedung.
Tanpa menunggu balasan mereka, Lidya langsung pergi.
Di luar gedung, Lidya melihat Dae Hyeon yang berada di dekat mobilnya dengan beberapa pengawal berdiri dengan jarak 2-3 meter darinya.
Lidya berjalan ke arah Dae Hyeon. Langkahnya terhenti saat melihat seorang pria yang menghampiri Dae Hyeon. Dia adalah Ayahnya Lidya!!!
"Untuk apa dia menemui Tuan Han?" Gumam Lidya bingung.
Lidya tidak dapat mendengar apa yang mereka katakan, dikarenakan jarak mereka yang jauh.
Setelah beberapa saat mengobrol, Dae Hyeon menyerahkan sebuah amplop kepada Ayah Lidya. Dan setelah mengucapkan beberapa kata, Ayah Lidya pergi. Dae Hyeon juga langsung pergi dengan mobilnya dan mobil pengawal di belakang mobilnya.
Dengan cepat Lidya berlari menyusul Ayahnya yang sudah mulai jauh.
Saat sudah di dekat Ayahnya, Lidya langsung merampas amplop itu.
"Hey," Ayah Lidya berteriak dengan kesal dan mencoba untuk merampas kembali amplopnya.
Namun dengan gesit Lidya langsung menghindar dan berhasil menggagalkan upaya Ayahnya.
"Lidya? Kamu..." Ayah Lidya berteriak dengan kesal.
__ADS_1
"Kembalikan amplopnya," Titah Ayah Lidya dengan tegas.
Namun bukan Lidya namanya kalau ia takut dan patuh kepada pria di depannya itu.