Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 64


__ADS_3

Setelah turun dari panggung, Lidya langsung pergi ke toilet.


Di toilet, Lidya berkaca di cermin yang tertempel di dinding yang letaknya berada di atas wastafel.


Ia teringat kejadian beberapa tahun silam.


Saat itu adalah hari perpisahan semasa SMP.


Hari itu Lidya tersenyum sangat cerah dengan mengenakan gaun berwarna biru langit. Dengan mata hijaunya kala itu, beberapa teman prianya menyimpan rasa suka kepadanya. Tapi ada juga beberapa yang mencemooh karena iri dengan mata hijau yang dimiliki Lidya, tidak pria maupun wanita.


Lidya ingat kala itu saat proses berfoto anak yang berprestasi bersama orang tuanya. Hanya Lidyalah yang bersama tanpa ada seorang Ayah.


Beberapa orang tampak menggosipkan hal itu terang terangan di hadapan Ibu Leny.


"Lihat deh jeng, masa bapaknya gak datang saat acara kelulusan anaknya. Apa bapaknya malu ya dengan anaknya. Jelas jelaskan anaknya itu punya bola mata yang beda dari anak anak yang lain,"


"Iya betul betul jeng, pasti bapaknya itu malu gara gara punya anak yang memiliki kelainan,"

__ADS_1


"Iya iya, secara kan ibu dan ayahnya itu warna bola matanya gak hijau... apa jangan jangan anaknya itu tertukar ya?"


"Bisa jadi itu, atau bisa saja Ibunya selingkuh kan?"


"Itu sangat mungkin, jeng. Kalau saya juga gak akan suka sama anak selingkuhan, anak yang haram mending dibuang jauh jauh deh, dari pada menjelek jelekkan nama keluarga."


"Betul jeng. Tapi sebenarnya aku search katanya bola mata itu bentuk kelainan. Katanya yang memiliki bole mata seperti itu adalah orang yang memiliki banyak penyakit," (Ini Ibunya hanya mengada-ngada saja ya)


"Masa sih jeng,"


"Iya, jeng. Makanya saya larang putra saya untuk dekat dekat dengan gadis itu. Saya takut nanti anak saya tertular penyakit,"


"Bu, ini hanya perasaan Lidya atau memang orang orang natap Lidya sinis?" Tanya Lidya agak bingung dengan tatapan orang orang.


"Hanya perasaan kamu saja sayang," jawab Ibu Leny dengan senyum cerah dibibirnya.


***

__ADS_1


Pulang dari acara kelulusan.


"Lidya, mulai sekarang kalau kamu mau keluar, kamu harus memakai softlens ini," ucap Ibu Leny seraya menunjukkan softlens berwarna cokelat itu


"Kenapa Bu?" Tanya Lidya bingung.


"Tidak ada, tapi Ibu tidak ingin orang orang mencemooh mu hanya karena warna bola matamu yang berbeda dari yang lain," jawab Ibu Leny.


"Ibu tidak perlu khawatir, Lidya gak akan terpengaruh sama ucapan mereka," ucap Lidya.


"Ibu tahu Lidya gak akan terpengaruh. Tapi Ibu tidak suka saat mendengar semua kata kata mereka yang memojokkan mu," ucap Ibu Leny.


"Ibu tenang saja, demi Ibu Lidya akan pakai softlens ini saat pergi keluar," janji Lidya.


***


Bu, apa dia adalah Ayahku? Apa pria beristri itu adalah Ayahku? Apa warna bola mata ini diturunkan dari pria itu? Apa Ibuku memang menikahi pria beristri seperti dia? Apa Ibu yang ku sempurna milikmu sebenarnya adalah wanita semacam itu? Kalau iya, kenapa aku tidak bisa menerima kenyataan itu? Hiks...

__ADS_1


Tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja.


__ADS_2