
"Lidya, masuklah ke dalam," ucap Dae Hyeon.
"Tidak Tuan. Masalah ini terjadi karena saya, jika saat ini saya pergi. Saya akan dicap sebagai pengecut. Saya tidak mau membuat Ibu saya malu dengan tindakan pengecut itu," ucap Lidya.
"Kamu, bawa Lidya ke dalam" Dae Hyeon beralih berkata kepada Kelvin.
Kelvin hanya diam bahkan dia tidak bergerak sedikit pun. Dia tetap berdiri dengan tegap disamping Lidya.
"Aish, Dae Ryung bawa adikmu kedalam," kini hanya Dae Ryunglah satu satunya harapan Dae Hyeon untuk membawa Lidya pergi.
"Maaf Ayah, tapi Lidya itu sama dengan Ayah. Keras kepala! Dae Ryung tidak akan bisa memaksanya," ucap Dae Ryung yang memang beberapa waktu lalu sudah memahami sifat keras kepala Lidya yang sama dengan Ayahnya.
Lidya tersenyum dingin mendengar jawaban Dae Ryung. Apa benar keras kepalanya sama seperti pria yang katanya adalah Ayah kandungnya itu?
"Tembak saja aku dan akhiri semua ini," ucap Lidya. Sepertinya dia sudah tidak punya niat lagi untuk melanjutkan hidup.
Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri Angga mulai menarik pelatuk pistol yang terarah tepat kejantung Lidya.
__ADS_1
Lidya tersenyum sinis lalu melakukan serangannya sebelum Angga berhasil menembaknya.
Brak...
Pistol ditangan Angga maupun istrinya terjatuh karena tendangan berputar yang dilakukan oleh Lidya tepat mengenai tangan mereka berdua yang berdiri bersebelahan.
Dae Hyeon tersenyum bangga melihat putrinya yang ternyata mewarisi keahliannya. Tidak seperti putranya yang bahkan tidak ada niat untuk mengikuti ajaran pelatihan yang dia berikan.
Dae Ryung juga tersenyum bangga, dia tahu dengan keahlian adiknya yang tidak bisa diragukan. Bahkan waktu itu dia berhasil melumpuhkan tiga orang pria dewasa sekaligus.
Sedangkan Kelvin dia tampak terkejut dengan keahlian Lidya. Namun dia tahu bahwa Lidya tidak akan menyerah begitu saja yt5". Namun sekarang Lidya Memiliki Kelvin, juga Ayah, dan Kakak yang menyayanginya.
"Kalian pikir aku gadis lemah yang hanya akan menyerah setelah tahu penyebab kematian Ibu dan Kakekku? Menyerahkan diriku untuk dibunuh tanpa mengungkapkan kejahatanmu? Membiarkan roh Kakek dan Ibuku tidak tenang karena tindakanku dan karena aku mati ditangan pria yang membunuh mereka? TIDAK!" Mata Lidya memerah menahan amarah saat mengingat bagaimana Kakek dan Ibunya mati ditangan pria yang dia anggap Ayah selama ini.
Tangan Lidya terkepal bersiap melayangkan tinjunya.
"Bawa mereka keluar," ucap Dae Ryung yang tidak ingin melihat Lidya lepas kendali.
__ADS_1
Sesungguhnya pria itu berbeda dengan Ayahnya. Dia tidak suka dengan yang namanya kekerasan. Namun jika terpaksa dia akan melakukannya.
Para tentara itu membawa kedua manusia itu keluar. Saat sudah dihalaman Lidya berteriak.
"Tunggu."
Lidya sedikit berlari diikuti Kelvin, Dae Hyeon, dan Dae Ryung yang langsung mengejarnya.
"Lidya," Kelvin memegang tangan Lidya yang berhasil diraihnya sambil menggeleng.
Kelvin tahu saat ini Lidya ingin memberi pelajaran kepada fisik dua orang yang ada di halaman sana.
"Sekali saja, Kel. Setidaknya dengan ini aku bisa mengurangi rasa bersalahku kepada Kakek dan Ibu. Sekali saja, aku mohon" ucap Lidya memohon.
"Jangan gunakan kekerasan, Lidya" ucap Dae Ryung memperingati.
"Lepaskan saja, biarkan dia melampiaskan sedikit kekesalannya," ucap Dae Hyeon mendukung apa yang akan Lidya lakukan.
__ADS_1
Kelvin menghela nafas berat, setelah itu dia melepaskan pergelangan tangan Lidya yang dicekalnya.