Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 70


__ADS_3

Lidya menghembuskan nafas berat sebelum memberikan pertanyaan.


"Untuk apa anda membawa pria asing dan wanita itu ke makan Ibu saya? Tanya Lidya sambil melirik tajam keempat orang di depannya.


"Lidya, perkenalkan dia-"


"Saya ingin jawaban bukan perkenalan," ucap Lidya memotong perkataan Ayahnya yang berniat memperkenalkan Dae Hyeon dan Dae Ryung.


"Biar saya saja," ucap Tuan Dae Hyeon menengahi Ayah dan anak yang beradu mulut itu.


"Pa," Dae Ryung memanggil dengan wajah cemas.

__ADS_1


Dae Hyeon tersenyum dan sedikit mengangguk kepada Dae Ryung untuk mengatakan bahwa semua akan baik baik saja.


"Lidya mungkin ini akan sulit untuk kamu terima. Tapi ini adalah kenyataan-"


"Jangan berbelit belit," ucap Lidya yang tidak sabaran mendengar kata kata Dae Hyeon yang baginya seperti mengulur waktu.


"Baiklah, langsung ke inti saja. Saya juga tidak suka berbelit belit," ucap Dae Hyeon yang memang tidak suka berbelit belit. Dia hanya tidak mau Lidya syok jika dia langsung berkata ke inti. Tapi karena Lidya yang meminta, Dae Hyeon akan menyetujuinya.


Tangan Lidya menggenggam erat tangan Kelvin dengan matanya yang melotot dan mulutnya yang sedikit terbuka. Walau dia sudah memperkirakan kemungkinan ini tapi tetap saja dia sangat terkejut dengan kenyataan yang diucapkan oleh Dae Hyeon.


"Itu... aku tidak percaya. Untuk apa aku percaya dengan orang asing? Aku tidak akan percaya," ucap Lidya menyangkal ucapan Dae Hyeon.

__ADS_1


Entahlah dia masih belum siap menerima kenyataan yang akan baik atau buruk kepadanya itu.


"Lidya dia memang Ayah kandungmu. Sebenarnya aku dan Ibumu hanya menikah untuk keuntungan satu sama lain," ucap Ayah Lidya tiba tiba.


"Dahulu Ibumu pernah menyelamatkan nyawa Ayahku yang tiba tiba drop saat berjalan jalan di taman. Sebelum meninggal Ayahku menginginkan agar aku dan Ibumu menikah karena Ibumu sudah menjaganya sampai akhir hayat. Tapi Ibumu tidak mau menjalankan amanah dari Ayahku karena pada saat itu dia sedang mengandung. Aku awalnya juga menolak namun Ibuku mengancam dan akhirnya aku setuju. Setelah itu aku terus membujuk Ibumu dengan alasan amanah dari Ayah dan kasih sayang seorang Ayah untuk anak yang dia kandung. Dan akhirnya Ibumu luluh hanya agar anaknya tidak dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Sedangkan aku menikah dengannya hanya karena amanah Ayahku juga keuntungan perusahaan ku. Aku melihat bahwa Ibumu sangat hobi mendesain busana dan dia berbakat dalam hal itu. Kebetulan perusahaanku sedang membutuhkan seorang designer tetap saat itu. Sehingga aku menyuruh Ibumu agar belajar menjadi seorang desainer. Dan saat itu Ibumu setuju. Selama masa pernikahan dia bahkan tidak mau disentuh olehku. Itu sebabnya aku selalu memarahi dan membentaknya," cerita Ayah Lidya teringat akan kejadian bertahun tahun yang lalu.


***


Saat itu Ayah Lidya yang bernama Angga bersama dengan Ayahnya sedang berjalan jalan disekitar taman untuk menghirup udara segar. Namun tidak disangka oleh Angga tiba tiba Ayahnya kesulitan untuk bernafas.


"Tolong," dengan panik Angga berteriak karena panik apalagi dia meninggalkan ponselnya di rumah. Jadi dia tidak bisa menghubungi dokter agar datang secepat kilat.

__ADS_1


Di sisi lain, Leny yang pada saat itu baru tinggal selama satu hari memutuskan untuk mencari udara segar di taman. Namun ia mendengar suara orang minta tolong dan ia segera pergi ke asal suara.


__ADS_2