Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 75


__ADS_3

"Derna jangan memfitnah," ucap Angga tampak tidak percaya dengan perkataan Derna.


"Bu, lihatlah. Kakak macam apa yang kupunya! Pria yang kupanggil Kakak ini malah mempercayai wanita yang baru dikenalnya selama enam bulan. Dibandingkan adiknya yang sudah bersamanya selama dua puluh tahun lebih lamanya... Tuan Angga, jika anda tidak percaya ucapan saya. Saya akan buktikan bahwa saya tidak memfitnah, saya hanya berkata fakta. Dan saya memiliki bukti. Sedangkan anda, apa anda punya bukti?" Tanya Derna yang berkata formal kepada Angga.


Angga terkejut melihat perubahan adiknya. Yang terlihat berbicara dengan serius kepadanya. Bukan sepertinya adiknya.


"Ucapannya dan tindakannya sudah lebih dari cukup untuk menjadi bukti," ucap Angga masih tidak ingin percaya dengan adiknya.


"Anda percaya dengan ucapannya dibandingkan adik anda. Astaga... miris aekali nasib adik anda itu," ucap Derna sambil tersenyum miris meratapi nasibnya.


"Baiklah, saya akan memberikan bukti saya kepada anda. Dimana ya ponsel saya?" Derna bertanya sambil mencari ponselnya yang dia lupa letakkan dimana.

__ADS_1


"Derna, hentikanlah nak. Jangan bertengkar lagi," ucap Ibu Angga.


"Bu, Derna tidak menunjukkan video itu karena Ibu yang melarang. Ibu mengatakan bahwa pria itu tidak bodoh dan akan dapat mengetahui kebusukan wanita sialan itu sendiri. Tapi Ibu lihat sekarang, sudah enam bulan mereka menjalin kasih tapi pria itu tidak tahu sikap wanita itu. Dan bahkan sekarang dia membentak Ibu. Derna tidak bisa memaafkan siapapun yang berkata dan bertindak kasar kepada Ibu," ucap Derna sambil mengambil ponselnya yang ada di atas sofa.


Derna mengotak atik ponselnya mencari video yang sudah dari dua bulan lalu diberikan oleh sahabatnya. Kala itu sahabatnya sedang bermain ke club dan dia mengenal kekasih dari Kakak Derna. Sehingga saat sahabatnya itu melihat perilaku kekasih dari kakak temannya dia segera memvideokan dan memberikan video itu kepada Derna. Karena sahabatnya merasa bahwa keluarga Derna tidak mungkin menerima menantu yang seperti itu. Mereka adalah keluarga baik baik dan terpandang.


"Lihatlah ini, ada juga beberapa fotonya" ucap Derna seraya menyerahkan ponselnya.


Angga mengambil ponsel adiknya dan melihat isi video. Itu benar kekasihnya... sedang bercumbu dengan seorang pria!


Angga menggeser ke samping dan ada foto foto kebersamaan kekasihnya dengan pria yang berbeda beda.

__ADS_1


"Dia membohongiku. Dasar wanita rendahan," ucap Angga kesal dan berniat melemparkan ponsel Derna.


Dengan cepat Derna langsung menarik ponselnya agar tidak menjadi pelampiasan kemarahan Kakaknya.


"Angga menikahlah dengan Leny. Ibu dengar perusahaanmu membutuhkan seorang designer tetap. Leny sangat berbakat dalam hal menggambar. Kamu bisa memanfaatkan bakat Leny untuk keuntungan mu," ucap Ibu Angga buka suara.


"Ibu," Derna berteriak tertahan karena tidak terima dengan ucapan Ibunya.


"Pikirkan itu Angga. Dengan Leny bergabung ke perusahaan, maka perusahaan bisa saja semakin sukses," tanpa memperdulikan kekesalan Derna, Ibu Angga tetap melanjutkan bicara.


Angga terdiam sesaat. Pikirannya masih kacau karena pengkhianatan pacarnya dan sekarang dia harus memikirkan perusahaannya juga.

__ADS_1


"Pikirkan dengan kepala dingin. Kendalikan dulu amarahmu baru setelah itu katakan keputusanmu kepada Ibu," Ucap Ibu Angga seraya menepuk bahu putranya memberikan dukungan untuk apapun keputusan yang akan putranya ambil.


"Ayo Derna, Ibu ingin bicara hal penting denganmu," ucap Ibu Angga melangkahkan kakinya menuju perpustakaan diikuti Derna dibelakangnya.


__ADS_2