
Lidya melirik tangannya yang dipegang oleh Boby dengan tatapan mautnya.
"Hay," sapa Boby dengan senyum manis saat melihat Lidya yang melihat wajahnya.
Lidya tidak membalas dengan perkataan sapa Boby, melainkan dengan tindakan.
Dengan gesit, Lidya memelintir tangan Boby. Lalu mendorong Boby ke lantai.
Hal itu sempat menjadi pusat perhatian. Beberapa mahasiswi tampak terjerit histeris. Sedangkan yang lainnya tampak tak peduli.
Lidya membersihkan tangannya yang disentuh Boby di wastafel yang ada di dekat situ.
"Lidya," panggil Kelvin dan Dae Ryung bersamaan.
Lidya melirik Kelvin dan Dae Ryung sekilas.
"Kamu baik baik saja?" Tanya Kelvin.
Lidya mengangguk.
"Apa yang terjadi Lidya? Kenapa kamu melintir tangan mahasiswa itu?" Tanya Dae Ryung.
"Anda tahu, saya paling tidak suka di sentuh sembarangan orang dengan maksud tak baik," ucap Lidya.
__ADS_1
"Saya sudah katakan bahwa saya tidak ingin kemari. Tapi Anda malah memaksa saya, jadi jangan salahkan apapun yang saya perbuat," ucap Lidya.
Dia kesal karena dia tahu bahwa Boby ada niat tak baik kepadanya.
"Apa yang dia lakukan kepadamu? Apa dia mengganggumu? Dasar pemuda itu keterlaluan sekali sikapnya," ucap Dae Ryung terlihat kesal.
"Tenanglah Kak, kamu tidak perlu marah," ucap Kelvin saat melihat ada kemarahan di mata Dae Ryung.
"Iya, aku tidak marah. Kelvin, sebaiknya kamu jaga Lidya. Takutnya nanti akan ada orang lain yang menggangunya," ucap Dae Ryung.
"Baik Kak," ucap Kelvin seraya melihat kepergian Dae Ryung.
"Lidya aku ingin berbicara beberapa hal, apa kamu punya waktu?" Tanya Kelvin.
"Kamu terlihat cantik sekali hari ini," puji Kelvin.
"Thanks," balas Lidya sambil tersenyum manis.
"Maaf baru bisa mengatakannya sekarang, aku terlalu sibuk tadi. Dan saat kita bicara ada seseorang yang berada di dekatmu tadi," ucap Kelvin.
"Aku mengerti," balas Lidya tak mempermasalahkan.
"Kulihat kamu dan Kakak yang dari Korea itu, siapa namanya?" Tanya Kelvin lupa.
__ADS_1
"Dae Ryung," jawab Lidya.
"Oh ya, Kak Dae Ryung. Hubungan kalian tampak akrab dan sepertinya sikap Kak Dae Ryung agak berbeda saat dia memperlakukanmu juga mahasiswi lain," ucap Kelvin.
"Tidak akrab, hanya kamu yang menganggap seperti itu," balas Lidya.
Ya, baginya hubungan mereka itu biasa biasa saja.
"Kami mulai saling mengenal karena alergi. Saat itu aku dan dia tidak sengaja memakan jamur yang adalah alergi bagi kami. Setelah itu aku memakan vitamin milikku dan dia juga memintanya," ujar Lidya memberitahu.
"Berawal dari alergi? Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Kelvin.
"Sudah baik," jawab Lidya.
"Syukurlah," ucap Kelvin.
"Satu hal lagi. Apa kamu sudah membaca selesai surat dari Nenekmu?" Tanya Kelvin.
"Belum, saat aku membacanya ada yang aneh. Seperti ada bagian yang tertinggal. Aku rasa ada kertas yang hilang," jawab Lidya jujur.
Saat dia membaca surat itu. Neneknya menulis ada sebuah rahasia yang ingin Neneknya ungkap. Tapi setelah Lidya membuka lembaran berikutnya, Neneknya malah menulis selamat tinggal dan semoga sehat selalu. Sebuah kata kata perpisahan.
"Lalu bagaimana sekarang?" Tanya Kelvin.
__ADS_1
"Entahlah, aku yakin seiring berjalannya waktu apa yang akan Nenekku katakan akan di jawab oleh waktu. Yang ku perlukan sekarang hanya menunggu dan bersabar menantikan hari di mana rahasia itu terungkap. Dan kuharap hari itu tidak akan menjadi hari yang menyedihkan," ucap Lidya.