Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 87


__ADS_3

Ruangan itu hening, diam seakan tak berpenghuni. Namun aura mematikan dari kursi kebesaran CEO itu terasa sangat pekat.


Lidya membalikkan tubuhnya setelah merasa puas melihat pemandangan di bawah sana. Indah sih indah, tapi tetap saja tidak menarik untuk Lidya.


Deg!


Detak jantung seorang wanita yang berada di antara koleganya ketika melihat orang dimasa lalunya.


"Semuanya keluar, kecuali anda nona. Saya ingin memberi anda hadiah atas kegigihan anda bekerja di perusahaan yang sebentar lagi akan bangkrut ini," ucap Lidya penuh dengan penekanan dan makna.


Semua orang tersentak ketika mendengar perusahaan ini sebentar lagi akan bangkrut. Mereka merasa was was, bagaimanapun bekerja disini adalah untuk memberi nafkah keluarga mereka masing masing.

__ADS_1


Yori memandu mereka semua untuk keluar. Menyisahkan Lidya dan karyawan wanita itu berdua di dalam kantor.


"Anda mengingat saya?" Tanya Lidya berdiri dan mendekat kepada karyawan wanita itu.


"Kau," orang itu malah berteriak kesal kepada Lidya.


"Kembalikan uang satu miliar yang telah anda ambil. Saya mau besok pagi setelah saya datang, uang itu sudah kembali. Jika tidak... semua kekayaan anda akan disita dan anda harus mempertanggung jawabkan kepada pihak berwajib. Tidak tidak, bukan kepada polisi di Indonesia. Tapi kepada tentara sekutu keluargaku," ucap Lidya.


"Hey, kau. Beraninya kau memerintahku. Kau itu hanyalah seorang gadis miskin yang berpura pura kaya. Kau tidak akan bisa memimpin perusahaan ini," gadis itu malah berteriak dengan suara cempreng.


"Miskin? Anda mengatakan bahwa keluarga Han itu miskin?" Lidya tertawa sinis.

__ADS_1


"Saya berpura pura kaya? Terdengar menggelikan sekali! Lagi pula apa anda lupa? Biar saya ingatkan, saya juara 1 olimpiade 5 tahun lalu. Lulusan terbaik di universitas Harvard. Pemimpin perusahaan terbaik di Korea. Han Hae Ryung, dengan panggilan Lidya," ucap Lidya dengan penuh penekanan disetiap katanya.


Kakeknya memberinya nama itu karena jika mereka menggunakan nama Han Lidya, terasa agak aneh.


"Lidya," dengan lancangnya gadis itu berteriak memanggil nama atasannya.


"Keluar sekarang. Bawa uang curian anda besok pagi. Atau saya akan menyerahkan bukti bukti kejahatanmu kepada pihak hukum?" Tanya Lidya.


"Bukti? Kau hanya bisa bicara! Kau itu bodoh, mana mungkin kau bisa mencari bukti kejahatanku. Kau hanya menggertak ku untuk tutup mulutkan?" Gadis itu tidak percaya dan malah menuduh Lidya.


Lidya mengambil iPad nya.

__ADS_1


"Dana untuk panti asuhan, sekolah, rumah sakit dan lainnya hanya diberikan dua puluh persen dari yang seharusnya. Penanggung jawab Gisel dari departemen keuangan. Menjadi wanita panggilan di bar terkenal yang terletak di jalan xx dekat cafe xx. Memiliki kekasih dengan banyak catatan pidana. Ayah dan Ibunya meninggalkan dalam sebuah kebakaran hebat di sebuah hotel saat sedang berliburan tepatnya 3 tahun lalu. Sedangkan anaknya malah tidak perduli dengan kematian orang tuanya dan sibuk bersenang senang dengan para pria di hotel. Semua keluarganya yang ada merasa malu dan akhirnya memutus hubungan kekeluargaan. Pernah terlibat skandal dengan seorang pengusaha restoran sukses beristri. Dan membuat mereka bercerai tapi setelahnya pengusaha itu tetap mencampakkannya... Wah ternyata banyak juga ya. Jika saya katakan semua, bahkan sampai pagipun belum tentu selesai,"


__ADS_2