Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 76


__ADS_3

"Bu, apa apaan ini? Bagaimana mungkin Ibu ingin memanfaatkan Kak Leny yang sudah sangat baik untuk Ayah?" Setelah pintu perpustakaan tertutup, Derna langsung mengungkapkan kekesalannya.


"Ibu tidak memanfaatkannya. Ibu hanya ingin wasiat Ayahmu terjalankan bagaimanapun caranya," ucap Ibu Angga.


"Ibu Ayah tidak akan bahagia melihat sikap Ibu. Ayah tidak akan terima jika penolongnya dimanfaatkan oleh Anak dan istrinya hanya demi keuntungan perusahaan," ucap Derna.


"Ibu tahu Derna, Ibu hanya berpikir bagaimana cara agar mereka menikah. Karena Ibu tahu bahwa cinta itu bisa datang karena kebersamaan. Dan setelah mereka menikah, mereka akan bersama dan mulai mencintai," ucap Ibu Angga.


"Tapi tetap saja Bu, mereka menikah untuk keuntungan kita. Derna tidak bisa menerima hal itu. Selama Ayah masih hidup dan dirawat oleh Kak Leny, Derna lah saksi yang melihat semua ketulusan Kak Leny merawat Ayah. Bahkan dia sampai tidak tidur. Kak Leny bahkan sudah menganggap Ayah sebagai Ayahnya sendiri. Menyayangi Ayah sepenuh hati. Sedangkan kita? Kita hanya bisa menonton! Di hadapan Kak Leny, Derna merasa bahwa Kak Lenylah putri Ayah bukan Derna. Saat Derna seharusnya merawat Ayah, Derna malah menjadi penonton. Disitu Derna merasa gagal menjadi putri kebanggan Ayah. Dan sekarang yang bisa Derna lakukan adalah membantu penyelamat Ayah yang akan dimanfaatkan," ucap Derna panjang lebar.


"Derna Ibu berkata begitu agar Kakakmu setuju menikah dengan Leny," ucap Ibu Angga.

__ADS_1


"Derna tetap tidak mendukung pernikahan mereka jika berawal dengan memanfaatkan. Kalau begini, besok Derna akan kembali ke Paris dan menetap disana. Derna tidak mau andil dalam pernikahan ini," ucap Derna seraya pergi dari perpus.


Ibu Angga hanya menghela nafas kasar melihat keras kepala Derna.


***


"Bu, Angga menyetujui pernikahan ini" ucap Angga setelah merenung semalaman.


"Baiklah, bujuk Leny untuk menikah. Berikan alasan yang membuatnya tidak dapat menolak untuk menikah," ucap Ibu Angga.


Derna mendengar semua itu. Membuatnya semakin yakin untuk pergi. Dengan koper ditangannya, Derna pergi meninggalkan rumah tanpa mendengar suara Ibu dan Kakaknya yang memanggilnya.

__ADS_1


Setelah itu Angga membujuk Leny dan akhirnya Leny setuju. Hingga mereka menikah, Leny tetap saja tidak bisa menerimanya sebagai suami secara utuh. Itu Leny lakukan karena Leny tahu bahwa Angga hanya memanfaatkannya demi perusahaan. Kebenaran itu Leny tahu dari adik Angga. Sehari setelah mereka sah menjadi suami istri.


***


Ja-jadi? Aku benar anak Han Dae Hyeon? Tapi kenapa Ibu pergi meninggalkan pria ini? Apa pria ini atau Ibu yang melakukan kesalahan fatal? Apa Ibuku merebut pria beristri? Menjadi seorang pelakor?


Jantung Lidya berpompa dengan kencang ketika mengingat segala kemungkinan tentang Ibunya. Dia tidak sanggup menerima kenyataan jika memang benar Ibunya adalah sosok perebut suami orang atau yang lebih dikenal dengan istilah pelakor.


Ingin sekali Lidya mengatakan kegundahan hatinya namun mulutnya terasa keluh untuk mengatakan kata katanya itu.


Pandangan mata Lidya kabur karena kini matanya berkaca kaca entahlah Lidya tidak tahu penyebab air matanya itu ingin keluar.

__ADS_1


"Jadi karena Ibuku tidak memperbolehkan anda menyentuhnya, anda menyelingkuhi Ibuku?" Hanya kata kata itu yang bisa Lidya keluarkan saat ini.


Ayah Lidya, maksudnya Ayah angkat Lidya mengangguk menyetujui ucapan Lidya. Pertanyaan Lidya hanyalah salah satu alasan perbuatannya menyelingkuhi wanita yang katanya adalah istrinya itu.


__ADS_2