Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 67


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kembali ke kamar Lidya terus saja menghembuskan nafasnya kasar.


Ya, dia memutuskan untuk kembali ke kamar bukan ke gedung acara.


Pikirannya saat ini sangat sangat tidak tenang.


Kenapa tadi aku ingin bertemu dengannya? Apa yang harus kukatakan jika kami bertemu. Apa aku harus bertanya, siapa anda? Atau apa hubungan anda dengan Ibu saya? Sial! Kenapa masalahnya menjadi rumit sekali.


Gerutu Lidya secara membereskan barang barangnya.


Tidak sengaja matanya memandang album yang dia temukan di labirin waktu itu. Tangannya terulur untuk mengambil album. Kini rasa penasaran di hatinya mengalahkan ketakutannya. Membuat Lidya berani untuk membuka album itu.


Di lembaran pertama terdapat foto Ibunya yabg tampak masih sangat muda. Mungkin kala itu umur Ibunya sama dengan umurnya sekarang.


"Ibu," gumam Lidya seraya mengelus foto Ibunya merasakan kerinduan yang teramat pada sosok di dalam foto itu.


Tak terasa air matanya berjatuhan.


"Kenapa kamu nangis, Lidya? Dasar lemah," rutuk Lidya kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


Lembaran berikutnya terdapat foto foto Ibunya dan Tuan Han.


Deg!


Ada tulisan di foto itu. (Pertemuan pertama)


Jantung Lidya berpompa dengan cepat.


Lalu ia membuka lembaran lembaran berikutnya. Ada foto saat Ibunya dan Tuan Han memakai baju untuk bela diri. Saat mereka bermain di taman, dan sebagainya.


Hingga di lembaran lembaran terakhir, ada foto pernikahan mereka, saat sedang mengucapkan janji, saat kedua mempelai bertugas cincin, saat mempelai pertana mencium mempelai perempuan, dan lainnya lagi. Juga ada foto foto kehidupan sehari hari mereka setelah sah menjadi pasangan suami istri. Lidya mengetahuinya karena ada tulisan di foto itu yang menuliskan seperti itu.


Lidya memijat keningnya yang terasa pening. Sepertinya masalah demi masalah terus datang tanpa henti untuknya.


Kehilangan kekasih dan Ibunya, Ayahnya yang membawa Ibu tiri, seorang pria yang mirip dengan kekasihnya, Neneknya yang meninggal, mimpi yang terus menghantuinya, kenyataan bahwa Ibunya sudah pernah menikah dengan pria lain. Sebuah pertanyaan tentang siapa dirinya sebenarnya dan siapa Ayah kandungnya?


Masalah ini tidak kelar kelar juga. Aku saja belum tahu penyebab kematian Ibu dan siapa pria bernama Kelvin itu sebenarnya. Dan sekarang sudah ada masalah baru.


Gerutu Lidya stress.

__ADS_1


"Ibu, Kakek, dan Nenek tolong bantu aku dari atas sana. Hidup ini sangat sulit bagiku, tolong bantu aku dari atas sana. Aku mencintai kalian," gumam Lidya lirih.


***


Beberapa peserta dan orang tua mereka masing masing sudah berpulangan. Lidya juga sudah menyiapkan semua barang barangnya dan sudah diletakkan di mobil orang tua Kelvin.


Ya, Mommy Kelvin memaksa agar Lidya ikut pulang bersama mereka.


"Halo, Nona Lidya," sapa Dae Ryung yang datang entah dari mana.


"Hm," balas Lidya.


"Tidak terasa ya perlombaannya telah usai. Sekarang kamu akan pergi dari gedung ini. Aku tidak menyangkan bahwa hari hari disini cepat sekali berlalu," ucap Dae Ryung basa basi.


"Ya," balas Lidya singkat.


"Aku harap kita akan bisa bertemu kedepannya," ucap Dae Ryung.


"Saya berharap semoga saya tidak pernah bertemu dengan anda lagi untuk selama lamanya," ucap Lidya.

__ADS_1


__ADS_2