
Lidya kembali ke gedungnya untuk melakukan persiapan sebelum makan malam.
Baginya tidak perduli apa alasan Kelvin melakukan itu. Walaupun sebenarnya dari awal dia sudah yakin akan melakukan pertunangan ini. Entah itu karena surat wasiat Ibunya yang tidak diketahui benar dan salahnya. Tapi yang pasti Lidya melakukannya untuk mencari tahu tentang kematian Ibunya.
"Satu persatu semuanya pergi meninggalkanku. Apa aku sejahat itu sampai semua orang harus meninggalkanku?" Lidya bertanya pada dirinya sendiri sembari duduk ditepi kasur.
"Hey, Lidya ada apa denganmu? Kenapa sekarang kau seperti gadis yang lemah? Ingat, jadilah gadis kuat. Ok, jangan lupakan itu" ucap Lidya kepada dirinya sendiri.
Setelah selesai mandi dan bersiap siap, Lidya keluar kamar menuju ruang makan yang sudah mulai dipenuhi mahasiswi lainnya.
Saat Lidya baru mendudukkan tubuhnya, tiba tiba datang seorang pemuda yang tadi memarahinya, tidak tidak. Pemuda itu tidak memarahinya lebih tepatnya memberinya teguran.
Lagi lagi terdengar suara berisik dari mahasiswi.
"Ah... Oppa,"
"Salanghae Oppa"
"Mimpi apa aku sampai bisa ketemu Oppa,"
Gitu aja, heboh.
Batin Lidya yang mulai bosan dengan drama mereka.
__ADS_1
"Semuanya silahkan duduk," ucap Dae Ryung.
Mahasiswi lain duduk dengan tenang. Tak sedikit yang memandang Dae Ryung dengan wajah genitnya.
Menjijikkan ~ Lidya.
"Perkenalkan nama saya Han Dae Ryung. Kalian bisa memanggil saya Kak Dae Ryung. Saya disini untuk menggantikan pengawas kalian yang ada keperluan mendadak," ucap Dae Ryung.
Setelah mengatakan itu Dae Ryung duduk di kursi yang sudah di sediakan untuknya.
"Sebelum makan, hendaklah kita berdoa terlebih dahulu. Berdoalah sesuai kepercayaan masing masing," ucap Dae Ryung.
"Doa dimulai," ucap Dae Ryung.
Setelah mendengarkan aba aba Dae Ryung, semua mahasiswi tanpa terkecuali mulai berdoa sesuai kepercayaan mereka. Ada yang berdoa sesuai kepercayaan Islam, Kristen, Buddha, Katholik.
"Selamat menikmati makan malam kalian," ucap Dae Ryung yang disambut sorak sorai para mahasiswi.
Karena bosan dengan drama di depannya, Lidya mengambil makanan dengan asal. Ia mengambil salah satu makanan yang dimasak dengan tepung. Lidya memakan makanan tersebut tanpa tahu apa yang dimakannya.
Sedangkan Dae Ryung melakukan hal sama seperti Lidya. Karena inilah pertama kalinya ia melihat makanan seperti itu dan dia memakannya akibat rasa penasaran.
Lidya menjatuhkan sendok nya sehingga menimbulkan suara dan membuatnya menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
Hal yang sama juga dilakukan oleh Dae Ryung.
Lidya dan juga Dae Ryung tiba tiba terbatuk batuk dan seperti orang yang sesak nafas.
"Ini makanan apa?" Tanya Lidya dan Dae Ryung bersama sama pada salah satu pelayan yang menyiapkan menu makan malam.
"Jamur krispi," jawab pelayan itu.
Lidya dan Dae Ryung terkejut mendengar jawaban pelayan itu.
Mereka berdua berlari menuju wastafel dan berusaha memuntahkan apa yang mereka makan.
Setelah berhasil mengeluarkan makanan jamur itu dari tubuhnya. Lidya mengambil sebuah kotak kecil dari sakunya.
Lidya mengambil salah satu buah benda di dalam kotak lalu memasukkannya kedalam mulutnya.
"Apa yang kamu makan?" Tanya Dae Ryung.
"Vitamin," jawab Lidya.
"Vitamin apa?" Tanya Dae Ryung.
"Vitamin untuk mengurangi dampak alergi," jawab Lidya.
__ADS_1
"Boleh bagi aku satu?" Tanya Dae Ryung.
Lidya tidak bicara ataupun menjawab. Ia mengeluarkan satu buah vitamin lalu menyodorkan kepada Dae Ryung.