Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 46


__ADS_3

Lidya membuka matanya dan mendorong seorang pria yang ada di sampingnya hingga tersudutkan ke pintu.


Menerima serangan mendadak dari Lidya, pria itu hanya dapat menerima tanpa dapat melawan.


Sebuah tinju Lidya layangkan ketitik terlemah dari tubuh pria itu dan mengakibatkan pria itu pingsan.


Dengan segera Lidya membuka pintu dan keluar. Ia berdiri di hadapan dua pria yang menculiknya dengan Dae Ryung yang ada di belakangnya.


"Lidya," pekik Dae Ryung terkejut mendapati keberadaan Lidya yang tiba tiba.


"Kalau mau baku hantam, pilih lawan yang sepadan," ucap Lidya lantang kepada dua pria dihadapannya tanpa memperhatikan Dae Ryung.


"Lidya, kamu pergi saja. Mereka sangat kuat dan kamu tidak akan bisa melawan mereka. Biarkan aku ya-"


"Biarkan apa? Anda mau melawan mereka dengan kemampuan itu? Lupakan..." ucap Lidya melirik Dae Ryung sekilas.


"Melawan wanita. Cih, itu sesuatu yang kecil," ucap salah satu dari mereka meremehkan.


"Melawan wanita tidak ada serunya, membosankan," keluh pria yang satu lagi.


"Membosankan? Tidak seru? Mari Anda buktikan perkataan Anda," ucap Lidya dengan wajah datar.


Mereka berdua maju dan mulai berusaha melayangkan serangannya kepada Lidya. Tapi dengan lincahnya Lidya berhasil menghindari serangan mereka.


"Hu hu hu," terdengar suara nafas yang memburu.

__ADS_1


"Lelah? Segitu saja?" Lidya bertanya dengan nada meremehkan.


"Saya tidak suka berurusan dengan orang lemah, jadi terima ini,"


Bugh,


Bugh,"


Dua pria itu terkapar tak berdaya di atas tanah.


Segitu saja langsung pingsan, dasar lemah.


Ucap Lidya dalam hati.


Lidya membalikkan badannya berjalan ke arah Dae Ryung.


Lidya menggeserkan kepalanya kekanan dan mendapati sebuah tangan terkepal mendarat di udara di samping kepalanya.


Lidya meraih tangan terkepal itu dan melakukan jurus yang dia pernah pelajari dari seseorang.


Kali ini Lidya tidak membuat pria itu pingsan, tetapi ia membuat pria itu terkunci dalam lengannya.


"Katakan siapa yang menyuruhmu," ucap Lidya dengan penekanan di setiap katanya.


"Tidak akan kukatakan," ucap pria itu.

__ADS_1


Lidya semakin mempererat kuncian pria itu sehingga membuat pria itu kesakitan.


"Ah ah..." jerit pria itu kesakitan.


"Katakan," ucap Lidya semakin mempererat kuncian nya.


"Lidya lepaskan dia, kalau tidak kamu akan membunuhnya," ucap Dae Ryung panik saat melihat wajah pria itu yang sudah memerah karena sesak nafas.


"Katakan!" bentak Lidya.


Melihat Lidya yang tidak menanggapi perkataannya, Dae Ryung bertindak dengan berusaha melepaskan tangan Lidya dari leher pria itu.


Akhirnya Lidya mengalah dan ia membiarkan pria itu lepas.


Pria itu membawa kedua temannya yang pingsan dan mobil mereka melesat seperti roket.


"Are you okey?" Tanya Dae Ryung.


Lidya tidak menjawab ia memperhatikan tangan dan lengannya yang ia gunakan untuk melawan pria itu. Terdapat bagian merah ditangannya karena mengunci leher pria itu dengan keras.


"Apa itu tadi jurus jiu jitsu?" Tanya Dae Ryung.


"Ya," jawab Lidya singkat namun jelas.


"Daebak," ucap Dae Ryung.

__ADS_1


"Apa sebelumnya kamu pernah ke Korea dan belajar jurus ini? Aku saja yang tinggal di Korea tidak mau mempelajarinya. Bahkan aku tidak mau belajar dengan Ayahku yang ahli jurus ini. Walau Ayah sudah memaksa," ucap Dae Ryung.


"Mau disitu sampai pagi atau kembali ke gedung?" Tanya Lidya yang sudah berdiri di samping motor Dae Ryung.


__ADS_2