Dibalik Semua Perubahan

Dibalik Semua Perubahan
Bab 58


__ADS_3

Mengapa?


Karena mungkin saja salah satu diantara mereka akan memplagiat jawaban dari tim lainnya.


"Begini saja," Dae Ryung berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke arah meja peserta dengan tangannya menggenggam 2 papan tulis whitebard dengan ukuran 30 × 45 cm dan sebuah spidol hitam.


Dae Ryung memberikan masing masing satu papan dan satu spidol kepada kelompok B dan E.


Lidya yang melihat apa yang Dae Ryung lakukan, mengerti dengan maksud tindakannya itu.


"Tulislah jawaban kalian di papan itu. Kami akan memberikan waktu 60 detik. Setelah 60 detik, maka kalian harus mengangkat papan siap tidak siap, mengerti?" Tanya Dae Ryung setelah memberi aba aba.


"Mengerti," jawab kelompok E dan Kelvin.


Lidya masih tetap mempertahankan wajah datarnya.


"Waktu dimulai dari sekarang," ucap Dae Ryung setelah selesai menyetel jam tangannya. Agar saat waktu 60 detik selesai, jam ditangannya berbunyi menandakan waktu habis.


tring tring


Kelvin dan salah satu kelompok E langsung mengangkat papan tulis mereka.

__ADS_1


"Kedua jawabannya benar," ucap Dae Ryung setelah memperhatikan kata demi kata yang tertulis di papan tulis kedua kelompok itu.


"Namun di jawaban kelompok E ada kata kata yang salah. Sedangkan jawaban kelompok B, jawabannya sempurna. Jadi untuk kedepannya mohon lebih teliti," ucap Dae Ryung.


"Akhirnya lomba kita selesai sampai disini. Dengan ini kita sudah dapat melihat dengan jelas siapa yang akan menjadi pemenang. Namun untuk pengumuman resminya akan dilakukan sore hari di gedung ini juga," ucap pembawa acara.


Setelah itu mereka diperbolehkan untuk membubarkan diri.


"Selamat ya," anggota kelompok yang kalah memberikan selamat kepada Kelvin dan Lidya.


Kelvin menerima uluran tangan ucapan selamat itu, sedangkan Lidya tampak acuh.


Lidya melirik pemilik tangan itu yang adalah gadis di gedung beberapa hari lalu. Gadis yang mengajaknya berteman. Kalau tidak salah namanya Quin.


"Thanks," ucap Lidya menjawab tangan Quin tidak lebih dari 3 detik.


"Halo semua," sapa seseorang yang tiba tiba datang.


"Halo Kak," sapa mereka balik saat melihat siapa yang datang, Dae Ryung.


"Selamat ya Lidya atas kemenangan mu," ucap Dae Ryung seraya mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Lidya.

__ADS_1


Lidya hanya melirik tangan Dae Ryung tanpa berniat menerima uluran tangannya.


"Lidya, bersikap baiklah" bisik Kelvin.


Lidya membuang nafas kasar lalu menjabat tangan Dae Ryung tidak lebih dari 3 detik dan kata "hmm" keluar dari mulutnya untuk membalas ucapan selamat Dae Ryung.


Setelah itu mereka berbincang bincang ringan. Lidya yang memang tidak terbiasa melakukan basa basi seperti itu segera melangkahkan kakinya keluar dari kerumunan orang orang itu.


Lidya berjalan menuju gedung perempuan. Saat sudah hampir dekat, dengan tidak sengaja mata Lidya menangkap sosok yang tidak asing di matanya.


Sosok seorang pria keluar dari mobil mewah. Pria itu mengenakan jas dan celana senada dengan warna jasnya. Pakaian yang dipakainya bermerk. Pria itu tampak sangat menawan juga berwibawa dengan umurnya yang sudah tidak lagi muda.


Tapi bukan semua hal itu yang membuat Lidya merasa kaget. Dia saja sudah terbiasa melihat mobil juga pakaian dan barang barang bermerk.


Namun yang membuatnya kaget adalah.


Wajah pria itu mirip dengan pengantin yang bersama Ibunya di bingkai foto yang ditemukannya!!!


***


Akhirnya kesampaian juga up 3 bab. Semoga semua readers puas ya. Dan semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya. Maaf karena jarang update 🙏🙏🙏 dan terimakasih untuk yang masih mendukung novel ini.

__ADS_1


__ADS_2